Tiba-tiba Hamil

Tiba-tiba Hamil
Pedofil


__ADS_3

Aldi kembali menarik tengkuk gadis itu, saat pagutan keduanya hampir terlepas, sehingga Nakisya hanya diam, memejamkan matanya, menikmati sesuatu yang baru pertama dalam hidupnya.


Nakisya tau betul apa yang sedang dirinya dan Aldi lakukan. Nakisya memang meminta lelaki itu mengajarkannya tentang berprilaku terhadap seorang pacar, tapi bukan hal seperti ini juga yang ingin dia tau.


Beberapa bulan lalu, Nakisya sempat menolak saat pacarnya yang bernama Doni ingin melakukan hal yang sama seperti yang saat ini sedang di lakukannya, dan gadis itu, dengan tegas menolaknya. Membuat Doni marah dan mulai berubah.


Tapi, saat ini, dirinya benar-benar kalah, dengan pesona seorang Aldiano Bima Saputra. Lelaki yang baru di kenalnya beberapa bulan yang lalu, lelaki yang dirinya anggap hanya seorang om om yang dia manfaatkan untuk mengajarinya. Dan kini Nakisya sadar bahwa dirinyalah yang sedang di manfaatkan lelaki itu.


Sekuat tenaga tangan Nakisya mendorong dada lelaki itu, sehingga pagutan keduanya terlepas.


Aldi menatap sayu wajah gadis itu, "maaf, aku gak seharusnya ngelakuin itu. Aku harap, kamu gak ngelakuin hal yang sama dengan pacar kamu," terlihat kesungguhan dari wajah lelaki itu.


"Terus kenapa Om ngelakuin itu sama aku!" tanya Nakisya yang ingin marah, tapi hatinya malah berkata lain. Gadis itu menyukai apa yang sudah mereka lakukan, tapi bukan berarti Nakisya mulai menyukai Aldi, karena di hatinya cuma ada Doni, lelaki yang menjadi cinta pertamanya.


Aldi menggenggam tangan Nakisya, "berhenti manggil aku dengan sebutan om," Aldi kembali menatap gadis itu, "dan aku ngelakuin itu, karena aku-,"


"Aku mau pulang! pacar aku mau ke rumah," ucap Nakisya dengan cepat, tanpa memberikan kesempatan bagi Aldi untuk melanjutkan ucapannya.


Aldi mengangguk, keduanya sudah berada di luar pintu apartemen. Tangan Aldi hendak menggenggam tangan gadis itu, tapi seolah dapat menebak, Nakisya langsung mempercepat langkahnya, meninggalkan Aldi yang kini berada di belakang tubuhnya.


Aldi dan Nakisya sudah berada di dalam mobil, Aldi membungkukan tubuhnya ke samping, sehingga kini posisi tubuhnya sudah sangat dekat dengan tubuh Nakisya.


"Om, mau ngapain lagi?" tanya gadis itu yang kini kembali gugup, dengan mata yang terpejam, karena merasakan hembusan beraroma mint dari mulut Aldi.


Aldi tidak menjawab pertanyaan itu, dirinya semakin memperdekat jarak di antara keduanya, sebelah tangan Aldi berada di bagian belakan tubuh Nakisya.


Klik..


Suara seat belt yang di pasang, menyadarkan Nakisya dari pikirannya yang mulai kemana-mana. Dia mengira lelaki itu akan melakukannya lagi pada dirinya, tapi ternyata tidak, dan tanpa sadar, hatinya malah merasa kecewa, "apa rasanya akan sama, jika aku melakukannya dengan Doni," ujar Nakisya dalam hati.


Nakisya tersenyum, mulai membayangkan sesuatu, tanpa dia sadari, Aldi yang belum menghidupkan mesin mobilnya, kini memperhatikannya, "kenapa senyum-senyum? lagi ngebayangin yang tadi ya?" tanya Aldi sambil menghidupkan mesin mobilnya, sehingga mobil yang mereka tumpangi melaju, meninggalkan apartemen mewah milik Aldi.


Nakisya tersentak dengan pertanyaan lelaki yang berada di sampingnya, pipi putihnya kini menjadi merah. "Kok dia bisa tau sih apa yang sedang aku bayangkan," gumamnya dalam hati, dengan wajah yang tertunduk karena malu.


Aldi melirik sekilas pada Nakisya, lelaki itu mengulum senyumnya, "kalau kamu mau, kita bisa mengulanginya lagi," ujarnya yang berhasil membuat gadis itu mendongak, dengan bola mata yang membulat sempurna.

__ADS_1


Nakisya menggeleng, "enggak mau, lagian siapa juga yang lagi ngebayangin kaya tadi, Om so tau banget!" Nakisya mencoba berkilah.


Dengan cepat Aldi langsung menginjak rem mobilnya. Membuat gadis itu terperanjat, kepalanya hampir tebentur pada dasahboard mobil, beruntung dirinya memakai seat belt yang berhasil menyelamatkannya.


Aldi menatap Nakisya, "berhenti panggil aku dengan sebutan itu," suaranya pelan, namun terlihat sorot mata yang memancarkan ketegasan dari lelaki itu.


Nakisya seolah tidak merasa takut, "kalu aku tetep mau panggil 'Om' gimana? ujar gadis itu dengan wajah yang terlihat menantang.


Cup..


Satu kecupan berhasil mendarat di bibir mungil gadis itu.


Aldi menyeringai, "itu yang akan kamu dapatkan, kalau kamu membantah perintah aku," ujar lelaki itu yang kini kembali menjalankan kendaraannya.


Nakisya membulatkan matanya, "Om, eh maksud aku Bang Al gak bisa dong ngelakuin itu sama aku! emangnya Bang Al siapanya aku!" ujar perempuan itu yang kini menatap Aldi dengan sorot mata yang tajam.


Sekuat tenaga, Aldi menahan tangannya yang mulai gemas dengan wajah imut gadis itu, "Aku bisa aja jadi pacar kamu, kalau kamu mau!" dengan santai, kalimat itu keluar dari mulutnya.


Nakisya terkekeh, "maaf, aku sudah punya Kak Doni, yang lebih ganteng dari Bang Al, dia juga gak mesum kaya Bang Al," ujar gadis itu, seolah membanggakan kekasihnya.


Aldi berdecak, dirinya yang sudah mengetahui siapa lelaki itu, langsung mendelik sebal, "tapi dia mulai berubah, mungkin aja dia sudah bosan, dan ada cewek lain yang bisa membuatnya jadi cowok yang lebih mesum dari aku," ujar Aldi dengan memicingkan matanya.


Aldi terbelalak, mendengar kalimat dari gadis itu, hatinya berdenyut tidak ikhlas.


Seolah teringat dengan kejadian tadi, Nakisya langsung memosisikan tubuhnya menghadap Aldi, "Aku kan udah nurutin perintah Bang Al yang gak lagi manggil dengan sebutan om. Jadi Bang Al juga harus janji sama aku."


Aldi yang pokus mengemudikan mobilnya, hanya melirik sekilas ke arah gadis itu, "janji apa?" tanyanya.


Nakisya menggaruk tengkuknya, "Bang Al gak boleh ngasih tau ke pacar aku, kalau kita pernah ngelakuin itu," ucap gadis itu dengan kepala yang menunduk karena malu.


"Ngelakuin apa emang?" goda lelaki itu yang kini semakin gemas terhadap Nakisya.


Nakisya mendengus, "kenapa harus di jelasin sih! itu yang tadi Bang Al lakuin ke aku," gadis itu melipat tangannya di dada.


"Ciuman, maksud kamu?" tanya Aldi seolah tanpa malu lelaki itu mengatakannya.

__ADS_1


Nakisya benar-benar tak menyangka, lelaki yang kini berada di sampingnya itu, begitu santainya mengucapkan kalimat itu.


"Pokonya, Bang Al harus janji, biar gimana juga, itu first kiss aku, dan aku gak mau pacar aku kecewa," ujar gadis itu yang terlihat memelas.


Aldi sempat tertegun dengan kalimat gadis itu, "aku yang pertama?" gumamnya dalam hati, bibirnya sudah tertarik ke atas.


Aldi berdehem untuk menyembunyikan perasaan bahagianya, "pertama dan kedua, kalau kamu lupa."


Nakisya memalingkan wajahnya dari lelaki yang kini mengedipkan matanya sebelah, "Aku laporin ke Ibu I Gusti Ayu Bintang, biar Bang Al di hukum, karena udah memaksa aku," ujar gadis itu mengancam.


Aldi sudah tidak dapat menahan tawanya, lelaki itu tergelak, yang semakin membuat Nakisya bertambah kesal.


"Memaksa itu kalau ceweknya menolak, dan kalau gak salah, kayaknya kamu malah me-," ucapan Aldi terhenti, saat lengan mungil gadis itu menutup mulutnya.


Nakisya menyorot tajam lelaki itu, "pokonya, awas kalau Bang Al kasih tau ke pacar aku."


"Iya bawel," ucap lelaki itu, sambil menepuk pelan puncak kepala Nakisya.


****


"Hahahaha," Vino tergelak di tempat duduknya, saat mendengarkan cerita dari lelaki yang ada di hadapannya, "wah parah, ternyata setelah lo bilang udah insaf, sekarang lo malah jadi pedofil," ujar lelaki itu dengan kepala yang menggeleng, dengan mulut yang terus tertawa.


"Enggak lah, dia udah 18 tahun," ucap lelaki itu, yang kembali menciptakan gelak tawa dari Vino.


Aldi merotasikan matanya, "nyesel gue cerita sama elo!" tau gitu gue ceritanya sama Si Riko aja, lebih waras dia."


Aldi berdiri dari duduknya, hendak melangkah menuju tempat lelaki yang menjadi sekertaris Vino, "sial, dia kan kakak sepupunya Kisya, yanga da gue malah di hajar sama tuh orang," gumamnya pelan yang masih dapat terdengar oleh telinga Vino.


**Bang Al, bucin gaesss😂😂


Tolong dong, jempolnya di klik, Rate nya bintang lima aja, gak minta tujuh kok aku.


Vote yang banyak atulah, biar semangat akunya.


Koment nya yang heboh ya, etapi kalau bingung mah, gapapa tulis aja next😁**

__ADS_1


Selamat hari raya Idul Adha, dan selamat berkurban bagi yang mampu🙏🙏


Salam... Semangat


__ADS_2