True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
10. PREWEDING


__ADS_3

Seperti pernikahan sungguhan dinda dan arka melakukan sesi photo prewedding karena arka ingin terlihat semua nya natural.


arka dan dinda bergaya di depan fotografer , orang yang menyaksikan mereka pasti menyangka kalau mereka itu seperti pasangan yang saling mencintai. tetapi karena ucapan dinda tadi pagi pada saat waktu mereka sarapan membuat arka tidak suka, jadi arka memasang wajah dengan sangat dingin.


"Nih orang photo ko ga ada senyum-senyumnya sih, emang aku salah ngomong apa sih" gerutu dinda dalam hati tapi tetep fokus melakukan pemotretan.


setelah selang 1 jam akhirnya pemotretan pun selesai.


"Saya akan pergi ke kantor jadi kamu terserah mau ke mana" ucap arka sambil langsung jalan meninggalkan dinda tanpa menunggu jawaban dinda.


"ihkkk ngeselin banget sih main ninggalin aja , dasar bos dingin kalah deh kutub utara"


Dinda pun keluar dari tempat tersebut dan berjalan menuju halte, tanpa tujuan dinda langsung naik bus , dia tidak ada rencana kemana pun pikirannya saat ini kosong, karena merasa bingung dengan perasaan nya dia takut sekali akan jatuh cinta kepada arka, sedang kan dia merasa arka sampai kapan pun tidak akan mencintainya. selang berapa lama dinda pun turun dari bus, di tengah jalan tadi dia memutus kan untuk pergi ke makam ibunya.dan setelah sampai di makam ibunya dinda mencurahkan isi hatinya.


"Hai bu apa kabar di sana? kapan sih ibu akan jemput dinda, dinda merasa sangat capek banget" dinda pun menjeda ucapannya karena isak tangis nya pecah.


"Dinda minggu ini akan menikah bu,, tapi pria itu tidak mencintai dinda, bahkan tahun depan dinda akan menjadi seorang janda bu... kenapa dinda harus merasakan seperti ini bu ? dibuang oleh keluarga, dan akan di buang oleh suami dinda juga nanti,,, hu hu hu" dinda meraung karena hanya kepada makan ibunya lah dinda bisa meluapkan isi hatinya.


Arka yang langsung sibuk kerja setelah meninggalkan dinda di tempat pemotretan akhirnya bisa beristirahat.


"Son bisakah kamu laporkan apa yang wanita itu lakukan"


"Ini tuan anda bisa melihat videonya"


arka sengaja menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kemana dinda pergi, karena kejadian yang dinda di ganggu oleh beny membuat arka takut hal tersebut bisa kejadian lagi, akhirnya arka pun melihat semua rekaman itu, termasuk curahan dinda kepada ibunya. arka yang melihat itu merasakan hatinya sedikit iba dan bermonolog dalam hatinya.

__ADS_1


"Apakah aku harus belajar mencintainya , sebegitu takutnya dia menjadi seorang janda" arka pun sedikit berfikir dan dia pun merasa risih jika suatu saat dia akan menyandang status duda.


"Son apakah dia sudah pulang ?"


"Sudah tuan, setelah dari makam nyonya dinda langsung pulang ke apartemen"


"Baiklah antar kan saya pulang sekarang"


jam sudah menunjukan pukul 7 malam, akhirnya arka pun sampai di apartemennya. arkan menekan password dan masuk. dinda yang mendengar suara pintu terbuka akhirnya menyambut arka dengan senyum yang indah seperti sudah menjadi seorang istri. Arka yang melihat ekspresi wajah dinda mengerutkan dahinya, dia merasa dinda sangat pintar sekali menyembunyikan perasaannya, bukti setelah dia menangis keras tadi siang skrg wajah nya berubah terlihat sangat bahagia.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu" tegur arka dengan ekspresi wajah yang sangat dingin. dinda yang melihat wajah arka langsung sedikit memanyunkan bibirnya.


"Hmmm orang lagi belajar nyambut suami pulang kerja,, tapi masih aja ekspresinya kaya gitu dasar orang aneh"


arka yang masih bisa mendengar ucapan dinda pun menjawab


dinda yang mendengar ucapan arka pun reflek menutup mulutnya lalu mengejar arka.


"Ka dinda udah masak buat makan malem loh, kaka mau kan makan malem bareng dinda ?


"Hmmm,,, saya mandi dulu ya"arka pun berjalan menuju kamarnya


selang 15 menit arka keluar kamar dengan tubuh yang sudah segar dan berjalan menuju tempat makan.


"Ayo ka kita makan" Dinda menyediakan nasi ke piring lalu menyerah kan ke arka

__ADS_1


arka pun duduk dan menerima piring itu, arka merasa dinda benar-benar berbeda dari gadis yang lain,, bahkan dia tidak pernah melihat mamah memasak untuk papahnya, arka melihat dinda adalah gadis yang sempurna dan arka merasa tidak ada salah nya dia mencoba untuk mencintai dinda.


"Besok hari pernikahan kita, kamu sudah siap kan menjadi istri saya? dan setelah menikah kamu harus memanggil saya sayang" ucap arka sambil terus memasukan makanannya ke dalam mulut.


"Baik ka,, ohh iya tapi dinda bosan, kapan dinda boleh bekerja di perusahaan kaka?" tanya dinda


"Setelah menikah kamu bisa bekerja langsung di bagian admin, tapi ingat pada saat saya pulang kamu harus sudah sampai di sini" jawab arka sambil berdiri lalu meninggalkan dinda.


"Kebiasaan deh main pergi-pergi aja"


dinda merapihkan dan mencuci semua yang dia gunakan pada saat memasak tadi, tidak sengaja pisau mengenai tangan dinda, dan dinda reflek berteriak, arka yang sedang di dalam kamar mendengar teriakan dinda reflek lari menuju dapur dan mendekati dinda, jari dinda yang terkena pisau tadi mengeluarkan banyak darah, arka yang melihat langsung reflek mengulum jari Dinda, jarak mereka sangat dekat, dinda yang mengalami perlakuan tersebut bukan sakit di jari nya yang dia obati, tetapi jantung nya yang berdebar kencang.


"Kamu tuh apa-apa ceroboh bgt sih"


dinda tidak menjawab sedikit pun, karena sedang memandang wajah arka yang menurut dia sangat tampan belum wangi parfum nya yang maskulin.


"Dinda kamu denger saya?"


"Ehhh iya ka,,, maaf ka dinda engga sengaja"sambil menggigit bibir bawahnya


Arka yang melihat ekspresi dinda jadi teringat betapa manis nya bibir dinda pada saat dia berciuman, sebenernya merasa candu tetapi arka tidak bisa merasakan nya kembali karena dia masih belum yakin dengan perasaannya. wajah arka pun mendekat ke wajah dinda, dinda yang merasa arka akan menciumnya lagi langsung menutup matanya seolah memberikan izin, arka yang melihat mata dinda sudah terpejam langsung sadar dan mulai menjauhkan wajah nya.


"Apa yang kamu pikirkan" ucap arka Sambil memberikan sentilan di jidat dinda


"Aduh, sakit banget" dinda merasakan sangat perih di jidatnya

__ADS_1


"Sudah sana tidur, besok hari pernikahan kita jangan sampai kamu terlambat bangun"ucap arka sambil berjalan pergi meninggalkan dinda yang wajahnya sangat merah .


"ihkk ngeselin banget sih ni cowok, dasar gunung es" sambil menghentakan kaki nya lalu pergi ke kamar.


__ADS_2