True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
66. S2. KEHIDUPAN BARU


__ADS_3

Vania memandangi taman hijau luas yang penuh bunga berada dari jendela kamarnya, vania menangis karena merindukan bunda dan ayahnya, dan vania pun takut bundanya sakit, tetapi surat yang dia tinggal kan semoga membuat orang tua nya mengerti. Devan memimpin pertemuan penting , seperti biasanya orang-orang sangat kagum melihat bagaiman devan mempersentasik#an semua projectnya, setelah selesai meeting devan memeriksa CCTV memperhatikan kegiatan vania, termasuk vania menangis pun devan tahu, devan menarik nafas lalu membuangnya secara kasar.


devan tidak bisa melihat vania menangis, tetapi devan tahu alasan vania menangis pasti karena orang tua nya.


"marvin tolong siapkan satu hari jadwal kosong, aku mau membawa vania keliling kota ini"


"baik tuan, marvin pun hanya mengangguk.


tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, sebenarnya bagi pasangan suami istri yang baru menikah langsung di tinggal kerja terlihat sangat kejam, devan pun merasakan itu, tetapi vania tidak terlihat protes sedikit pun. bahkan seharian ini devan pun tidak menelepon vania, devan memandang jalanan dari jendela mobil, saat ini devan sedang dalam perjalanan pulang dengan disupiri oleh marvin.


Setelah perjalanan 30 menit akhirnya devan pun sampai di rumah, vania sudah berdiri di depan pintu menyambut kedatangan devan. devan buru-buru turun dari mobil lalu menghampiri vania.


"malam-malam kaya gini untuk apa kamu diluar, di sini anginnya sangat dingin" devan mengusap rambut vania lalu mencium keningnya


"aku kan udah pakai baju hangat, lagian ini hari pertama aku nyambut suami pulang kerja" ucap vania sambil melingkarkan tangannya ke lengan devan.

__ADS_1


"kamu memang yang terbaik" devan menarik hidung vania gemas.


vania dan devan pun masuk kedalam kamarnya, vania menyiapkan air hangat untuk devan berendam. setelah devan selesai membersihkan tubuhnya, devan menghampiri vania yang mengambil piyama tidur devan lalu memeluknya dari belakang.


"aku tidak membutuhkan itu" bisik devan di telinga vania, sehingga membuat vania meremang, dan devan langsung menggendong vania, menidurkannya di atas ranjang yang empuk dan lembut, dan mulai melakukan penyatuan kembali, vania bener-benar kewalahan dengan semua sentuhan devan, tidak menyangka bahwa laki-laki yang kini sudah menjadi suami nya ini seperti memiliki kekuatannya sendiri jika sedang melakukan hubungan.


"terimakasih ya sayang" devan mencium kening vania


vania yang masih lemas hanya bisa mengelus pipi devan lalu mencium singkat bibir suaminya.


"bukankah kamu tinggal menikmati saja apa yang telah aku sediakan" devan memandang vania lalu mengusap lembut vania.


"aku bosen banget, dan akan menjadi pengalaman yang sangat berharga juga kalau aku bisa belajar menjadi dokter di sini"


"baiklah akan saya pikirkan, sekarang kita tidur dulu" devan menarik lalu memeluk vania.

__ADS_1


akhirnya vania tertidur di pelukan devan, sedangkan devan terbangun kembali lalu menghubungi seorang direktur salah satu rumah sakit di inggris di ruang kerjanya.


***


Di kota J, dinda dan Raka merasa sangat sedih setelah membaca surat dari vania, dinda selalu memohon kepada arka agar menyusul putri nya, tetapi arka memberikan pengertian kepda dinda untuk tenang dan percaya kepada putrinya.


prisa mendatangi luna yang sedang berada di sebuah butik, prisa mengatakan hal -hal yang membuat luna down.


"apakah kamu yakin Ardian mencintai kamu? kamu itu wanita yang menghancurkan hubungan orang lain, gara-gara kamu ardian meninggalkan aku, dasar wanita murahan" prisa berbicara dengan nada yang tinggi lalu menampar luna sehingga membuat para pengunjung butik memandang renda luna.


sungguh luna sangat terpukul, akhirnya luna berjalan keluar butik dengan air mata yang terus mengalir,. prisa tertawa bahagia karena merasa rencana nya berhasil.


waktu pernikahan luna dan ardian hanya tinggal 4 hari lagi, tatapi ketika mendengarkan ucapan prisa luna menjadi sedikit ragu untuk melanjutkan pernikahannya, karena luna tau jika bukan karena kecelakaan itu mungkin ardian tidak akan bersamanya, luna pun hanya bisa menangis di dalam kamarnya.


__ADS_1


visiual devan


__ADS_2