True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
32. MENCOBA MEMBUKA HATI


__ADS_3

Rafa dan dinda sampai di apartemennya, dinda masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian lebih santai, di kamar mandi dinda meluapkan tangis nya, dinda menyesali perbuatannya yang telah menampar arka, entah kenapa hati dinda sangat sulit untuk membenci dinda, karena arka adalah cinta pertamanya, dinda juga tahu bahwa arka masih mencintainya.


dinda keluar dari kamar dengan mata yang sembab,


"mas rafa mau minum apa biar aku buatin" ucap dinda sambil berjalan pergi.


tangan Rafa menahan langkah Dinda, Rafa memeluk dinda dari belakang menjadikan puncak kepala dinda menjadi tumpuan dagunya, dinda ingin terlepas dari pelukan Rafa, tapi Rafa menahannya" tolong biarkan aku seperti ini, aku hanya ingin mengobati hati ku dari rasa cemburu sebentar saja" ucap Rafa sambil memejamkan matanya.


kata-kata rafa selalu membuat hati dinda hangat, dinda sebetulnya wanita paling beruntung karena 2 CEO yang terkenal dengan ketampanannya dan kekayaannya jatuh cinta padanya. tetapi dinda justru sangat ingin pergi dari situasi ini rasanya berhubungan dengan orang kaya itu justru membuat hidupnya makin rumit.


dinda membalikan tubuhnya, lalu melingkarkan tangannya memeluk Rafa, kini posisi dinda berada dalam pelukan Rafa, kepalanya tepat berada di dada bidang Rafa, membuat kerja jantung nya kian cepat,


"mas Rafa mau kan bantu dinda untuk bisa melupakan semuanya" ucap dinda dengan suara yang terisak


Rafa mengusap air mata dinda dengan lembut" sudah jangan menangis lagi, aku tidak ingin melihat kamu bersedih lagi, aku akan merasa sangat hancur jika tidak bisa membuat mu bahagia"


dinda tersenyum lalu membenamkan lagi kepalanya ke dada bidang Rafa ,yang kini akan menjadi tempatnya untuk bersandar.


****


setelah menghadiri sidang perceraian Arka pergi ke night clubs untuk menghilangkan rasa penat di kepalanya, Clarisa yang mengetahui arka pergi ke night club langsung menyusul arka, betul saja arka sudah mabuk dan di kelilingi banyak wanita.


"pergi kalian semua dari sini" usir clarisa pada wanita malam yang mengelilingi Arka.


"sayang kemari lah jangan cemburu, aku hanya lagi bersenang-senang dengan mereka"ricauan arka yang sedang mabuk berat


"arka ayo kita pulang, kamu tidak boleh disini"


arka menarik tubuh clarisa lalu mencium nya , tapi tak selang berapa lama Arka mendorong tubuh clarisa" pergi dari sini kamu bukan dinda, sony usir wanita ini dia bukan dinda"


"tuan mari kita pulang" sony mengangkat tubuh Arka dan membantunya berjalan.


"nona clarisa sebaiknya kamu pulang, tuan arka biar menjadi tanggung jawab saya.


arka dan clarisa pun pulang kerumahnya masing-masing, karena sony tidak ingin bosnya terjebak oleh clarisa.

__ADS_1


ditempat dinda , Rafa mencoba menghibur dinda , kandungan dinda kini sudah menginjak 4 bulan, rafa akan memasak spaghetti untuk dinda, karena tiba-tiba perut dinda terasa lapar.


"mas aku mau Vicall anak aku dulu ya" ucap dinda sambil menekan tombol hijau untuk melakukan panggilan


"hai anak bunda yang ganteng, mah akhir pekan ini dinda mau ajak Ardian bermain, boleh kan mah?


"boleh sayang, sepertinya Ar juga kangen bgt sama kamu,


ketika sambungan telepon masih berlangsung, tiba-tiba terdengar suara sony yang mengatakan bahwa arka sedang mabuk berat, lalu terdengar juga suara arka yang memanggil-manggil nama dinda.


dinda buru-buru menutup teleponnya agar hatinya tidak merasakan sakit lagi.


"nih din spaghetti nya sudah mateng" ucap Rafa sambil membawakan piring yang sudah berisi spaghetti panas.



visual ARDIAN ATTHAYA GUTAMA anak dinda dan Arka.


dinda kembali ke kamarnya , sedangkan Rafa meminta izin untuk bermalam tidur di sofa, karena di Apartemen dinda hanya ada satu kamar. cinta yang teramat besar ke dinda membuat beny benar-benar berubah, bukan hanya wajah dan identitas saja, kini beny yang berubah menjadi Rafa benar-benar berubah dalam sifat juga, kini hanya ada sosok Rafa yang tenang, dewasa, dan pengertian sudah tidak ada lagi beny yang nafsu besar, arogan dan egois. ternyata cinta memang tidak mengenal logika.



****


Mamah rita membangunkan Arka yang semalam habis mabuk,


" ka bangun dong , kamu itu kenapa harus nyiksa diri kaya gini sih, apa susah nya turunin ego kamu, minta maaf sama dinda"


"arka udah nyakitin hati dinda banget mah, pasti dinda bakalan ga mau maafin arka, apalagi sekarang ada cowo yang gantiin arka di sampinh dinda.


"sukurin, kalau kaya gitu berarti itu karma buat kamu, ucap mamah sambil memungut baju yang berserakan.


" mamah ko ga belain arka sih.


"kamu tuh egois banget, sanget banget tau di gituin sama suami sendiri, kalau mamah jadi dinda juga mamah bakalan kabur dan cari suami lagi.. toh dinda masih muda dan cantik" mamah berucap sambil berjalan meninggalkan kamar arka.

__ADS_1


"mammamamah" teriak arka sambil nangis di buat-buat.


akhirnya arka memutuskan untuk mandi, setelah merasa segar arka turun untuk sarapan dan bertemu ardian anaknya. arka menuruni tangga menuju meja makan.


"wah anak ayah udah ganteng mau kemana nih"


"dinda kemaren tlp katanya mau aja ardian jalan-jalan, jadi mamah nyuruh supir buat anterin ke sana


"biar arka aja yang anterin"


setelah arka menghabiskan sarapannya arka langsung menggendong ardian,,


"ayo kita berangkat ketemu bunda"


"ayo"' jawab ardian dengan suara cadelnya


selang 40menit akhirnya arka sampai di apartemen dinda arka menekan bel, dinda tahu bahwa yang dateng pasti ardian dan supirnya, dinda bergegas berlari menuju pintu lalu membukanya, dinda kaget karena arka berada di depan matanya,


"undaaaa " ucap ardian sambil membuka lebar tangannya seperti ingin di peluk


Rafa yang melihat dinda seperti tidak bergeming berjalan menghampiri dinda


"kenapa din ko diem" ucap rafa sambil menatap ke arah yang dinda tatap.


arka langsung menarik tangan dinda" ayo kita pergi katanya mau ngajak jalan ardian"


tapi dinda menahan tangan arka lalu arka pun sejenak berhenti


" mas maaf ya"


"ga apa-apa din pergilah" ucap Rafa sambil tersenyum


dindapun mengikuti langkah arka yang terburu-buru


"ka tangan dinda sakit"

__ADS_1


__ADS_2