True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
75. S2. BERPISAH


__ADS_3

Semua orang sangat senang karena akhirnya Vania bisa terbangun juga dari komanya, Devan akhirnya menyadari betapa rapuh dirinya jika vania tidak ada di samping nya, setalah sadar vania masih menjalankan perawatan selama 7 hari, devan tidak pergi dari sisi vania sedetik pun, bahkan devan rela membawa semua pekerjaan nya ke rumah sakit, marvin lah yang sangat direpotkan.


Dinda sedang membantu merapihkan pakaian vania, hari ini vania sudah di perbolehkan pulang,


"dev sepertinya saya akan membawa pulang vania ke indonesia" ucap arka sambil menghampiri devan yang sedang merapihkan rambut vania.


sungguh devan dan vania sangat kaget dengan pernyataan ayah mertuanya itu, tampak jelas kesedihan di wajah devan.


"ayah tidak bermaksud memisahkan kalian tetapi ayah tidak tenang jika vania tinggal disini" jelas Arka agar devan tidak salah paham.


devan menatap wajah istrinya, mencoba untuk membayang kan jika wajah yang ada di hadapannya ini tidak akan bisa dia liat setiap hari jika vania akan pulang ke indonesia.


"izin kan saya menyelesaikan pekerjaan saya selama satu bulan yah, saya akan benar-benar menjaga vania" ucap devan dengan wajah penuh permohonan.


"maaf kan ayah devan, tetapi ayah rasa tidak akan aman untuk vania, bisa saja pembantu di rumah kamu ada yang berkhianat dan meracuni vania, atau hal yang lainnya"

__ADS_1


vania memeluk devan, untuk menenangkan hati suaminya" sayang apa yang di katakan ayah itu benar, aku sangat takut sekali untuk tinggal di sini, kamu bisa tetap menyelesaikan urusan kamu di sini, aku dan anak kamu akan selalu menunggu"


"baiklah sayang, tapi aku mohon jangan hari ini" ucap devan sambil mencium kening vania.


"3 hari lagi kita akan pulang, jadi 3 hari kamu bisa bersama vania" ucap arka sambil menepuk pundak devan dan pergi meninggalkan vania dan devan.


didalam perjalanan pulang Devan tidak melepaskan genggamannya sama sekali, Vania hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku suaminya. sungguh kejadian kemaren sangat membuat Vania trauma.


Devan sangat mengetahui bagaimana kondisi istrinya saat ini pasti belum bisa melupakan kejadian yang hampir membuat vania dan calon anaknya pergi untuk selamanya.


Vania tersenyum sambil melingkarkan tangannya dan menyandarkan kepalanya di pundak Devan."terimakasih juga dev karena kamu sudah berhasil menyelamatkan kami"


setelah perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya Devan dan Vania sampai kerumah mereka. semua pelayan menyambut mereka dengan suka cita.


Rumah yang sangat besar dan dilengkapi oleh lift, serta pelayan dimana-dimana membuat vania tidak akan kesulitan dan kelelahan, karena seperti seorang ratu apapun yang vania mau bisa langsung di sediakan.

__ADS_1


"ayah dan bunda kamu sudah suruh buat menginap di sini? tanya devan


"sudah dev , tapi sepertinya ayah dan bunda tetap memilih tinggal di hotel sambil mereka honeymoon" jawab vania sambil tersenyum kecil dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Devan buru-buru tidur di samping vania lalu melabuhkan bibirnya di bibir vania yang kecil dan lembut, mereka pun akhirnya melepaskan kerinduan mereka dengan menghabiskan malam ini di atas ranjang.


pada tengah malam,tiba-tiba handphone Devan berbunyi , Devan memindahkan tangan vania dengan lembut, agar istri cantik nya itu tidak terbangun.


"hello" jawab devan sambil mengenakan jubah tidurnya


"bos saya menangkap salah satu anak buah yang berhasil kabur, dan saya akan mulai mengintrogasi nya"


"lakukan secepat mungkin, karena saya tidak akan pernah mengampuni orang yang sudah berani menyentuh keluarga saya"jawab devan sambil menutup sambungan teleponnya.


__ADS_1



__ADS_2