
Dinda merasa sangat gugup, walau pun ini hanya pernikahan kontrak tetapi tetap saja statusnya akan berubah menjadi Nyonya Arka. dinda sedang di dandani oleh MUA terkenal bernama Rio , dengan wajah dinda yang cantik membuat rio sangat mudah untuk merias dinda menjadi bidadari cantik.
"Aduh cin cantik banget sih gemes deh, pa arka bisa banget ya pilih istri.
dinda hanya tersenyum membalas ucapan rio
"Ya ampun menantu mamah cantik banget sih, pasti arka makin cinta sama kamu" ucap mamah rita sambil memegang pundak dinda.
"Makasih ya mah" dinda membalas sambil memegang tangan mamah rita
"Ya udah yu kita keluar, acaranya udah mau mulai, arka udah tegang banget tuh dari tadi" jawab mamah sambil membatu dinda berdiri dan menuntunnya keluar.
visual arka dan dinda di hari pernikahaannya.
Arka sangat terpesona melihat dinda yang sedang digandeng oleh ibu nya, memuji dalam hati nya, betapa cantiknya dinda hari ini.
"Nih mamah serahin dinda sama kamu, liatnya gitu banget sih ka" sindir mamah sambil tersenyum jahil.
"Apaan sih mah" sambil mengandeng tangan dinda
"Ka dinda takut" bisik dinda
"Tidak perlu takut kamu hanya perlu duduk diam"
sampai lah mereka berdua di tempat para saksi yang akan menikahkan mereka, dengan segala proses akhirnya dinda dan arka sah menjadi suami istri, banyak pengunjung yang memuji kecantikan dan ke ketampanan pasangan suami istri ini, mereka terlihat sangat cocok dan serasi. para tamu pun menghampiri arka dan dinda, memberikan selamat, salah satu nya ada keluarga purnama.
"selamat ya pa arka dan dinda, saya titip dinda sama kamu"
" terimakasih pa permana, saya pikir anda sudah membuang dinda" jawab arka
yang mendapat sindiran itu, pa permana hanya tersenyum getir sambil melihat ke arah dinda, sedang kan dinda tidak ingin melihat ayahnya sedikit pun, tak lupa ibu dan adik tirinya pun memberikan selamat, anggun sedikit mendekatkan wajah nya ke dinda lalu berbisik.
"berapa kamu menjual dirimu ? dasar wanita murahan.
__ADS_1
dinda yang mendengarkan ucapan itu hanya diam dan mematung, karena ucapan itu adalah benar, dinda baru sadar bahwa betapa murahannya dia, menukar pernikahan nya dengan uang. arka yang melihat ekspresi dinda langsung menarik pinggang dinda dan berbisik.
"jangan di pikirkan , kamu bukan bukan wanita murahan, kamu adalah istri dari keluarga gutama.
dinda yang tidak mengerti maksudnya arka hanya bisa memandang wajah arka. dan wajah mereka pun saling bertemu. mulailah terdengar teriakan para tamu
"cium,,, cium,,,, cium,,,, cium,,"
tanpa aba-aba arka langsung mencium bibir dinda yang selama ini selalu di tahan untuk melakukannya, dinda yang merasakan sangat tiba-tiba hanya bisa terdiam, tetapi selang beberapa detik dinda pun membalas ciuman Arka, para kameraman pun langsung mengabadikan momen tersebut. mamah rita dan papah tama hanya bisa tersenyum bahagia karena melihat anak satu-satu nya kini telah menikah.
"semoga kita cepat dapet cucu yah pah"
"jalanin aja mah,,, jangan sampai membuat mereka menjadi tertekan"
"papah tuh ya memang paling bijak" ucap mamah rita sambil memeluk tangan suaminya dan menyenderkan kepalanya.
Arka akhirnya melepaskan ciuman tersebut,
"jangan lupa nafas"sindir arka sambil tersenyum memandang wajah dinda yang sudah sangat merah.
"apaan sih ka,, malu tau" jawab dinda sambil mencubit pinggang arka.
ketika arka dan dinda masih saling berpandangan tiba-tiba ada seorang wanita yang menghampirinya.
"arka benarkah kamu arka?"
arka yang mendengar suaranya di panggil langsung menolehkan pandangannya..
"clarisa?"
dinda yang mendengar nama itu di sebut langsung jantungnya seperti di tampar, entah kenapa dinda merasakan sangat cemburu dan takut , secepat inikah dia akan menjadi seorang janda, dinda memang sudah menyiapkan diri untuk hal itu tetapi tidak secepat ini, karena dia akan merasa sangat malu.
"arka bukan kah kamu berjanji akan menikah dengan ku"
Arka yang merasa sangat kaget pun hanya bisa memandang wajah clarisa,
"kamu jahat arka padahal aku sangat menunggu kamu" ucap clarisa sambil berlari meninggalkan arka yang masih mematung .
setelah sadar Clarisa pergi, arka beniat mau mengejar clarisa, tetapi terhalang karena dinda tiba-tiba pingsan, dinda merasa sangat pusing dan lemas karena terlalu memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya, arka pun menahan tubuh dinda lalu menggendongnya.
__ADS_1
" son tolong kamu kejar clarisa dan jangan sampai kehilangan nya, setelah ini selesai saya akan menemui nya. ucap arka sambil berjalan meninggalkan pesta yang sedang berlangsung dan membawa dinda ke kamar pengantinnya yang sudah di sediakan oleh pihak hotel.
mamah rita yang panik mengikuti langkah arka yang sedang menggendong dinda, sampailah arka di kamar hotel, langsung arka menidurkan dinda di kasur.
" mah arka titip dinda ya"
"kamu mau kemana,, istri kamu lagi kaya gini juga kamu tinggalin sih" jawab mamah rita sebal terhadap anak nya
"arka ada urusan sangat penting mah, arka janji setelah selesai akan langsung pulang mah" sambil menggenggam tangan mamah rita.
"ya sudah sana jangan lama-lama , awas aja ya kalau kamu selingkuh"
Arka pun langsung berjalan keluar kamar,, mamah rita yang berusaha menyadarkan dinda akhirnya berhasil , dinda berangsur-angsur sadar.
"mah,,, dinda ada dimana" sambil memegang kepalanya dan merubah posisinya dari tidur menjadi duduk.
"Akhirnya kamu sadar juga nak,,, km lagi di kamar pengantin kalian, kamu ga apa-apa kan sayang?" mamah rita duduk di tepi kasur tepat di samping dinda.
dinda tersenyum dan menggenggam tangan mamah rita " dinda ga apa-apa ko mah tadi dinda sedikit pusing, mamah istirahat aja ya dinda ga apa-apa ko sendiri"
"Kamu yakin ga apa-apa mamah tinggal"
"Iya mah ga apa-apa" dinda berusaha tersenyum agar mamah rita merasa tenang meninggalkannya, karena yang dinda inginkan saat ini adalah sendiri dan menangis sekencang-kencangnya.
"Baiklah ,, mamah tinggal dulu ya sayang kamu istirahat aja" ucap mamah rita sambil mencium pucuk kepala dinda .
"Terimakasih mah" senyum dinda kembali
mamah rita pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar,
Dinda pun menatap ke setiap arah, melihat kondisi kamarnya yang begitu romantis. dia tersenyum getir, karena hanya dirinya lah satu-satunya wanita yang bernasib ditinggalkan oleh suaminya di malam pertama bahkan suaminya kini telah bersama wanita lain.
"Apa yang kamu pikirkan dinda,, kamu hanyalah wanita bayaran yang di kontrak untuk menemaninya selama satu tahun" tangis dinda pun pecah
"Tidak aku harus membatalkan kontrak ini besok pagi, sebelum perasaan nya tumbuh dan berakar"
akhirnya dinda pun beranjak dari tempat tidurnya dan mengganti pakaian pengantinnya, tubuhnya merasakan sangat lelah karena menangis dan akhirnya dinda pun tertidur.
__ADS_1
visual clarisa menghadiri pernikahan arka dan dinda