
Ardian mencari prisa ke apartemen tapi tidak menemukannya, di telepon pun tidak diangkat, setelah vidio di butik itu viral, prisa tahu bahwa ardian akan murka kepadanya, jadi prisa buru-buru pergi, prisa sudah merasa puas bahwa dirinya berhasil menggagalkan pernikahan ardian dan luna.
"shitt kurang ajar kamu prisa, ternyata kamu sudah merencanakan ini semua" ucap ardian emosi sambil memukul tembok yang ada di hadapannya.
Ardian pun memutuskan kembali ke perusahaannya karena ardian tetap harus fokus kepada proyeknya. Luna yang sudah turun dari kereta memanggil sebuah taksi, luna berniat untuk menginap beberapa hari di salah satu kota M. setelah berhasil menemukan taksi luna pun akhirnya sampai di hotel yang dituju, perjalanan 12 jam di kereta membuat luna merasa sangat lelah, luna pun merebahkan tubuhnya, entah kenapa hati nya tiba-tiba merasakan rindu yang teramat ke pada ardian, air mata pun jatuh.
"pasti ardian saat ini sudah bahagia bersama prisa" ucap luna dalam hati.
karena tubuhnya sudah sangat lelah, luna pun tertidur, waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, ardian yang baru selesai mengerjakan tugas nya merasa sangat lelah , belum hatinya yang masih belum tenang, ardian takut jika terjadi sesuatu terhadap luna, apalagi kini luna sedang mengandung anaknya.
"tuan maaf kan saya , kita belum menemukan nona luna"
"kamu harus menemukannya dion, kerahkan semua anak buah, pokonya harus ketemu"
"baik tuan" ungkap dion mengangguk.
"tolong antar saya pulang, hari ini saya lelah" ucap ardian lalu berjalan mendahului dion asistennya.
***
__ADS_1
Di inggris waktu sudah menunjukan pukul 6 pagi, devan terbangun tetapi di samping nya dia tidak menemukan vania, devan memakai jubah mandi, lalu mencari vania ke kamar mandi tapi tidak menemukannya, buru-buru devan keluar dari kamarnya kelantai bawah, dan benar saja vania sedang menyiapkan sarapan, semua pelayan yang ada di situ tertunduk karena tahu tuannya akan marah karena membiarkan nyonya vania mengerjakan pekerjaannya.
"pagi dev" sapa vania sambil tersenyum
"sedang apa kamu, ayo kembali ke kamar" devan berjalan mendekati vania yang sudah terlihat segar dan wangi.
"aku tadi memasak, aku ingin kamu makan masakan aku dev"
devan langsung menggendong vania" aku menikahi kamu agar kamu menjadi seorang ratu, dan menjadi ibu dari anak-anak ku" tegas devan sambil menatap vania wajah vania yang sangat menggemaskan"Leny tolong jangan biarkan nyonya mengerjakan tugas kalian lagi" tegas devan kepada kepala pelayannya.
Devan yang sudah menggendong vania lalu menaiki anak tangga menuju kamarnya kembali.
"aku hanya membuat sarapan aja dev" vania mengalungkan tangannya ke leher devan.
Melihat gelagat devan yang mendekati wajah nya, vania tau bahwa suaminya menginginkannya lagi. devan mencium bibir vania lalu menurunkan seleting belakang dress vania hingga membuatnya bagian atas nya turun, vania membuka tali jubah devan hingga memperlihatkan semua otot devan , yang sangat vania sukai, devan tersenyum melihat vania yang sudah mulai melakukan perlawanan biasanya vania hanya menerima saja, seperti sekarang vania berada di atas tubuh devan lalu memainkannya, dengan rambut yang terurai dan kulit putih belum wajah vania yang sangat cantik membuat vania terlihat sangat seksi, devan pun telah sampai di puncaknya, tidak ingin melewatkan kenikmatannya devan menarik tubuh vania, lalu menidurkannya dan mulai menghentakkan nya dengan gerakan yang cepat, ******* vania membuat devan semakin gairah, dan keluarlah lagi benih cinta di dalam rahim vania, devan ambruk di atas tubuh vania.
" terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu, jadilah ibu yang baik untuk anak-anakku" bisik devan.
vania tersenyum,lalu mencium singkat bibir devan" Makasih juga dev, aku akan sangat bahagia menjadi ibu anak-anak kamu"
__ADS_1
devan langsung menggendong tubuh vania" ayo kita membersikan nya bersama"
devan membawa vania ke kamar mandi , lalu mereka mandi bersama.
"aku hari ini mengambil cuti, aku mau mengajak kamu keliling kota london"
"benarkah, makasih sayang" vania memeluk devan bahagia.
mendengar vania mengucapkan kata sayang, entah kenapa devan sangat bahagia" mulai hari ini kamu harus memanggil aku seperti itu"
vania yang sedang memeluk devan refleks mengangkat kepalanya agar bisa berhadapan dengan devan"memanggil apa" ucap vania bingung.
dengan rona merah di pipinya devan berkata"itu kata sayang"
vania tersenyum lalu berjinjit agar bisa menggapai bibir devan, di cium berulang-ulang kali secara singkat" baiklah sayang"
devan tersenyum lalu mengangkat tubuh vania dan memutarnya.
vania dan devan pun tertawa bersama.
__ADS_1