
Untuk saat ini dinda hanya ingin menjalani hidupnya sendiri, tidak terikat apapun. walaupun dihatinya sangat mencintai Arka, tetapi dinda tidak ingin cepat kembali agar arka bisa lebih menghargainya lagi.
"aku udah engga kaya dulu ka, dulu kamu mempermasalahkan saat laki-laki lain hanya menyentuh saja, dan sekarang ini dinda udah di sentuh seluruh tubuh" ucap dinda jujur tanpa ada niat menutupi sama sekali.
"aku tahu din, dan mungkin ini karma untuk aku, tapi tolong berikan aku kesempatan sekali saja.. aku bisa menerima kamu apa adanya" arka memohon.
"kasih dinda waktu buat berfikir ya ka, untuk sekarang dinda cuman mau sendiri.
"tapi kamu harus janji, jangan pernah dekat dengan pria manapun"
"tergantung ka, kalau lelakinya cocok sama dinda, ya kenapa engga dinda coba deketin" ucap dinda sambil tersenyum jahil.
"berani ya kamu sekarang" arka mendekat laku menggelitik tubuh dinda,
dinda pun tertawa dan memohon kepada Arka untuk berhenti.
"udah ampun ya ka, nanti dinda engga beres-beres buat masukin pakaian anak-anak dan dinda.
akhirnya arka berhenti menggoda dinda, dan membantu merapihkan semua kebutuhan anaknya, dinda memohon ke arka agar bisa
membawa anak-anaknya bersamanya di apartemen. dinda ingin menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya.
ada udang di balik batu, itulah perumpamaan arka saat ini, karena dengan anak-anaknya bersama dinda, arka menjadi ada alasan untuk bermain ke Apartemennya.
setelah semuanya rapih , dinda dan anak-anak bersiap-siap untu ke pergi ke apartemen di antar arka.
" mah dinda dan anak-anak pamit ya, nanti mamah sering main ya"
__ADS_1
"iya sayang hati-hati ya"ucap mamah rita sambil memeluk tubuh dinda.
"dah oma" ucap ardian
dan kini dinda , arka dan anak-anak sudah berada didalam mobil.
"ka apakah clarisa sudah di temukan"
"polisi masih belum bisa menemukannya"
Arka melihat raut wajah dinda yang ketakutan,
"aku sudah membayar orang untuk melindungi kalian, jadi jangan takut ya, ucap arka sambil fokus menyetir tapi tangan satunya lagi menggenggam tangan dinda yang sudah mengeluarkan keringat dingin.
dinda hanya bisa mengangguk, mengikuti perintah arka demi kebaikan anak-anaknya.
"tapi din, aku masih kangen anak-anak"
"engga ka, pokonya saat ini dinda lagi mau sendir"
"baiklah tapi jangan lama-lama yang din lagi mau sendirinya" ucap arka dengan memasang ekspresi wajah yang sedih.
selang 40 menit, mereka pun sampai di apartemen. dan arka menempati janji setelah mengantar kan dinda dan anak-anak, arka langsung pamit.
sungguh ini adalah peningkatan yang sangat luar biasa, sifatnya yang egois, tidak mau mendengar penjelasan hilang begitu saja.
tapi perubahan sifat pun tidak cukup, dinda ingin jika suatu saat dia kembali , arka tidak akan pernah mengambil keputusan salah lagi sebagi kepala rumah tangga.
__ADS_1
dinda seharian bermain dengan adrian dan vania, tampak jelas adrian dan Vania terlihat sangat bahagia, setelah bermain puas, mereka pun akhirnya tertidur juga.
Dinda merasakan perut nya sangat lapar sekali, pada saat dinda akan beranjak ke dapur, dinda melihat arka yang sedang duduk di sofa ruang tengah
"Din pasti kamu lapar" Arka sambil mengangkat paper bag yang berisi lauk matang
"Ka kenapa balik lagi sih" dinda mengomel sambil berjalan mendekat dan duduk di sofa.
"Yang penting kan aku nepatin janji aku terlebih dahulu untuk langsung pulang, ayo kita makan bersama"
akhirnya dinda mau tidak mau makan bersama dengan arka.
"Din aku boleh ya tidur di sini"
"ya udah tapi kaka tidur di sofa, jangan coba-coba masuk ke kamar dinda ya ka"
"baiklah, tapi cium dulu pipi aku"
"boleh, tapi kaka langsung pulang, terus jangan ketemu dinda lagi"
"tidak jadi cepat istirahat lah" ucap arka, lalu mencium pipi dinda singkat.
"kak ihk,, seneng banget cari kesempatan" dinda memegang pipinya lalu berbalik berjalan masuk menuju kamarnya
__ADS_1
visual arka tidur di sofa rac.