
setelah di rawat dari rumah sakit dinda di izinkan untuk beristirahat selama 2 hari oleh Rafa, hubungan dinda dan Rafa semakin baik, bentuk perhatian yang Rafa berikan membuat dinda tidak terlalu merasakan kesakitan dalam hidupnya.
Arka setiap malam selalu datang ke apartemen dinda tetapi hanya berada di dalam mobil dan berada di depan parkiran, arka melihat setiap Malam Rafa selalu datang ke apartemen itu dan pulang kita sudah larut. sungguh Arka ingin sekali masuk ke apartemen itu dan mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh dinda dan Rafa.
Pagi sekali dinda sudah bangun, dinda berniat untuk mengurus perceraian nya dengan Arka, dan Rafa akan mengantar dinda, dinda masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, ketika dinda berada di kamar mandi Rafa datang membawa sarapan, Rafa tidak mau dinda repot masak, makannya dia datang sangat pagi,dinda keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandinya, berjalan menuju dapur dan dinda merasa kaget ketika melihat Rafa sedang duduk di meja makan.
"berpakaian lah dan kita sarapan" ucap rafa sambil menyimpan makanan di atas meja makan"
"iya mas, dinda ganti baju dulu ya" ucap dinda lalu berjalan memasuki kamar.
visual saat dinda menggunakan jubah mandi
dan visula Rafa hari ini
selang 15 menit, dinda keluar dengan pakaian rapih dan make up tipis, sungguh Rafa sangat mengagumi wajah cantik alami yang di miliki dinda.
"makasih ya mas rafa udah bawain dinda sarapan"
"aku ga mau kamu repot untuk memasak"
__ADS_1
Mereka bedua menghabiskan sarapan dengan keheningan , dinda dan Rafa bersiap untuk datang ke pengadilan agama untuk mendaftarkan perceraian nya. setelah selesai mengurusnya, rafa dan dinda melanjutkan pekerjaan nya masing-masing, banyak yang merasa sangat Iri kepada dinda karena Rafa terang-terangan memberikan perhatian lebih kepada dinda, sehingga dinda mau tidak mau banyak mendapatkan cebikan dan delikan mata sini dari para pegawai wanita Rafa.
di tempat lain, Arka menyibukkan diri dengan perusahaannya agar bisa melupakan dinda,
"tuan ada undangan sidang perceraian, nona dinda melayangkan cerai"
Arka tersenyum sinis sambil membuka kan amplop ada surat yang harus di tanda tangan oleh nya jika dia menyetujui perceraian ini, dengan penuh emosi arka menandatangani surat tersebut,
"sampaikan saya akan menghadiri persidangannya" ucap arka sambil memutarkan kursi kerjanya memandangi pemandangan di luar kaca yang terpampang banyak gedung pencakar langit lainnya, "akhirnya aku akan melihat sifat asli kamu din" ucap arka dalam hati.
****
tak terasa sudah seminggu arka menunggu dimana hari ini arka akan bertemu dengan dinda di persidangan.
Dinda meminta Rafa untuk menunggu di dalam mobil, karena dinda tidak ingin memancing emosi Arka.
"kenapa kamu lakukan ini"
dinda berbalik dan menatap wajah arka" kamu tanya kenapa, apakah aku harus berstatus tidak jelas selamanya, suamiku sudah tidak menginginkan ku" ucap dinda sambil memajukan langkahnya agar bisa melihat tatapan suaminya lebih dekat.
arka tersenyum tipis"alasan saja, sekarang aku tahu bagaimana kamu sesungguh nya seka- "
belum selesai Arka berbicara dinda langsung memotong ucapan arka.
__ADS_1
"apa yang kamu pikirkan, aku wanita murahan, bahwa aku hidup dengan laki-laki lain padahal masih berstatus istri kamu, pernah kamu berfikir sedikit saja, bahwa kamu sangat kejam membuang istri yang sedang hamil, padahal kamu tahu hanya sama kamu aku menghabiskan waktu setiap malam, jadi teruslah bertahan dengan pikiran mu bahwa aku gadis murahan, itu malah memudahkan aku untuk bisa membenci mu dan melupakan cinta kita" dinda berucap dengan bibir begetar dan air mata yang mengalir,
Arka menarik pinggang dinda lalu mendaratkan ciuman di bibir dinda, awalnya dinda menolak dengan mendorong dada arka, tetapi tubuhnya menghianati kinerja otaknya jujur dinda sangat rindu dengan sentuhan suaminya, dinda sedikit membalas tetapi dinda langsung tersadar dan dinda pun melepas bibirnya dari arka lalu menamparnya" sekarang kamu pun memperlakukan aku seperti wanita murahan" ucap dinda sambil berjalan menuju mobil yang terparkir di depan gedung pengadilan, Rafa yang menunggu di dalam mobil menyaksikan semua nya, jujur hati nya sangat cemburu tetapi melihat tatapan dinda menampar arka, Rafa yakin bahwa dinda semakin membenci arka. dinda masuk kedalam mobil dengan air mata yang coba dia hapus tetapi tetap terus mengalir tidak mau mengerti.
"mas ayo kita jalan, ucap dinda sambil membuang pandangannya ke jendela mobil
Rafa menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.Arka yang di tinggal oleh dinda begitu frustasi, berteriak menatap langit meluapkan emosinya yang dia pun tidak tahu harus marah kepada siapa. didalam mobil rafa dan dinda cukup hening, rafa menggenggam telapak tangan dinda dan tangan satunya lagi tetap fokus menyetir, dinda reflek mengalihakan pandangannya kepada Rafa.
"Maaf kan aku mas" ucap dinda , karena dinda tahu pasti rafa sangat cemburu.
rafa tidak membalas permintaan maaf dinda, malah mengalihkan pembahasannya" apakah kamu mau makan dulu?"
"aku lelah mas, bisakah kamu antar aku pulang"
"baiklah tapi kamu tetap makan, apakah kamu mau membahayakan janin kamu lagi"
dinda mengangguk menyetujui untuk makan terlebih dahulu, didalam hati dinda sungguh sangat memuji dengan sikap dan kedewasaan Rafa, andai arka seperti Rafa yang menghadapi segala sesuatu dengan tenang dan dewasa.
visual dinda dan araka di persidangan
__ADS_1
dan Rafa yang menunggu dinda di mobil