True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
29. HARUS BISA MELUPAKAN


__ADS_3

Didalam mobil dinda hanya terdiam memandang ke arah jendela mobil, rafa memperhatikan wajah dinda yang terlihat sedih, "kenapa bisa berubah padahal tadi pagi dia sudah terlihat bahagia" ucap Rafa dalam hati.


"Pa Rafa apakah boleh saya meminjam uang untuk menyewa rumah, dan pada saat gajian nanti bisa langsung dipotong" dinda berbicara sambil menatap wajah Rafa yang sedang fokus dengan Ipad nya.


Rafa menoleh pandangannya agar berhadapan dengan dinda"kamu bisa menempati salah satu apartemen saya jika kamu mau"


"tidak pa,, saya takut orang akan berpikiran buruk tentang bapa, dengan menyimpan saya di apartemen pa Rafa , apalagi saya sedang hamil"


"apakah saya terlalu tua buat kamu, sampai kamu selalu memanggil saya Pa, saya punya apratemen di tempat yang bukan elite jadi orang pasti menyangka kamu menyewanya , tinggalah di sana" ucap Rafa sambil merubah pandangannya ke ipad yang sedang dia pegang


dinda menggigit bibir bagian bawahnya karena bingung harus menjawab apa.


"jangan melukai bibir kamu dengan selalu menggigit nya apabila gugup, dan jangan lakukan itu di depan pria, karena mereka akan berfikir bahwa kamu sedang menggodanya" ucap Rafa sambil tersenyum lalu menatap wajah dinda


tiba-tiba dinda merasa deg-degan pada saat Rafa menatap wajah nya dengan lembut, refle dinda langsung memalingkan kembali wajahnya ke jendela, Rafa tersenyum melihat dinda yang salah tingkah.


Akhirnya Rafa dan dinda sampai di perusahaan, dinda bekerja dengan cukup baik, gesit cekatan dan rapih , Rafa sangat puas dengan hasil kerja dinda, beberapa meeting pun dinda menyiapkan dengan sangat rapih.


"leon bagaimana dengan perkembangan perusahaan Gutama group" tanya Rafa kepada asisten setia nya.


"mereka masih cukup kuat tuan, tapi saya dengar pa arka sakit dan di larikan ke rumah sakit"jawab leon


jadi ini yang membuat suasana hati dinda berubah" ucap Rafa dalam hati.

__ADS_1


terdengar suara ketukan pintu, dinda masuk keruangan Rafa dengan membawa beberapa berkas dan langsung meyimpannya di atas meja.


"dinda panggil saya Rafa jika hanya kita berdua saja" ucap Rafa yang mendahului dinda yang baru saja mau membuka mulut nya untuk berbicara.


"baiklah rafa, apakah saya boleh pulang sekarang, hari ini saya ada urusan mau kerumah sakit" ucap dinda


"boleh, untuk pasword apartemen saya akan kirim kan ke ponsel km, jadi kamu bisa pulang ke sana malam ini, hati-hati ya" ucap Rafa sambil tersenyum


"terimakasih Rafa" dinda membalas senyum Rafa dengan sangat manis.


dinda memesan taksi untuk menuju rumah sakit dimana arka di rawat, sesampai nya di rumah sakit dinda melihat arka yang sedang tertidur, dinda berjalan mendekati ranjang arka, dan benar saja badan arka masih panas, akhirnya dinda merawat arka dinda merasa sangat lelah, tanpa terasa dinda tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya berada di samping tubuh arka.


Arka yang mulai merasa badan nya lebih enak , akhirnya tersadar, arka kaget karena ada dinda disampingnya, arka membelai pipi dinda, jujur arka sangat merindukannya, arka sebenernya ingin sekali berdamai dengan keadaan tapi arka takut apabila kenyataan mengatakan bahwa anak yang di kandung dinda adalah anak beny, buru-buru arka menarik tanganya , karena melihat pergerakan dinda.


dinda terbangun dari tidurnya, ketika dinda akan memegang kening arka tiba-tiba arka menepis tangan dinda


dinda mendengar perkataan arka entah kenapa tiba-tiba lidahnya kelu, hanya butiran air mata saja yang mengalir deras di pipi dinda, tubuh dinda mematung beberapa detik lalu berjalan mengambil tas nya, dinda meninggalkan arka tanpa membalas ucapan arka sama sekali.


arka membuang napas kasar lalu memukul samping kasur nya , menyesali ucapan yang telah dia keluarkan tadi, ingin sekali arka menurunkan egonya, tapi tidak sanggup arka lakukan.


dinda berjalan melewati loby rumah sakit, sony yang melihat dinda buru-buru mengikutinya, dinda pulang ke apartemen yang telah di sediakan oleh Rafa, tidak sia-sia sony mengikuti dinda, akhirnya sony mengetahui dimana dinda tinggal. sony pun kembali ke rumah sakit untuk melaporkan kepada arka.


dinda yang sudah menahan tangis nya akhirnya pecah juga, dinda menangis sekencang-kencang nya karena di apartemen ini dinda hanya sendiri,dinda berjanji dalam hatinya bahwa dia harus mulai belajar untuk melupakan Arka. tak selang lama Rafa datang ke apartemen untuk mengantarkan koper dinda, tanpa menekan bel sebenarnya Rafa bisa masuk ke apartemen dinda tapi dia tidak ingin gegabah, saat ini dia harus menghormati dinda agar bisa meluluhkan hati dinda.

__ADS_1


Rafa menekan bel tapi pintu tidak juga terbuka, akhirnya Rafa menekan tombol pin dan langsung masuk, dinda sebenernya mendengar bunyi bel tapi entah kenapa tiba-tiba badanya lemas dan menggigil, Rafa yang melihat dinda tergeletak dengan posisi duduk di lantai, buru-buru menghampiri dinda,


"dinda kamu kenapa, dan badan kamu dingin sekali" ucap Rafa panik


"Rafa tolong perut ku sakit sekali" ucap dinda lalu memegang tangan Rafa dengan erat dan mendaratkan wajah nya di dada bidang Rafa.


Rafa langsung menggendong dinda dan masuk kedalam mobil untuk di bawa ke rumah sakit, sesampainya di rumah sakit dinda langsung di tangani di bagian IGD ketika dinda akan di bawa ke ruang rawat, arka yang akan pulang berpapasan dengan Rafa dan dinda, arka melihat dinda sangat pucat, tetapi pandangan Arka beralih manatap tajam ke pria yang membantu mendorong ranjang serta menggenggam tangan dinda


Rafa membalas tatapan itu balik, lalu berhenti tepat di samping Arka,


"jadi ini CEO gutama group yang membuang istrinya ketika sedang hamil" ucap Rafa dengan nada menyindir


Reflek Arka menarik bagian atas baju Rafa" kenapa anda bisa bersama istri saya?" tanya arka dengan penuh emosi


"kenapa ? bukannya anda sudah membuangnya, saya menemukannya dijalan dan saya akan menjadikannya berlian, apakah anda tidak sadar bahwa istri anda sangat cantik dan pintar, walaupun dia dalam kondisi sedang hamil pun akan ada banyak pria yang tetap menginginkannya, jadi jangan menyesal" ucap Rafa sambil menepuk pundak arka lalu berjalan ke arah dimana kamar rawat dinda berada.


"mendengar kan kata-kata itu, arka merasa seperti di tampar, orang lain saja mau menerima dinda, tetapi arka malah mengusir dinda dengan alasan tidak menerima dinda karena sudah di sentuh oleh orang lain, arka memejamkan matanya lalu berjalan menuju parkiran, sesampainya di mobil arka menyuruh sony untuk mencari tahu lelaki itu.



tatapan arka ketika bertemu dinda dan rafa di lorong rumah sakit


__ADS_1


tatapan pembalasan Rafa kepada arka


pertanyaan penulis : kalau kalian jadi dinda kalian akan pilih siapa nih Arka atau Rafa ??? 😅😅


__ADS_2