True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
15. MENUNGGU ARKA PULANG


__ADS_3

Setelah mengantarkan dinda arka langsung melaju menuju kantornya, arka dengan kharisma dan kepintaran nya selalu membuat para investasi percaya atas kepemimpinannya.


"Arka aku sakit bisa kah kamu datang untuk mengantarkan saya ke rumah sakit?" pesan singkat yang di kirimkan oleh clarisa, arka yang melihat ada notif pesan masuk di ponselnya langsung membaca pesan tersebut.


"tunggulah" balas arka singkat.


"Son saya ada urusan keluar sebentar tolong kirimkan laporan perusahaan hari ini ya, dan tolong jemput dinda tepat waktu"


"Baiklah tuan" jawab sony sedikit mengangguk.


"Sayang nanti supir akan menjemput pulang, km tidak perlu masak untuk makan malam, karena saya akan pulang terlambat" pesan singkat yang di kirimkan oleh arka untuk dinda.


Arka langsung berangkat ke apartemen clarisa, sesampainya di sana arka melihat clarisa sedang tertidur, arka pun berjalan mendekati Risa dan mengecek suhu tubuhnya, ternyata benar tubuhnya sangat panas, akhirnya Arka pun berinsiatif mengompresnya, setelah menunggu beberapa jam suhu tubuh risa pun mulai menurun.


"Arka kamu sudah datang,,, maaf aku tadi benar-benar pusing" ucap Risa dengan merubah posisinya dari tertidur menjadi duduk,


"Kamu makan lah dulu lalu minum obat ini" perintah arka yang sudah duduk di samping Risa.


Arka menyuapi clarisa, dengan semangat clarisa memakan setiap makanan yang arka berikan.


"Setelah ini saya akan pulang, km sudah enakan kan"


"Arka tunggulah sebentar lagi, aku takut seperti semalam merasa tidak berdaya tapi tidak orang pun di sini. akhirnya arka memutuskan untuk menunggu sebentar lagi. dan karena lelah arka tertidur di sofa apartemen Clarisa


Dinda menunggu Arka pulang, waktu sudah menunjukan jam 11 malam, tapi suaminya tidak kunjung datang juga, akhirnya dinda memutuskan untuk menelpon Arka tapi tidak ada jawaban, Clarisa yang melihat ponsel arka terus berbunyi akhirnya penasaran untuk melihat ponsel arka yang di simpan di atas Nakas, melihat muncul nama sayang membuat hati clarisa pun panas, munculah ide untuk membuat dinda marah, clarisa memakai lipstik dan mencium kan di kerah kemeja Arka, jarak bibir arka dan clarisa begitu dekat, sehingga clarisa pun memberanikan diri untuk mencium bibir arka, arka yang sedang tertidur merasakan ada yang mencium bibirnya, tanpa sadar arka membalasnya karena arka pikir bahwa dinda lah sedang menciumnya,,, tetapi pada saat arka ingat bahwa dirinya tidak sedang berada di apartemen nya arka pun membuka matanya dan mendorong wanita yang ada di hadapannya.


"risa apa yang kamu lakukan" arka langsung berdiri dari sofa tersebut mengambil ponselnya dan berjalan menuju pintu keluar dengan wajah yang sangat marah.

__ADS_1


"Arka tunggu,,,, aku sangat mencintaimu arka, aku rela menjadi wanita setelah dinda, aku rela jika hanya bisa bersama dengan mu sehari saja" ucap clarisa sambil memeluk tubuh arka dari belakang.


"Maaf Clarisa saya tidak bisa, hanya ada satu wanita yang saya cintai" jawab arka sambil berjalan ke pintu keluar menuju tempat parkir dan langsung melajukan mobilnya.


ketika masuk dalam apartemennya arka melihat dinda yang tertidur di sofa tamu. arka menggendongnya untuk memindahkannya ke kasur, dan memeluknya lalu mencium singkat bibir dinda, merasa sangat hangat dan nyaman dinda pun membalas memeluk arka dan semakin menenggelamkan kepalanya kedalam pelukan arka.


"Maaf kan aku sayang " ucap arka sambil mencium puncak kepala istrinya dan ikut tertidur bersama dinda.


dinda terbangun jam 4 pagi, dinda tersenyum dan menyentuh wajah arka lembut karena jika arka dalam ke adaan terbangun dinda tidak berani untuk menyentuhnya.


"Sampai kapan kamu mau memandangi wajah aku terus" ucap arka tiba-tiba


"Aku merindukan mu sayang" ucap dinda sambil menidurkan kepalanya di dada bidang arka"


arka menegakan badan dinda


dinda tertawa merasakan geli di sekujur tubuhnya, arka mencium lembut bibir dinda dan berujung melakukan penyatuan itu kembali, dinda merasa sangat lemas setiap kali habis berhubungan dengan suaminya karena selalu arka yang mengendalikan permainannya. kini arka dan dinda tertidur kembali setelah melakukan hubungan. suara ponsel dinda di atas nakas berbunyi, dinda terbangun dan mengangkat telepon.


"kak bangun, papah tadi telepon, katanya mamah sakit , kita ke rumah mamah yu"


"hmmm,,, km mandi duluan" jawab arka singkat


dinda merapihkan semua pakaian yang berserakan di lantai, pada saat dinda mengambil kemeja arka , dinda melihat jejak lipstik di kemeja arka. dinda memperhatikan arka yang sedang tertidur pulas, bertanya dalam hatinya, apakah suaminya habis bercinta dengan teman kecilnya itu, hatinya sangat sakit ketika membayangkan bagaiman arka bercinta dengan perempuan lain, tidak ada yang akan menolaknya, dan semua wanita pasti puas dengan permainan arka, dinda berusaha percaya dengan logikanya tidak mungkin arka bercinta dengan wanita lain, karena dinda percaya pada suaminya. dinda pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. setelah memikirkannya dinda memilih langsung bertanya pada arka.


dinda sengaja tidak membangunkan arka, dia langsung ke dapur dan memasakan bubur untuk mertuanya yang sedang sakit. tapi pada saat dinda menyelesaikan masakannya bubur dan untuk sarapan, arka keluar dari kamarnya dengan penampilan yang sudah rapih dan segar.


"pagi sayang " sapa arka sambil mencium pipi kanan Dinda lalu duduk .

__ADS_1


"Pagi, sarapannya aku udah siapin kaka makan dulu ya" jawab andin sambil ikut duduk di sebrang arka.


"Aku sudah telepon hrd pusat bahwa kamu tidak akan bekerja lagi"


"Ko gitu sayang,,, aku kan udah pernah bilang kalau hamil aku pasti keluar kerja"


"Bagaimana kamu akan cepat hamil kalau ke kecapean, lagi pula aku lebih senang kalau km di rumah" tegas arka tanpa mau di bantah sama sekali.


"Kenapa wajahnya di tekuk kaya gitu, kamu ga suka ngurus suami di rumah"


"Bukan seperti itu ka,,, tapi nanti aku pasti bosen seharian di rumah sendiri, terus kaka juga pulangnya malem kan, kaya semalem" jawab dinda dengan wajah sedih.


arka melihat wajah dinda yang sedang menahan tangis, seperti menunggu penjelasan.


"maaf kaka tadi malem nemenin Clarisa karena dia sedang sakit , dia tidak punya keluarga di sini jadi terpaksa kaka temenin dia dulu"


"kenapa harus ada jejak lipstik di kemeja kaka kalau memang hanya menunggu nya saja" ucap dinda dengan air mata yang sudah mengalir.


arka berjalan mendekati Dinda dan duduk disampingnya lalu memeluk dinda.


"aku tidak melakukan apa-apa, kamu bisa percaya kan?"


dinda mengangguk tapi hatinya tetap sakit, karena kenyataannya tetap sama suaminya berada di apartemen clarisa sampai malam.


setelah menenangkan adinda, arka dan dinda pun pergi bersama ke rumah mamah rita. mudah bagi arka mengambil hati istrinya kembali karena pada dasarnya adinda tidak pernah bisa marah.


__ADS_1


adinda memang selalu cantik ya


__ADS_2