
Arka menemani dinda yang kini sudah berada di ruang perawatan, luka tamparan yang begitu jelas ada di pipinya, sudut bibir yang terluka, wajah yang sangat pucat, membuat arka merasa sangat sedih melihat keadaan dinda, belum lagi mentalnya yang tertampar akibat kenyataan bahwa Rafa adalah beny.
"sayang bangun lah, aku berjanji tidak akan membuat kamu menderita lagi" ucap arka lembut sambil mengelus rambut dinda.
tangan dinda mulai bergerak, dan matanya pun perlahan terbuka.
"ka,,, bagaimana ke adaan Rafa, dia masih hidup kan, aku membencinya, tapi aku tidak mau berhutang nyawa pada nya ka"
"aku mengerti din, tapi kamu tenang dulu ya" Arka sangat mengerti bagaimana kondisi dinda saat ini
"selamat siang nyonya, pa Rafa telah meninggal, dan dia pernah berpesan untuk menyerahkan surat ini pada anda apabila dia sudah tidak ada"
__ADS_1
Kedua tangan dinda menutup wajahnya tangis yang sudah terasa sesak di dada kini pecah, dinda sungguh merasa sangat bingung, antara benci dan merasa bersalah, tidak bisa di pungkiri, bahwa dinda telah menyerahkan seluruh hidupnya pada rafa, dan dinda pun menikmati semua sentuhan Rafa, dinda bertanya pada hatinya, sangat bohong jika itu bukan cinta, walau pun cinta nya tidak sebesar cinta kepada Arka, tetapi Rafa pun mendapatkan tempat sendiri di hati dinda.
Arka memeluk dinda, dirinya lah yang patut di salahkan, tidak mungkin dinda akan berada dalam posisi ini jika dirinya tidak bodoh dalam mengambil sebuah keputusan. setelah merasa tenang dinda mengambil surat dari tangan leo.
"baiklah nyonya saya pamit" ucap leo sambil sedikit mengangguk dan berlalu pergi dari ruangan rawat dinda.
"ka boleh tinggalkan aku sendiri, untuk saat ini dinda cuman mau sendiri dulu" ucap dinda dengan wajah memohon.
"baiklah, tapi kamu janji harus kuat, aku mau mengambil baby vania dulu di rumah Rafa" ucap arka laku mencium kening dinda.
"din maaf kan saya, yang telah menghancurkan kehidupan kamu, mungkin saya egois karena hanya memikirkan diri saya sendiri, tetapi entah kenapa saya tidak bisa melupakan kamu, saya rela harus mengubah identitas saya hanya untuk bisa mendapatkan kamu, dan segala cara pun saya rela lakukan agar kamu berpisah dengan Arka, dan pada akhirnya saya pun mendapatkan kamu, ya hanya raga kamu tapi tidak dengan hati kamu.
__ADS_1
dari situ saya mengerti arti cinta yang sesungguh nya, ternyata hati saya lebih puas melihat kamu senang dan bahagia, di bandingkan dengan memiliki kamu, tetapi kamu tidak bahagia. saya sempat berfikir untuk mengembalikan kamu kepada arka. tetapi hati berkata lain, hati ini yang selalu menginginkan kamu berada dekat dengan saya.
dari kecil saya memang selalu kalah dalam mendapatkan cinta, cinta dari kedua orang tua pun saya tidak pernah mendapatkan nya. sekali lagi maafkan aku, ucap Rafa dalam surat.
dinda meneteskan air matanya, ternyata kebencian berlebihan dinda lah yang membuat Rafa menjadi senekad ini, andai dulu dia bisa memaafkan dan menjadi teman , mungkin Rafa akan menjadi teman yang baik.
hampir 8 bulan dinda bersama dengan Rafa sungguh dinda sangat jelas mengetahui betapa kesepiannya hidup Rafa.
dinda menangis terisak , dinda belajar apa arti cinta dari Rafa dan Arka, masing-masing memiliki cara nya sendiri untuk menunjukan rasa cinta yang sesungguhnya.
dinda merasa bingung, harus kah dia kembali ke arka , dinda menggeleng, tidak untuk saat ini, dinda ingin menata hati nya terlebih dahulu. dan tidak ingin mudah untuk jatuh cinta lagi.
__ADS_1