True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
72. S2. SAKIT SEKALI


__ADS_3

Dokter wiliam buru-buru menelpon devan, tetapi tidak berhasil, akhirnya wiliam memutuskan mengirimkan pesan singkat berharap devan akan membaca pesannya.


betul saja setelah selang beberapa menit, ponsel wiliam berbunyi dan itu adalah panggilan dari devan, buru-buru wiliam mengangkatnya


"wiliam apakah yang kamu katakan itu benar" tanya devan dengan nada yang begitu panik


"betul pa devan, bahkan CCTV rumah sakit saja di retas" wiliam menjeda dulu ucapannya agar devan mengerti " dan satu lagi dev, tadi vania memeriksakan dirinya ke dokter kandung, dab dirinya skrg sedang hamil"


Devan memutuskan teleponnya, lalu memukul tembok dengan sangat keras yang ada di hadapannya, meluapkan emosinya. bagaimana tidak emosi, istri dan calon anaknya dalam bahaya.


"marvin tolong gerakan semua IT handal untuk bisa mendapatkan rekaman CCTV rumah sakit hari ini, tanpa itu kita tidak bisa mengetahui siapa yang menculik vania" ungkap devan


devan sangat kacau bahkan dirinya kini benar-benar tidak bisa berfikir dengan jernih, sampai malam hari pun para IT yang di tugaskan masih belum bisa memulihkan rekaman CCTV.


"tuan makan lah sedikit, kalau seperti ini anda bisa sakit" ucap marvin dengan kepala yang sedikit menunduk


"bagaimana saya bisa makan, sementara saya tidak tahu nasib istri dan anak saya" Devan membuang nafas frustasi

__ADS_1


"saya mengerti tuan, tetapi anda memerlukan tenaga agar bisa berfikir jernih dan memiliki tenaga untuk mencari nyonya vania"sarkas marvin yang masih membujuk bos nya agar mau makan.


setelah di pikirkan betul apa kata marvin, akhirnya devan mengisi perutnya walaupun sedikit.


"tuan malam ini , paman leo dan tuan Rafa akan sampai disini" ucap marvin


"Rafa maksud kamu apa?" devan sungguh bingung, karena setau dia kaka sepupunya itu sudah meninggal.


"maaf tuan, saya pun sempat kaget dengan berita ini, tapi ternyata selama ini tuan rafa koma selama 2 tahun, selama ini bersembunyi karena sedang melakukan pemulihan" marvin menjelaskan.


"saya baru mendapatkan pesan, bahwa tuan harus segera menelpon ayahnya vania, karena ayahnya pasti memasang alat pelacak di tubuh vania"


"benarkah" devan buru-buru mengambil ponsel tetapi sempat ragu untuk telepon, mengingat devan mengambil paksa vania dari orang tuanya, tetapi devan tidak habis pikir jika vania di pasang alat pelacak kenapa orang tuanya tidak datang membawa vania. akhirnya devan memutuskan untuk menelpon Arka.


"halo selamat malam pa arka"


"iya halo, devan ada apa"

__ADS_1


devan sempat kaget, tetapi tetap melanjutkan niat nya" maaf kan saya karena saya tidak becus menjaga vania, kemaren vania di culik, dan saya kesulitan untuk mencari jejaknya"


Arka terkejut, dan sangat ingin marah pada devan, arka mau menerima devan, karena berapa kali vania selalu memohon kepada ayah dan ibunya untuk menerima devan, karena vania sedang berusaha membuat devan bisa menerima orang tuanya, jika bukan karena vania yang memohon rasanya arka ingin sekali menghukum devan karena telah mengambil permata nya yaitu vania. sebenarnya Arka juga merasa bingung kenapa vania tidak bergerak sama sekali, tetapi sinyalnya masih berwana hijau itu artinya vania masih hidup.


"saya pastikan akan mengambil vania kembali jika vania berhasil di temukan, saya sudah sangat percaya sama kamu, tetapi kejadiannya seperti ini" tegas arka


"saya sangat menyesal pa,, apapun yang terbaik untuk vania saya akan ikuti, yang terpenting vania dan anak saya selamat" dengan suara bergetar devan berucap.


arka tahu cinta devan sangatlah tulus tetapi kali ini arka harus memegang kendali" vania sedang mengandung? ya sudah saya kirimkan sinyal vania, saya ingin anak saya selamat dan utuh, di sini sinyal nya masih berdetak itu tandanya vania masih hidup, tetapi tidak bergerak , sepertinya vania sekap di suatu tempat, hari ini saya dan istri saya akan berangkat"


arka mengirimkan lacak gpsnya ke devan, devan buru-buru melihat nya dan menemukan lokasi, devan langsung menggerakkan semua anak buah profesional nya dan tak lupa juga menelepon polisi dan ambulance karena dia tahu pasti tidak akan mudah.


Vania meringis kesakitan, karena perutnya sangat keram, awal di culik vania tidak di beri makan dan minum sama sekali, tetapi akhirnya dia ngomong sama penjaganya bahwa dia sedang hamil, penjaga tersebut pun merasa kasian dan akhirnya memberi sedikit makan dan minum, vania hanya bisa menangis, entah bagaimana nasibnya, vania merasa sangat putus asa " dev tolong aku dan anak kita" vania berucap sambil meneteskan air mata.



__ADS_1


__ADS_2