
Dinda masuk diruang rawat, dinda belum makan sama sekali dari sore itulah yang membuat dinda menjadi drop, dokter menyarankan agar hal ini tidak terulang lagi, karena janinnya akan tidak selamat jika seperti ini terus keadaannya. dokter meninggal kan ruang rawat dinda, kini hanya tinggal Rafa dan dinda.
Rafa menarik kursi kecil agar bisa duduk lebih dekat dengan dinda, Rafa mengusap lembut rambut dinda.
"sebesar itu kah cinta kamu kepada arka hingga membuat diri kamu sehancur ini" ucap Rafa dalam hati.
Dinda mengerjap kan matanya, rafa cepat-cepat menarik tangannya.
"Mas Rafa, apakah anak dinda selamat"tanya dinda dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan wajahnya yang pucat.
Rafa yang di panggil berbeda dari biasanya tiba-tiba hatinya terasa hangat
"anak kamu masih baik-baik saja,, tapi jika terjadi hal seperti ini lagi mungkin tidak akan bisa seberuntung hari ini, bukankah kamu sangat menyayangi suami kamu jadi kamu harus menjaga anak ini dengan baik" ucap Rafa sambil terseyum lebar.
"dinda sepertinya akan mengurus perceraian dinda setelah sembuh, suami dinda sudah tidak menginginkan dinda lagi" ucap dinda dengan air mata yang sudah mengalir begitu saja.
tiba-tiba Rafa menggemgam tangan dinda seperti memberikan kekuatan untuk dinda
" semua keputusan ada di kamu, jika kamu takut anak kamu lahir tanpa ayah, aku besedia menjadi ayahnya" ucap Rafa dengan hati-hati
mendengar kata-kata Rafa tiba-tiba dinda menarik tangannya, melihat reaksi dinda, buru-buru Rafa memberikan klarifikasi.
"saya harap kamu tidak salah paham, saya memang menyukai kamu dari pertama kali saya menemukan kamu pingsan di jalanan, tapi saya tidak akan memaksa kamu untuk kita menjadi pasangan, saya tulus membantu kamu tanpa berharap apapun, jika saya tidak bisa masuk dalam hati kamu, saya harap saya bisa menjadi sahabat kamu" ucap Rafa yang terdengar sangat tulus di telinga dinda.
"dinda ngerti ko,, makasih ya mas karena udah jujur, dinda engga ngerti kenapa mas rafa baik benget sama dinda,sekarang dinda jadi mengerti, dinda belum bisa membuka hati dinda untuk siapa pun untuk saat ini, apalagi status dinda pun masih bersuami, maafin dinda ya mas" dinda mencoba menerima ketulusan yang Rafa berikan, karena dinda menilai sifat Rafa sungguh sangat berbeda dengan Arka, jika dalam hal seperti ini dulu Arka bersifat selalu memaksa, sedangkan Rafa memberikan dinda ruang dan waktu untuk mengambil keputusan.
__ADS_1
"ya sudah kamu beristirahatlah, aku akan tidur di sofa sana, jika kamu membutukan bantuan tolong bangunkan aku ya, ohh ya saya suka kamu memanggil saya dengan kata Mas tolong jangan pernah rubah lagi ya. ucap Rafa sambil menarik selimut agar menutupi seluruh tubuh dinda.
Dinda hanya membalas dengan senyuman, lalu menutup matanya kembali, karena badannya masih belum ada tenaga, dinda merasa sikap yang di berikan oleh rafa seperti obat untuk hati nya yang sangat terluka.
visual Rafa yang tertidur menunggu dinda
dinda terbangun di tengah malam, entah kenapa dinda merasakan sangat lapar sekarang, dinda melihat Rafa sedang tertidur pulas, akhirnya dinda merubah posisi nya menjadi duduk. mendengar suara deritan ranjang Rafa langsung terbangun.
"apa kamu memerlukan sesuatu" rafa bertanya sambil menghampiri dinda.
"maaf mas dinda ganggu tidurnya ya, perut dinda laper bgt mas tiba-tiba"
" ya udah mas beliin kamu makan dulu ya" ucap Rafa lalu berjalan keluar kamar rawat.
"maaf ya de,, bukan papah yang membelikan makannya"
Selang 30 menit rafa sudah mebawa box nasi, lalu rafa menyiapkan untuk di makan oleh dinda,
"kamu beli dimana, ko cepet banget"ucap dinda sambil senyum yang sudah mulai lebar.
"aku suruh kepala pelayan mengantarkan ke sini, karena kalau beli diluar sangat kotor"
"hemm semua orang kaya memang sama saja"ucap dinda dengan suara yang sangat pelan agar tidak terdengar.
__ADS_1
Rafa tersenyum, karena ucapan dinda tadi masih bisa terdengar olehnya.
dinda menghabis kan semua makanan yang di bawa oleh Rafa, lalu setelah itu tertidur kembali.
***
keesokan paginya Arka sudah mulai masuk kerja seperti biasanya, tak lupa Arka bermain terlebih dahulu dengan Baby Ar, rasa rindu Arka kepada dinda seperti terobati jika bermain dengan anaknya, setelah puas bermain dengan anaknya arka berangkat ke perusahaan nya bersama sony,
"son apakah kamu sudah mencari tahu identitas dari pria yang bersama dengan dinda"
"sudah tuan, dia adalah putra pertama dari istri pertama sainder group , perusaan sukses yang berada di eropa.
arka meninjukan tangannya ke kursi depan, jadi perkataan Rafa yang akan menjadikan dinda berlian itu tidak main-main, jujur arka tidak pernah rela jika dinda harus di miliki oleh orang lain, jujur arka hanya butuh waktu untuk menerima semuanya.
Arka di sibukkan dengan pekerjaannya yang beberapa waktu lalu dia tinggalkan karena sakit, waktu jam 8 malam , arka memutuskan untuk meneruskan pekerjaannya besok pagi.
"son tolong antarkan saya ke rumah sakit dinda dirawat"
"baik tuan"
sony segera merubah arah tujuannya untuk ke rumah sakit. saat di tempat parkir arka melihat dinda sedang menggunakan kursi roda menunggu di loby rumah sakit, tiba-tiba sosok Rafa keluar dari mobil sportnya, rafa menawarkan untuk menggendong dinda, tetapi dinda menolak, dinda lebih memilih berjalan dibantu oleh rafa,
Arka yakin bahwa dinda masih sangat mencintainya, arka mulai gundah dengan keputusannya.
"ayo son kita pulang
__ADS_1
sony hanya bisa mengikuti kemauan bos nya saja, mobil pun berjalan melaju untuk pulang.