True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
41. BEKAS LUKA


__ADS_3

Rafa yang sedang menguatkan perusahaannya, beberapa hari ini selalu pulang malam, pada saat pulang, rafa pasti mendapati dinda sedang tertidur pulas, tapi pada hari ini rafa melihat dinda sedang memasak sesuatu, rafa jalan secara perlahan, lalu memeluk dinda dari belakang


"ya ampun mas ngagetin banget sih mas"


"tumben kamu masih bangun" ucap rafa sambil menciumi leher jenjang dinda yang terpampang jelas karena rambut dinda sedang di ikat.


"mas badan kamu ko panas " ucap dinda sambil langsung membalikan badannya


"aku cuman kecapean aja din"


"tapi ini tuh beneran panas mas, mas bersih-bersih dulu sana , nanti dinda anterin minuman jahe merah ini buat mas ke kamar"


"ya udah aku tunggu di kamar ya din" ucap rafa lalu mencium singkat bibir dinda, lalu melepaskan pelukannya dan berjalan pergi menuju kamar,


Rafa merasakan badannya sangat lemas, setelah membersihkan badannya di kamar mandi , rafa langsung menidurkan badannya karena merasa menggigil.


tak lama dinda masuk membawa air jahenya, lalu menyimpannya di atas nakas . dinda menghampiri Rafa dan duduk di sampingnya di tepi kasur


"mas kamu minum obat dulu ya, atau aku mau panggil dokter?


"ga usah din aku minum obat yang ada saja, lalu tolong temenin aku di sini.

__ADS_1


dinda segera mengambil obat penurun panas , lalu meminumkannya kepada rafa, pada saat dinda mau berdiri tiba-tiba Rafa menarik tangan dinda, dan dinda pun jatuh kedalam pelukan rafa sehingga wajah dan tubuh mereka saling berdekatan, ketika dinda akan bangun rafa menahannya lalu menidurkan dinda di sampingnya.


"tidurlah di sini malam ini" ucap rafa sambil membelai pipi dinda dengan lembut.


"tapi mas,,"


"please aku mohon"


dinda tersenyum lalu membalas belaian rafa dengan mengusap pipi rafa.


"maafkan aku din, mungkin aku sangat egois, tetapi yang aku miliki hanya kamu, apapun akan aku berikan, tapi tolong jangan tinggalin aku, dari dulu orang tua ku selalu pergi meninggalkan aku, mereka berfikir bahwa harta bisa membuat saya bahagia, jadi hati ini dari kecil sudah kosong din, dan sekarang ada kamu di sini, jadi aku mohon jangan pergi" rafa mengungkapkan semuanya dengan air mata yang tidak terasa menetes begitu saja dari samping matanya.


dinda yang merasa iba , sehingga terhipnotis dengan keadaan, apalagi melihat rafa sampai menangis, baru pertama kali dinda melihat rafa serapuh ini.


setelah puas dengan permainan bibir Dinda, rafa turun ke bagian dada dinda yang sintal , dinda hanya bisa mendesah karena permainan rafa yang sangat tidak bisa tertahankan.


"mas aku mau pipis"


"lepaskan din, aku akan melakukannya malam ini" bisik Rafa dengan nada mendayu


akhirnya dinda mendapatkan kenikmatan pertama nya, rafa melemparkan pakaiannya ke sembarang tempat, baru kali ini dinda merasakan berhubungan dengan kondisi badan Rafa yang panas, sehingga membuat tubuh dinda semakin panas, Rafa menghentakkan miliknya ke milik dinda yang sangat sempit, dinda berpegangan kuat pada punggung rafa dan tak terasa air mata pun menangis, seperti wanita yang diambil kesuciannya entah kenapa hati dinda merasakan seperti sedang berkhianat, setelah masuk secara sempurna Rafa mempercepat gerakannya , agar merasakan puncak kenikmatannya, akhir nya selesai juga, dan rafa pun menjatuhkan tubuhnya di samping dinda, lalu menarik tubuh dinda, dan menenggelamkan waja dinda di dada bidangnya,

__ADS_1


"terimakasih sayang" ucap rafa lalu mengecup kening dinda.


dinda tidak menjawab, lalu terdengarlah isak tangis, Rafa menjauhkan waja dinda agar bisa melihat wajahnya.


"sayang kamu menangis, maafkan aku din, aku sudah tidak menahannya, aku akan mempercepat pernikahan kita" ucap rafa sambil mengusap air mata dinda


"bukan itu mas,, aku merasa sakit banget" ucap dinda lalu membenamkan wajahnya kembali ke dada bidang Rafa dan melingkarkan tangannya ke tubuh Rafa.


Rafa tersenyum"maaf ya din, aku sudah sangat lembut, tapi milik kamu memang benar-benar sangat sempit"


dinda mencubit pinggang Rafa, dan merasakan seperti ada bekas luka yang sangat besar, dinda menarik selimutnya, agar bisa melihat lukanya.


"mas kamu pernah di tusuk"


"ohh ini iya, aku dulu waktu SMA pernah berkelahi, dan tertusuk, sudah tidurlah aku lelah" ucap rafa agak gugup


entah kenapa dinda menjadi teringat kejadian saat beny menyelamatkannya, dan langsung menghilangkan pikirannya.



__ADS_1


visual dinda dan rafa hari ini


__ADS_2