True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
19. LAHIRNYA PENERUS GUTAMA


__ADS_3

Dinda merasakan tubuhnya sangat terasa segar, hatinya pun merasa senang karena tadi malam dia bermimpi tidur bersama Arka,


"Selamat pagi, wah bu dinda sepertinya hari ini sangat bahagia, gitu dong bun , ibu hamil tuh harus happy terus biar dede nya di dalam perut Happy juga" ucap suster yang sedang mengecek infusan.


Dinda tersenyum lalu memegang perutnya yang besar.


"Maafin bunda ya de,,, pasti kamu sangat merasakan kesedihan bunda" ucap dinda dalam hati sambil terus mengelus perutnya.


"Sus saya mau jalan-jalan ke taman boleh?"


"Boleh dong bun,,, semuanya normal ya bun, jika tidak ada masalah jadwal operasi 2 hari lagi ya.


"baik dok terimakasih"


dinda berjalan menuju taman rumah sakit, dinda mengajak ngobrol anaknya nya dan tersenyum bahagia, pasalnya 2 hari lagi dia akan bertemu dengan buah cintanya bersama arka.


Dinda mengutuk pikirannya yang ingin menyusul suaminya,dari kejauhan memperhatikan dinda , arka tersenyum bahagia ketika melihat wajah dinda yang bersinar lagi, karena selama arka tidak disampingnya senyum Dinda seperti hilang.


Tiba-tiba ada wanita yang menghampiri dinda yaitu clarisa.


"Hai din apa kabar?" sapa clarisa


"Risa, sedang apa kamu di sini"


"Saya sengaja ingin bertemu dengan kamu, saya hanya ingin mengatakan berhenti lah bersikap seperi romeo and juliet, saya muak melihatnya, apa kamu pikir arka sangat mencintai kamu , arka tidak akan tidur dengan saya jika dia sangat mencintai kamu, dia hanya menginginkan anak yang sudah terlanjur tumbuh di rahim kamu, dia berniat akan menceraikan kamu dan membawa anak ini lalu menikah dengan ku, tapi sayang arka sekarang sudah pergi"


"Itu tidak mungkin, apa yang kamu katakan pasti semua nya bohong, arka tidak mungkin seperti itu"


"Untuk apa aku bohong sekarang gak ada untungnya kan, aku hanya kasian terhadap gadis bodoh seperti kamu, lebih baik kamu mencari laki-laki yang tulus cinta sama kamu,dari pada kamu terus mencintai arka yang sudah mati bahkan selama hidupnya pun arka tidak pernah mencintai kamu"


Dinda sudah tidak kuat menahan semua perkataan clarisa, tiba-tiba perutnya keram sakit cairan bening keluar dan mengalir di kakinya.

__ADS_1


"aahhhhhkk sakit, perut ku sakit sekali, clarisa tolong aku" ucap dinda sambil merengkuh lengan risa.


Bukannya membantu clarisa malah mundur menjauh dari Dinda, dia melihat ke kanan kiri sangat sepi, akhirnya melarikan diri dan meninggalkan Dinda sendirian.


"Kurang ajar kamu clarisa, Son tolong cepat panggil perawat"


"Baik tuan"


Arka sebenarnya sangat ingin keluar tadi , tapi arka harus menunggu waktu yang tepat agar semuanya berjalan sesuai rencana.


"Tolong, tolong, ahkkk sakit" dinda berteriak meringis kesakitan, dia tidak ingin mempercayai semua omongan clarisa , tetapi jika dia mengingat kembali perjanjian awal dengan arka bisa jadi apa yang dikatakan clarisa itu benar.


Perawat datang menghampiri dinda " nyonya mari saya bantu"


akhirnya dilakukanlah proses operasi, mamah rita yang mendapati kabar tersebut langsung panik, berdoa untuk keselamatan menantu dan cucu pertamanya.


Arka dari kejauhan melihat wajah ibunya yang tampak sedikit berbeda, rasanya arka ingin sekali memeluk semua anggota keluarganya itu.


arka melihat anaknya di ruang bayi, sangat lucu dan tampan seperti dirinya,, tetapi bibirnya seperti ibunya, kedua kalinya arka meneteskan air mata , dirinya telah resmi menjadi seorang ayah,


"maafkan ayah tidak bisa langsung menggendong kamu nak,saat kamu berusia 2 bulan ayah pasti kembali berkumpul dengan kalian"ucap arka sambil terus melihat bayinya


"Tuan jadwal operasi anda sudah waktunya "


"ayo son"


Di ruang perawatan dinda sadar,, tapi dinda merasa ada yang hilang dari tubuhnya,, sekarang perutnya sudah tidak buncit lagi,


"sayang kamu sudah bangun?"


"mah anak aku kemana mah?" tanya dinda panik

__ADS_1


"tenang sayang ,,, mamah minta suster antar anak kamu ke sini ya"


mamah rita pun menyuruh suster membawa cucu nya, tak lama suster pun kembali dan memberikan bayi itu kepada dinda.


"Anak bunda,,, maafin bunda ya sayang"ucap dinda sambil memeluk erat anaknya


"Dia mirip sekali dengan arka ya din"


"Iya mah, ini mirip banget sama arka" Jawa Dinda.


"papah pasti seneng kalau tahu cucunya sudah lahir"


"iya mah semoga papah bisa bangun dari komanya"


sudah 3 hari dinda dirawat di rumah sakit, setelah mengecek jahitan operasinya dan baby AR dokter memperbolehkan dinda pulang. dinda memberi nama anaknya "ARDIAN ATTHAYA GUTAMA" gabungan antara arka dan dinda.


"sayang kita keruang rawat papah dulu ya, kita kenalin baby AR ke papah dulu"


"baik mah"


mamah rita dan dinda berjalan menuju ruangan papah tama, dinda menidurkan baby AR di deket pipi papah mertuanya, baby AR menangis tangannya meronta mengenai tangan kakeknya


"papah ini baby AR anaknya Arka, papah bangun lah,, baby AR sedih kalau tidak punya ayah dan kakek" tak tertahan dinda pun menangis segukan sambil menahan mulutnya agar tidak terlalu kencang.


begitu juga mamah rita,, ikut menangis, karena seharusnya ini menjadi moment paling bahagia di dalam keluarganya. tiba-tiba tangan papah tama bergerak dan air matanya mengalir,


"mamah,arka,dinda"ucap papah agak terbata dan tangannya bergerak seperti ingin menggapai sesuatu.


"papah akhirnya papah sadar juga"


"Maafin papah harusnya papah yang menguatkan mamah"

__ADS_1


papah tama melihat kesamping dan melihat bayi kecil yang begitu tampan sama persis seperti Arka waktu kecil, papah tama menangis dan tersenyum mencoba mengikhlaskan arka dan menyambut malaikat kecilnya yang akan menjadi cucu sematang wayangnya.


__ADS_2