True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
52. S2. FAKTA YANG MENYAKITKAN


__ADS_3

"Selamat pagi tuan saya sudah mendapatkan informasi tentang luna" ucap dion melaporkan


"ok tolong ceritakan, apa yang kamu dapat"


"luna adalah wanita dari panti asuhan, dulu luna saat kecil pernah menjadi korban pelecehan dari ayahnya, menurut ibu panti ayahnya luna datang kembali mencarinya dan akan menjual dirinya ke rentenir, maka dari itu luna bekerja dia tidak mau di jual, dia berjanji akan melunasi hutang ayahnya.


Ardian benar-benar merasa sangat iba pada luna, apa yang di pikirannya ternyata benar, jadi masa lalu luna lah yang membuat luna begitu enggan terlalu dekat dengan pria.


"ok dion terimakasih atas informasinya" ucap ardian.


"Sama-sama tuan, ohh iya tuan CEO dari perusahaan trijaya akan mengadakan meeting pada hari rabu minggu depan.


"baiklah"


***


Di rumah sakit devan akan bersiap untuk pulang, selama 3 hari devan tidak pernah melihat Vania, ingin menanyakan kepada asistennya pun devan sangat gengsi, sudah banyak wanita yang menggoda dirinya tapi kenapa hanya vania, yang terbayang olehnya, seperti ada rasa rindu.

__ADS_1


devan menyusuri lorong rumah sakit, pada saat sedang berjalan devan melihat vania sedang di marahi oleh keluarga pasien, keluarga pasien sedang menyalahkan tentang anaknya yang meninggal karena operasi, vania hanya berdiri mematung dengan tatapan kosong, dan di samping nya terlihat dokter lainnya yang sedang berusaha menjelaskan, sebetulnya bukan karena kegagalan operasi yang membuat nya meninggal, tetapi pihak keluarga tetap menyalahkan karena dokter vania memundurkan jadwal operasi, jadi pihak keluarga berfikir kalau dari kemaren sudah di operasi mungkin anaknya tidak meninggal, padahal vania mempunyai alasan sendiri kenapa dirinya memundurkan jadwal operasinya. dan itupun permintaan pasien, harusnya sebagai dokter vania tidak menuruti pasiennya. tetapi vania tidak bodoh dia tetap meminta surat persetujuan pasien agar tidak bisa menuntutnya apabila ada masalah di kemudian hari.


tiba-tiba bapa tua akan memukul vania, tapi dengan cepat devan menahannya.


"apa yang anda lakukan pak,, apa anda pikir dokter adalah tuhan, mereka sudah berusaha, kalau kalian pikir dokter bisa membuat hidup seseorang menjadi panjang , kenapa tidak kalian saja yang menjadi dokter" ucap devan kepada bapa tua yang sedang emosi.


Semua orang langsung terdiam, dan tidak lama security pun datang membawa keluarga yang mengamuk ke sebuah ruangan untuk bertemu dengan di direktur. dokter yang membantu vania mengikuti pergi, kini hanya tinggal vania, devan, marvin dan 1 suster, vania memberikan pakaian dokternya pada suster, lalu berjalan dengan tatapan kosong, seolah-olah tidak ada orang di sekitarnya.


vania masuk kedalam bus, devan pun mengikuti vania dengan di supiri oleh marvin.


langkah vania membawa dirinya ke sebuah Clubs , vania berfikir dengan meminum akan menghilangkan bebannya. devan hanya mengikuti dari belakang, ketika vania memilih meja untuk minum pun, devan memilih meja lain untuk memperhatikan vania.


"nona berhenti lah, anda sudah terlalu banyak minum" devan menahan satu tangan vania agar berhenti meminum


"bukan kah anda pria tampan yang saya tolong kemaren, kenapa kamu disini ,, hus pergi pergi" ucap vania dengan nada mabuk.


wajah devan benar-benar merona, biasanya perkataan orang sedang mabuk adalah jujur, dan ternyata Vania mengakui ketampanannya. dengan tinggi vania yang hanya 160 dan devan 180, membuat wajah mereka saling menatap. Tepat di bibir vania yang merah pandangan devan tertuju. devan mendekatkan wajah nya agar bisa meraih bibir vania, lalu menciumnya dengan lembut, vania yang memang sudah sangat mabuk hanya bisa membalasnya, devan melepas pertautan bibirnya secara perlahan, vania hanya tersenyum lalu pingsan dan bersandar di dada bidang devan. devan menggendong vania dan membawanya ke apartemen miliknya.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen devan menidurkan vania di ranjangnya, devan memperhatikan wajah damai sang gadis, baru kali ini devan merasakan nafsu kepada seorang wanita, padahal sudah lama hati nya mati. devan pun memilih membersihkan tubuhnya lalu membaringkan tubuhnya di sofa, tidak pernah dia lakukan sebelumnya, berkorban demi seorang wanita.


"tidak ini sangat wajar, bukan karena aku jatuh cinta, anggap saja saya sedang membalas budi, dan ciuman tadi saya hanya mengambil kembali sentuhan bibir saya, karena dia sudah berani menyentuh" ucap devan dalam hati. kerena jujur hati nya kini sedang tidak karuan, merasakan hal yang belum pernah dia rasakan.


tanpa di sadari sebenernya hati nya telah jatuh cinta kepada vania.



visual Luna



visual ardian



visual vania

__ADS_1



visula depan yang mengikuti vania


__ADS_2