True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
37. RENCANA PERTUNANGAN


__ADS_3

Setelah melakukan perawatan 1 minggu di rumah sakit akhirnya dinda diizinkan pulang, awalnya dinda mau pulang ke apartemennya , tetapi Rafa melarangnya karena di rumah Rafa banyak asisten rumah tangga, jadi bisa membantu dinda untuk mengerjakan keperluannya dan menjaga baby vania,


"mas padahal aku bisa loh buat ngurus vania sendiri" ujar dinda sambil melingkarkan tangannya ke lengan Rafa.


"untuk kali ini kamu nurut ya sayang, aku ga mau kalau kamu sampai kecapean dan malah masuk ke rumah sakit lagi" ucap rafa sambil menarik pinggang dinda dan posisi mereka kini berhadapan, Rafa mendekatkan wajahnya untuk bisa mencium bibir ranum dinda, Rafa tidak peduli pada siapa hati dinda saat ini, yang jelas wanita yang sangat dia cintai akan sepenuhnya menjadi miliknya, setelah puas mencium bibir Rafa turun menciumi leher jenjang dinda yang selalu wangi dengan aroma ciri khas parfum yang selalu di pakai dinda. dinda mulai mendesah karena sentuhan Rafa yang lembut seperti menghantarkan listrik yang tidak bisa dinda tahan. dinda mendorong tubuh Rafa perlahan agar bisa menghentikan gerakan.


"mas ini di rumah sakit" ucap dinda sambil membelai pipi rafa agar tidak tersinggung.


Rafa tersenyum lalu mencium gemas pipi dinda"kalau ekspresi wajah kamu seperti itu malah bikin aku ga mau berhenti"


dinda mencubit pinggang Rafa"mas nya aja yang mesum" ucap dinda sambil tersenyum dan mulai merapihkan kembali pakaian yang berada di atas ranjang.


kini dinda hanya bisa mengikuti perintah Rafa untuk tinggal di rumahnya, kini rafa dan dinda berada di dalam mobil arah pulang ke rumah Rafa, dinda berada di kursi penumpang sambil menggendong Vania, entah kenapa setiap memandang wajah vania dinda merasa bahwa arka berada sangat dekat, dinda menciumi wajah vania sambil berdoa dalam hati nya agar arka bisa bahagia dan menemukan pendamping baru.


"din vania engga kenapa-kenapa kan? " rafa bertanya karena dari tadi dinda memeluk tubuh mungil dan menciumi nya seolah-olah takut kehilangan.


"engga apa-apa mas, aku cuman gemes aja"


"ohh kirain ada apa... din aku rencana nya minggu mau ajak kamu untuk bertunangan terlebih dahulu, menurut kamu gimana?

__ADS_1


"engga bulan depan aja ya mas, vania masih terlalu kecil untuk aku tinggal kalau minggu depan" ucap dinda memberi saran


"tapi keluarga aku akan datang ke Indonesia di minggu ini, untuk pertunangan aku mengadakannya di rumah ko, cukup kumpul keluarga aja, ajar mereka mengenal kamu.


" kalau seperti itu dinda setuju aja mas"


"terimakasih ya sayang" Rafa tersenyum sambil menggenggam tangan dinda.


"sama-sama mas"


dinda menatap wajah Rafa dan membalas senyum Rafa dengan lebih tulus.


mamah rita menghubungi dinda melalui sambungan vicall ,


"mana din bidadari mamah" mamah rita berbicara sambil menangis, karena kesal dengan anaknya arka yang tidak mau mengikuti nasehatnya bahwa anak yang dinda kandung pasti anaknya.


"ini mah vania lagi bobo" ucap dinda berusaha tegar


"ya ampun cucu mamah cantik banget hiks hiks"

__ADS_1


"mah jangan nangis gitu, dinda kan jadi ikut sedih juga"


"mamah sedih sayang harusnya kita semua kumpul di sini bahagia" ucap mamah rita dengan suara tangis.


"mah jangan gitu dong kasian dinda" arka menenangkan mamah rita dengan memeluk mamah rita dan dinda pun melihat jelas wajah arka.


dinda hanya bisa menutup mulutnya agar tangisnya tidak terdengar karena camera sedang di hadapkan di wajah vania.


"bunda ardian kangen" ardian berteriak agar dinda bisa mendengarnya.


"iya sayang bunda juga kangen, nanti bunda main lagi sama abang ya, abang harus jagaun nenek , kakek sama ayah" ucap dinda dengan suara yang terdengar parau karena menahan isak tangisnya.


melihat suasana seperti ini sungguh arka sangat ingin memutar kembali waktu agar hal seperti ini tidak terjadi. harusnya dinda bisa ada di rumahnya sedang bersama anak-anaknya, dan menyambut arka pulang kerja.


"din kamu istirahat aja ya,pasti kamu masih lelah kan pulang dari rumah sakit"


"iya ka,, dinda tutup ya, dah mah dah ardian sayang" ucap dinda sambil melambaikan tangannya "


setelah dinda menutup teleponnya dinda menangis mengeluarkan sesak di hatinya, asisten yang mendengar suara dinda menangis langsung melaporkan kepada Rafa,

__ADS_1


__ADS_2