True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
55. S2. AKU MENCINTAIMU


__ADS_3

Devan menatap ponsel nya, berharap mendapatkan sinyal, tubuh vania memang sudah tidak demam, tapi wajah vania yang pucat, dan belum memakan apapun. akhirnya devan memutuskan untuk menggendong vania di belakang.


Devan mencoba membangun vania dengan lembut, agar vania bisa naik punggungnya.


"Vania bangunlah, dan naiklah ke punggungku hujan sudah berhenti" devan mengusap pipi vania lembut.


vania membuka matanya lalu berusaha untuk duduk dibantu oleh devan


"aku berat dev, lebih baik kamu yang pergi sendiri meminta bantuan akan lebih cepat"


saran vania sambil menyenderkan tubuhnya di dinding.


"kamu pikir saya laki-laki apa, ayo cepat naik"devan bersiap untuk mengendong vania


vania hanya bisa pasrah mengikuti perintah devan. akhirnya devan dan vania pun berjalan. menyusuri hutan. devan berniat ingin menginap di pemukiman warga. yang tidak jauh, yang penting vania bisa istirahat dan makan, di perjalanan devan dan vania mengobrol.


"apa kamu tidak pernah makan, tubuh mu tidak ada beratnya sama sekali"tanya devan


"aku selalu makan, bahkan kalau di rumah aku selalu menghabiskan jatah makan kaka ku"


"saya tidak percaya, saya pastikan kedepannya kamu akan makan yang bergizi sehari 3 kali"


Vania tersenyum, hatinya merasa hangat, dalam hatinya bertanya mengapa tiba-tiba devan bertingkah laku seperti pasangannya. tapi vania tidak mau ambil pusing saat ini devan menganggap nya apa, dan tujuan nya apa datang menyusul dia, yang jelas vania merasa sangat bahagia dengan kedatangan devan.


Setelah berbicara vania memutuskan untuk tertidur kembali di punggung devan, Vania tidak tahu saja kinerja jantung devan saat ini bekerja keras, jarak yang begitu dekat dengan vania membuat devan semakin ingin memiliki vania.


"apakah kamu tertidur?" tanya devan karena merasa vania yang terdiam


akhirnya sampai lah devan di tempat pemukiman warga, dan warga pun sangat menyambut dokter vania.


"pak tapi di sini hanya ada satu kamar" ucap salah satu warga


"tidak masalah pa" balas devan


Devan pun masuk ke kamar yang telah disediakan, kasurnya sangat kecil tapi bisa untuk berdua, di tidurkan lah vania di ranjang tersebut. vania yang sadar telah di turunkan dari punggung devan pun tersadar.


"tidurlah saya bisa tidur dibawah sini"


vania menggelengkan kepalanya, lalu menepuk kasur di sampingnya"aku tidak masalah km tidur di sini. ucap vania

__ADS_1


"baiklah terimakasih"


Devan membaringkan tubuhnya di samping vania, disaat vania sedang terpejam devan memandangi wajah vania, kini posisi mereka sangat dekat dan berhadapan.


Vania membuka matanya, kini vania dan devan saling bertatapan, perlahan wajah devan mendekat, menunggu apakah vania memberikan izin atau akan menolaknya, devan semakin mendekat dan vania pun memejamkan matanya seolah memberikan izin. Devan mencium vania dengan lembut, awalnya vania hanya menerima permainan devan tapi lama-lama vania pun membalasnya, devan menarik bibirnya, lalu menarik tubuh vania agar berada dalam pelukannya, ini adalah first kiss bagi vania dan devan.


Vania yang berada di dada bidang devan dapat mendengar detak jantung devan yang berdegup cepat, vania hanya bisa tersenyum, devan memberi kecupan di puncak kepala vania.


"aku mencintai kamu" ucap devan dengan suara parau.


Vania tidak menjawab, tapi langsung melingkarkan tangan di tubuh devan. devan pun tersenyum, vania secara tidak langsung menerimanya, devan pun membalas pelukan vania. kini mereka berdua sudah memasuki alam mimpi mereka masing-masing.


****


Sudah hampir satu bulan ardian tidak bertemu dengan prisa, entar kenapa hati ardian kini merasa ragu untuk menjadikan prisa sebagai pendamping hidupnya. tetapi ardian tidak mau ambil pusing , biarkan waktu yang akan menjawab.


hari ini, client mengajak Ardian bertemu di sebuah night clubs, karena dion sedang di tugaskan keluar kota, jadi ardian mengajak luna untuk ikut.


"pak saya mau izin ke toilet sebentar" luna berbisik


"pergilah lah"


setelah dari toilet, luna yang baru pertama kali datang ke tempat seperti ini membuat dirinya tersesat, dan ada seorang laki-laki menghampirinya.


"minumlah no, sepertinya anda butuh teman"


"terimakasih tuan, saya sedang mencari ruangan saya" ucap luna


"ini bukan minuman beralkohol ko, tidak baik menolak pemberian orang lain"


Luna pun akhirnya meminum , minuman yang telah di berikan oleh laki-laki tersebut. dan ternyata benar minuman itu tidak beralkohol.


"saya tidak berbohong kan, ayo saya antar ke ruangan yang kamu maksud.


"kamu mau kemana" ucap ardian sambil menarik tangan luna


"pa ardian" dengan senyum bahagia luna reflek melingkarkan tangan nya ke lengan ardian.


Laki-laki tadi terlihat panik, dan langsung pergi.

__ADS_1


"ditempat seperti ini jangan mudah mempercayai seseorang" ucap ardian dengan tatapan yang tajam.


"maaf pak tadi saya tidak tahu jalan kembali, dan orang itu menawarkan untuk mengantar saya" luna menjawab sambil menundukkan pandangannya.


"ayo kita pulang" ardian pun berjalan mendahului


"pak apakah pertemuannya berhasil"


"hemmm" jawab ardian.


Entah kenapa ardian benar-benar emosi, jika saja tadi dia terlambat menemukan luna mungkin luna sekarang sudah dibawa oleh laki-laki tadi.


Kini ardian dan luna berada di dalam mobil, ardian hanya terdiam dan fokus menyetir, luna tau bahwa bos nya sedang marah, tetapi tidak tahu apa yang membuatnya marah.


luna yang sedang melamun dan memikirkan hal yang membuat bos nya marah, tiba-tiba merasakan hal yang aneh dalam tubuh, rasanya seperti ingin sekali memegang erat tubuh ardian, mencium, bahkan merasakan sangat panas dan ingin sekali membuka bajunya.


melihat gelagat luna yang aneh ardian pun akhirnya membuka pembicaraan


"kamu kenapa?mau ketoliet lagi" tanya ardian


"engga pa,, aku" luna menggigit bibir bawahnya dan terdengar suara sedikt mendesah yang sudah tidak bisa dia tahan.


"kamu menerima minuman dari laki-laki itu" tanya ardian dengan sedikit curiga.


luna hanya bisa mengangguk, laku menangis, sungguh luna sudah tidak tahan lagi menahan rasa panas yang ada di tubuhnya.


"Shittt " ucap ardian memukul setirnya lalu mempercepat kecepatan mobilnya,


Apa yang di pikirkan ardian benar, jika tadi dia telat pasti luna sudah berakhir tidur dengan lelaki itu.


Akhirnya luna dan ardian pun sampai di apartemen milik ardian. luna yang dari tadi menangis membuat ardian sangat bingung, akhirnya ardian mendudukkan luna di tepi ranjangnya.


"luna hanya ada satu cara jika kamu ingin terlepas dari pengaruh obat ini, yaitu dengan cara kita melakukan hubungan intim" ucap ardian


luna menatap wajah ardian, sebenarnya luna tidak ingin hal itu, tetapi rasanya benar-benar menyiksa" saya mohon pak lepasin rasa ini saya benar-benar sudah tidak kuat" luna trs menangis dan memohon.


ardian mendekat lalu menarik kepala luna, dan menciumnya, benar saja baru di cium saja luna rasanya sudah sedikit merasa lebih enak.


gerakan luna lebih agresif karena pengaruh obat perangsang, ardian yang tadinya hanya ingin membantu luna untuk menghilangkan efek obat perangsang, kini berubah menjadi sangat menginginkan nya. seperti pasangan yang saling mencintai, ardian dan luna menghabiskan malam ini dengan sangat panas.

__ADS_1


__ADS_2