True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
70. S2 MENYESAL


__ADS_3

Pagi sekali Vania sudah bangun, padahal vania mendapatkan praktek pukul 10 pagi, tetapi entah kenapa tiba-tiba vania sangat bersemangat, setelah mandi vania memutuskan untuk tetap berada di kamarnya karena takut devan akan mencarinya.


"sayang bangun sudah jam 7 pagi" vania mengusap lembut pipi devan.


Devan tersenyum, lalu menarik tubuh vania.


"kamu sudah mandi" tanya devan sambil memicingkan matanya.


"hemmm" vania mengangguk lalu tersenyum.


Devan merubah posisi nya menjadi duduk.


"istriku semangat banget sih" ucap devan sambil turun dari tempat tidur.


"makasih ya sayang, aku bener-bener bahagia karena cita-cita aku masih bisa aku gapai"vania memeluk devan dari belakang yang hendak akan berjalan ke kamar mandi.


devan membalikan badannya lalu membelai lembut pipi vania"apapun untuk kamu sayang, istri aku tambah hari tambah cantik"


"gombal" ucap vania lalu membenamkan wajah nya di dada bidang devan.

__ADS_1


devan menghujani ciuman di kepalanya vania, setelah itu devan melepaskan pelukannya , lalu berjalan kembali ke kamar mandi. vani menyiapkan pakaian yang akan devan gunakan, vania yakin dalam hati nya akan membuat devan bisa nerima orang tuanya.


selang 15 menit devan akhirnya keluar juga dari kamar mandi, vania memakaikan pakaiannya lalu , memakaikan devan dasi, devan memandang wajah vania yang sedang memakaikan dasi, sungguh devan merasa sangat bersyukur bisa bertemu vania, yang membuat hidupnya kini lebih berwarna.


"selesai" ucap vania sambil tersenyum bahagia.


devan mencium bibir vania singkat, rasa nya tidak ikhlas istrinya akan berada di luar rumah dan akan banyak lelaki memandang istrinya tetapi harus bagaimana devan harus membahagiakan vania dan ini adalah salah satunya mengizinkan vania menjadi dokter"kamu nanti akan di antar supir ya, kalau untuk pulang nya biar aku yang jemput"


"baiklah sayang, kita sarapan yu"ajak vania


Vania dan devan memutuskan untuk sarapan bersama, setelah sarapan devan berpamitan ke pada vania. tak lama devan berangkat vania pun berangkat. dengan kepintaran vania dalam bidang dokter dan bahasa inggris membuat vania tidak mendapatkan kesulitan sama sekali. bahkan banyak pasien yang merasa puas dengan penjelasan yang vania berikan, belum ciri khas orang timur yang selalu banyak senyum membuat pasien merasa hangat apabila sedang berkonsultasi kepada vania.


Kabar vania bekerja di rumah sakit telah sampai ke telinga Maria anak walikota yang sangat mencintai devan.


"iya nona, saya rasa saat ini lah kita bisa melakukan rencananya"


"betul sekali, kita persiapkan dengan matang jangan sampai devan tahu, tempat kita akan melenyapkan vania" maria tersenyum sambil meminum wine yang ada di tangannya.


waktu sudah menunjukan pukul 10 malam, tetapi belum ada telepon juga dari vania. akhirnya devan memutuskan untuk langsung datang ke rumah sakit tempat vania bekerja.

__ADS_1


sesampainya di rumah sakit devan melihat vania sedang memeriksa pasien yang sangat dia kenal, dia adalah Zyan salah satu CEO pengusaha yang ada di inggris, sungguh rasanya devan sangat ingin menarik vania, tidak rela tangan istrinya menyentuh tubuh laki-laki lain, belum lagi Zayn memandangi wajah vania dengan sangat kagum. Devan sangat Menyesal telah mengijinkan vania bekerja sebagai dokter lagi, devan lupa bahwa tugas dokter adalah memeriksa tubuh pasiennya yang sakit, mulai besok devan akan meminta pa wiliam untuk mengkhususkan hanya pasien wanita saja yang di tangani oleh vania.


"ok pa zyan pemeriksaannya sudah selesai, sepertinya saya haru melakukan Rontgen pada paru-paru anda"ucap vania menjelaskan


"baiklah dokter vania, boleh kah saya meminta no anda" ungkap Zyan dengan penuh permohonan.


"anda bisa telepon rumah sakit jika menginginkan informasi" ucap devan yang tiba-tiba masuk ke ruangan vania.


"sayang" ucap vania kaget karena devan yang tiba-tiba datang.


"pa devan senang bertemu dengan anda" ungkap Zayn yang cukup kaget juga, tetapi ketika mendengar ucapan sayang vania, zayn tahu bahwa devan adalah Suaminya.


Devan hanya mengangguk, dan Zyan pun buru-buru pamit pulang.


Vania buru-buru memeluk suaminya karena tahu bahwa suaminya sedang terbakar cemburu buta.


"ayo kita pulang" Wajah vania mengadah ke atas agara bisa bertatapan dengan wajah suaminya sambil berpelukan. sungguh devan tidak pernah bisa marah terhadap vania apalagi melihat ekspresi wajah vania yang menggemaskan.


devan tersenyum , lalu menarik tangan vania agar bisa menggenggam nya.

__ADS_1




__ADS_2