
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit Akhirnya Arka dan Dinda sampai di Rumah Arka.
"Selamat malam mah pah" ucap Arka yang sudah berada di ruang makan gutama sambil menggandeng Dinda.
Mamah rita memandang wajah dinda dan memperhatikannya.
"Pintar juga arka mencari calon istrinya" gumam mamah rita dalam hati
"Silakan duduk sayang" ucap mamah rita.
"terimakasih tante"jawab dinda sambil duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Arka.
" Kamu bertemu arka dimana?" giliran papah tama bertanya.
Arka yang sudah menyangka dengan situasi seperti ini sudah memberikan skenario kepada dinda selama si perjalan tadi .
"Dinda bertemu dengan Ka arka di tempat kerjaan dinda" jawab dinda dengan agak sedikit tegang.
Karena wajah tegas dan berwibawa itu nampak jelas di wajah laki-laki yang sudah tidak muda lagi.
"ohh kamu bekerja, kamu kerja di mana? tanya papah tama kembali
"Aku bekerja di restoran om,, ka arka selalu mengadakan meeting di sana"jawab dinda
"Arka sengaja mencari wanita yang bukan anak dari rekan bisnis pah,, karena Arka tidak mau mencampuri urusan rumah tangga dan bisnis, menurut Arka dinda sangat cocok. " jawab arka yang bermaksud menjawab semua pertanyaan yg ada di kepala papah tama, akhirnya papah tama pun mengangguk mengerti apa yang Arka maksud.
"cocok ko,,, mamah juga suka ko sama dinda.. sayang mulai sekarang kamu panggil om dan tante mamah sama papah ya." ucap mamah rita.
"Baik mah" jawab dinda.
akhirnya mereka pun menyelesaikan makan malam mereka.
"arka ini sudah sangat malam kamu suruh dinda untuk tidur di kamar tamu saja..
"baiklah mah,,, ayo ikut aku"jawab arka sambil menarik tangan dinda.
"mah pah dinda ke atas dulu,, terimakasih untuk makan malamnya" jawab dinda sambil mengikuti langkah arka.
__ADS_1
"kak tunggu, dinda kan engga bawa baju ganti untuk tidur "tanya dinda
"kamu bisa pakai kemeja saya, saya tidak mau membuat mamah saya sedih, jadi kamu tidur dulu di sini, nanti besok pagi saya antar kamu ke rumah sakit" ucap arka sambil melepaskan genggaman tangan dinda.
Akhirnya arka pun mengantarkan dinda ke kamar tamu
"kamu masuk dulu ke kamar kamu,, saya ambilkan kemeja saya dulu" ucap arka sambil melangkah keluar untuk menuju kamarnya.
Dinda pun langsung ke kamar mandi dan membersihkan semua badannya. setelah selesai mandi dinda mendapati kemeja arka di atas tempat tidur dan dinda pun segera memakainya.
"Ahk akhirnya aku bisa tidur dengan nyaman " ucap dinda sambil menjatuh kan tubuhnya.
Arka yang sudah berada di kamarnya pun langsung membersihkan tubuhnya, di bawah shower air yang membasahi rambutnya.
"Apakah dinda akan menggantikan posisi Clarisa di hatiku, ahkkkk biarkan waktu yang menjawab" ucap arka dalam hati sambil mematikan air dan mengambil anduk lalu keluar dari kamar mandi. setelah memakai baju
"Akhirnya aku bisa istirahat" ucap arka dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur yang empuk.
Pagi-pagi sekali dinda sudah bangun,,, dia turun dari kamarnya dan memasak sarapan. mamah rita yang menyaksikan bagaimana dinda bergelut di dapur merasa yakin bahwa anaknya tidak salah memilih wanita, dinda akan menjadi istri dan ibu yang baik.
"Dinda km biasa masak seperti ini ya" tanya mamah rita
"Dari wanginya sih kaya enak,, ya udah kamu bangunin dulu arka sana" perintah mamah
Dinda pun mengikuti perintah mamah rita dia naik ke lantai 2 dan menuju ke kamar Arka.
"Aduh nanti ka arka marah engga ya, tapi kalau aku ga masuk mamah nanti curiga, ya udah masuk dulu aja deh" ucap dinda dalam hati
Akhirnya dinda masuk,, dan di atas kasur dinda tidak melihat ada Arka tapi suara gemercik air terdengar dari kamar mandi, dinda pun mendekat ke pintu kamar mandi pada saat dia akan mengetuk pintu tiba-tiba Arka keluar dengan handuk di pinggang nya dan terlihat jelas dada nya yg bidang, dinda yang melihat arka tiba-tiba muncul merasa kaget dan mundur satu langkah tetapi kaki dinda tergelincir dan akhirnya terjatuh, refleks Arka menangkap tubuh dinda dan akhirnya dinda jatuh tepat di atas dada nya Arka.
"sampai kapan kamu akan tiduran di dada saya? " tanya arka,
dinda yang sadar langsung duduk
"Aduh.. maaf ya kak aku engga sengaja" jawab dinda.
"dasar kamu pinter banget cari-cari kesempatan" ujar arka yang langsung berdiri.
__ADS_1
"lagian kamu ngapain sih di kamar saya" ucap arka sambil berjalan dan memakai kemejanya.
"mamah suruh aku bangunin kakak,, takut di sangka pura-pura ya aku akhirnya ikuti perintah mamah" jawab dinda yang masih dengan posisi duduk dilantai
Arka pun berpindah keruangan tempat pakaian nya untuk memakai pakaian lengkap.. setelah rapih arka keluar, sedangkan dinda masih di posisi duduk dilantai sambil meringis memijat mata kakinya.
"Kamu kenapa masih duduk di situ.. ayo kita turun" ajak arka yang sudah rapih dengan setelan jas lengkap.
"kaki aku terkilir deh kayanya ka,, aku ga bisa jalan" rengek dinda dengan muka memelas.
"kamu memang bisa nya nyusahin ya" jawab Arka sambil berjalan mendekati dinda, dan setelah sampai tiba-tiba tubuh dinda merasa melayang, arka menggendong dinda ala bridal style. dinda yang kaget dan reflek langsung memandang wajah Arka dan melingkarkan tangannya di leher arka.
"Ka turunin dinda ,,, dinda masih bisa jalan ko kalau di pegangin" ujar dinda sambil terus memandang wajah arka, yang menurutnya terlihat lebih tampan.. belum wangi maskulinnya yang membuat dinda rasanya tidak mau melepaskan arka.
"Sudah kamu jangan banyak ngomong,, km tuh ringan banget ,, pantes aja umur segini belum punya pacar,, cowo mana yang tertarik sama cewe kurus" jawab arka sambil pandangan terus ke depan.
arka dan dinda pun menuruni tangga dan menuju ruang makan.
"Cie yang mau nikah bentar lagi,, sampai udah ga tahan gitu mesra-mesranya" sindir mamah rita sambil tertawa jail.
" maaf mah pah kaki dinda terkilir jadi dinda di gendong sama ka arka." jawab dinda yang sudah duduk di kursi meja makan.
" ko bisa sih sayang ,,, ya udah kita makan dulu ya" ajak mamah yang sudah mulai menikmati makanan yang di masak oleh dinda. " mmm enak banget ,,, dinda km selain cantik pinter masak juga ya" ucap mamah rita
Papah tama dan Arka pun saling berpandangan..
"Jadi ini masakan kamu dinda?" tanya ayah
"Iya yah ini dinda yg masak,, karena dinda udah biasa tiap pagi bangun untuk masak" jawab dinda dengan senyuman manis nya.
"Wah enak bgt loh,,, papah pikir mbok narmi lagi kerasukan apa ko masakannya kaya restoran bintang 7, kamu memilih istri yang tepat arka" ujar papah tama sambil tertawa.
Arka pun hanya bisa membalas ucapan ayah nya dengan senyum
"Apakah mamah papah bener-bener sudah menginginkan menantu dan cucu sampai dengan cepat nya bisa menerima dinda, bahkan tawa tadi arka tidak pernah melihat papah tertawa seperti itu" ucap arka dalam hati.
Sarapan pun selesai arka dan dinda pamit untuk bekerja, sedangkan dinda ke rumah sakit menemui neneknya,
__ADS_1
"Kalian akan menikah seminggu lagi kan,, tolong jaga kesehatan kalian ya,, dan hati-hati dijalan" ucap mamah sambil mengantarkan anaknya ke depan pintu.
"Iya mah semuanya nya sudah arka persiapkan jadi mamah tenang aja ya,, dah mamah dah papah" jawab arka sambil mencium pipi mamah rita. begitu pun dinda dia berpelukan dengan mamah rita . setelah itu Arka dan dinda pun masuk kedalam mobil.