
Sesampainya di indonesia dinda langsung pamit ke arka untuk pulang ke kampung, selama 3 hari dinda berada di sana.
karena supir sedang di pakai oleh mamah rita dan papah tama membawa baby AR liburan, dinda pun memutuskan untuk naik kendaraan umum, awalnya arka tidak mengizinikan memberikan saran untuk pergi di akhir pekan di antar oleh arka.
di perjalanan tiba-tiba bus yang di tumpangi oleh dinda ban nya kempes hingga dinda harus melanjutkan perjalanan besok paginya, pada saat dinda akan memberikan kabar ponsel dinda hilang, akhirnya dinda bisa memberikan kabar pada arka pada saat sampai di rumah nenek nya meminjam ponsel erna.walaupun dinda tau arka akan kesal, setelah menghabiskan 3 hari bersama neneknya dinda akhirnya pulang di jemput oleh supir.
dinda sangat rindu pada baby AR dan Arka, begitu pula arka sudah sangat merindukan dinda. seperti biasa jika sepasang suami istri yang saling rindu pasti berakhirnya di ranjang
visual dinda dan arka yang sedang melepas rindu
selama dua minggu ini arka merasakan hidupnya yang begitu sempurna, istri yang sangat di sayangi serta Baby AR yan akan menjadi penurus keluarga gutama sudah tumbuh menjadi anak yang pintar, tampan lucu dan sehat. dan kabar kebangkrutan perusahaan diamond seperti suatu kemenangan dalam hidup arka.
seperti biasa arka berang ke kantor setiap pagi.. dinda merasa aneh dengan tubuhnya dia merasa mual dan sedikit pusing, akhirnya dinda memutuskan untuk melakukan tespek karena sepertinya sepulang dia dari paris dinda masih belum juga mendapatkan haid, dan betul juga hasilnya menunjukan garis 2, dinda di antar oleh mamah rita untuk melakukan USG, dan hasilnya benar di parut dinda sudah ada janin usianya 8 minggu, mamah rita dan dinda sangat bahagia dan akan memberikan kabar ini pada saat arka pulang.
clarisa mengunjungi kantor arka secara tiba-tiba
" ada apa kamu datang ke sini"
"aku hanya ingin membuka perselingkuhan istri yang kamu cintai" ucap claris sambil melemparkan sebuah amplop di meja arka.
arka membuka amplop yang di berikan clarisa, betapa kagetnya melihat semua photo itu, beny mencium dan tangan dinda melingkar ke leher beny, ketika arka sedang menatap semua photo claris memberikan ponsel dinda
"dan ini ponsel dinda yang tertinggal, aku membaca pesan dinda dan beny, memang sih bukan sepenuhnya salah dinda karena mungkin dinda merasa berhutang nyawa terhadap beny dan beny memanfaat kan ini" cerita clarisa agar terlihat begitu masuk akal.
__ADS_1
"keluar,,,,, keluar" arka memerintahkan penjaga untuk menarik clarisa keluar.
arka segera mengambil jas nya dan keluar memanggil sony untuk mengantarnya ke ahli photo, sesampainya di sana ahli mengatakan bahwa photo ini asli tidak ada editan sama sekali, arka sebenernya sangat percaya pada dinda bahwa semua ini jebakan, tetapi mendengar asli pikiran arka langsung hancur, berarti beny di photo itu betul-betul mencium dan memeluk istrinya, dan bisa jadi lebih dari itu, karena melihat istrinya yang tertidur seperti pengaruh obat tidur.
"tuan pasti nyonya di jebak"
"saya tahu son, tapi kenyataan beny menyentuh tubuh dinda dan bisa juga beny melakukan hal lebih karena betapa berengsek nya beny itu yang tidak bisa membuat saya menerima" ucap arka sambil memejamkan matanya , terbayang semua kenangan yang sudah terangkai oleh dinda, dan begitu jelas , bahkan hanya dengan memejamkan mata saja arka bisa merasakan bahwa istrinya sangat dekat, arka tidak bisa membayang kan jika dia harus berpisah dengan dinda.
dengan senyum yang bahagia dinda menyambut arka pulang, karena ada kabar baik juga yang ingin dinda sampaikan, tapi ketika melihat ekpresi wajah suaminya lambat laun senyum di wajah dinda hilang, karena wajah itu mengingatkan betapa kejamnya arka menyakati tubuh dinda, sony yang melihat tuan nya langsung berjalan terburu-buru hanya bisa membuang nafas kasar karena tau apa yang akan terjadi.
arka menarik tangan dinda secara kasar lalu melemparnya ke sofa yang ada di ruang keluarga. dinda hanya bisa mengaduh sakit dan menangis karena dinda bingung dengan apa yang terjadi, mamah rita yang menyaksikan hal itu langsung berlari menghampiri dinda.
"arka kamu itu apa-apan sih, mamah ga pernah ngajarin kamu untuk bersikap kasar terhadap wanita, apalagi istri kamu sedang hamil" ucap mamah dengan nada membentak dan memeluk tubuh dinda.
mendengar kata hamil arka merasa sangat kaget, dia langsung memandang wajah dinda , hati nya terasa sangat sakit, tapi pikirannya benar-benar tidak bisa menerima pada kenyataan bahwa tubuh dinda di nikmati oleh beny, sunggu hati dan pikiran arka saat ini sedang berperang.
Deg jantung dinda seperti berhenti untuk bekerja, mendengar ucapan arka yang tidak mengakui anaknya, padahal hanya dengan arka lah dinda melakukan hubungan suami istri. dinda membuka amplop yang arka lemparkan tadi , dinda sangat kaget melihat bahwa dia sedang tertidur pulas bersama beny, sunggu dinda tidak ingat dan tidak pernah melakukan hal itu. dan mamah rita pun sangat kaget melihat itu semua
"mah dinda ga pernah melakukan ini" ucap dinda dengan bergetar dan air mata yang terus mengalir
"mamah percaya ko,, nanti mamah coba berbicara sama arka ya sayang" ucap mamah rita sambil memeluk erat tubuh dinda, entah apa yang membuat mamah sangat yakin kalau dinda tidak mungkin melakukan hal itu, dan mamah rita juga sudah menganggap dinda seperti putri nya sendiri.
arka menuruni tangga sambil membawa satu buah koper
"pergilah dari sini, saya tidak pernah bisa menerima sebuah penghianatan. ucap arka sambil tidak ingin memandang wajah dinda sama sekali.
__ADS_1
"arka aku mohon percaya, aku tidak pernah melakukan hal itu" ucap dinda sambil mendekat ke arah arka.
"aku percaya kamu di jebak, tapi kenyataan bahwa beny sudah menyentuh seluruh tubuh kamu, aku tidak bisa terima"
"baiklah aku akan pergi, tapi suatu saat aku pasti akan membutikan bahwa anak yang di kandung aku ini adalah anak kamu" ucap dinda dengan suara yang terisak, lalu berjalan menuju kamar baby ar.
"biarkan ardian bersama saya, saya akan menjamin hidupnya dan tidak akan mengurangi semua haknya, kami bisa hidup bersama anak kamu yang lainnya"
dinda melangkah menuju arka, lalu memukul dada bidang arka dengan derai air mata, sungguh saat ini adalah hal yang menyakitkan dalam kehidupan dinda
"kamu jahat arka,,, kamu jahat"
arka menahan satu tangan dinda agar istrinya berhenti memukul, arka menatap wajah dinda tidak terasa air mata arka pun jatuh, dinda yang melihat wajah suaminya langsung menghentika gerakan tanganya, dinda bisa melihat betapa hancurnya hati arka saat ini, dinda berpikir mungkin memang ini jalan yang terbaik. karena jika di teruskan hanya akan saling menyiksa diri.
"selamat tinggal, maaf aku sudah mengecewakan kamu" ucap dinda sambil menarik kopernya keluar dari rumah yang telah dia tempati selama 2 tahun terakhir ini. sebelumnya dinda menciumi baby ar dan menitipkan baby ar ke mamah rita, dinda berjanji akan sering mengunjungi anaknya. arka mendengar hal itu hanya terdiam seolah mengizinkan dinda untuk bertemu anaknya.
wajah terakhir dinda yang tidak akan pernah arka lupakan.
wajah kesedihan arka yang melepaskan dinda pergi.
curhatan penulis :
__ADS_1
aku tuh sebenernya sedih, kenapa setiap hamil dinda harus merasakan sakit kaya gini ðŸ˜ðŸ˜
menjalani kehamilan tanpa suami