
Setelah mendapatkan kabar dari ajudannya, Devan mengajak sang istri untuk ikut bersamanya ke rumah sakit, Vania hanya bisa mengikuti walau pun hatinya belum siap untuk bertemu dengan ayah mertuanya.
Selang 45 menit , akhirnya Devan dan Vania sampai di.rumah sakit, Devan tahu istrinya sangat lah gugup, jadi devan berinisiatif untuk selalu menggenggam tangan Vania agar sang istri tenang.
"sayang aku tunggu di luar aja ya" ucap vania merayu.
"aku cuman sebentar ko sayang, km tenang ya" devan menarik pinggang sang istri agar merasa lebih rileks
Akhirnya sampai lah mereka di ruangan kamar VVIP sang ayah di rawat, Devan kaget karena sudah ada pak wali kota , dan teman kecil nya maria.
"Dev masuk lah"sapa ayah devan
Devan berjalan mendekat sang ayah bersama vania.
"aku bersyukur akhirnya ayah bisa sadar, kenalkan Ayah ini istri aku vania dan saat ini dia sedang mengandung" ucap devan yang tepat berdiri di samping ranjang sang ayah bersama vania.
"Devan,,, maaf kan ayah, tapi kamu dari kecil sudah di jodohkan dengan anaknya pa walikota dan itu adalah maria, ayah tidak menyalahkan kamu karena ayah tidak pernah bilang sama kamu, ayah sangat kaget setelah mendengar penjelasan dari peter, tetapi maria mau menerima kamu apa adanya jadi ayah akan segera menikahkan kamu dengan maria"
Vania yang mendengar hal tersebut entah kenapa tiba-tiba dunia nya seperti runtuh, kedua kakinya terasa lemas dan kepalanya tiba-tiba pusing.
"Maksud ayah itu apa, sampai kapan pun istri devan adalah vania, jadi berhenti untuk berbicara hal konyol" ucap devan sambil memegang erat lengan vania karena sang istri hampir terjatuh.
air mata vania tiba-tiba mengalir begitu saja , devan menggenggam erat pundak vania sambil menuntun nya berjalan agar cepat-cepat keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
"Devan kalau kamu tidak mau mengikuti, maka ayah akan menghancurkan keluarga wanita itu" teriak ayah agar devan berhenti untuk pergi.
"Devan menikahlah secara politik, yang penting dua belah pihak keluarga tidak ada yg di rugikan, Maria tidak masalah walaupun km tetap menjalani rumah tangga bersama vania.
Maria tersenyum, karena tujuan dia yang penting berstatus istri Devan, dan bisa bersama dengan nya walaupun harus berbagi.
Seperti tidak memperdulikan ucapan mereka devan tetap berjalan dan keluar dari ruangan tersebut.
"Devan ..." teriak ayah max
"Kita pelan-pelan saja max, Devan memerlukan ruang untuk memikirkan semuanya.
"Benar apa kata kamu Tom's, anak itu sifatnya memang keras, ayah max menidurkan kembali tubuhnya lagi, karena tiba - tiba pusing kembali.
"Dev perut aku sakit bgt,, aku ga kuat berjalan.
"marvin ayo cepat jalan" seru devan dengan nada yang sangat terdengar emosi.
Marvin langsung menancapkan gasnya karena tahu bahwa kondisi hati bos nya sedang tidak baik. didalam mobil devan berusaha menenangkan Vania yang tidak bisa lagi menahan air matanya.
"Sayang aku mohon kamu tenangkan diri kamu, kasian kan anak kita" ucap Devan dengan suara bergetar, karena perasaan dia saat ini kacau, marah, sedih dan entah kepada siapa Devan harus melampiaskannya.
mendengar ucapan Devan , Vania mulai mengatur nafas nya, rasa sakit hati Vania yang membuat vania tidak bosa mengontrol kesedihannya.
__ADS_1
"Aku ga sanggup dev, tapi aku tidak bisa melihat orang tua aku hancur" ucap Vania sambil cegukan.
Devan memandang sedih wajah istrinya yang cantik, devan merasa sangat gagal menjadi suami yang akan selalu membahagiakan Vania, sebaliknya devan merasa telah membawa kan banyak kesedihan bahkan trauma bagi Vania. Devan buru-buru memeluk istinya dan menghujani banyak ciuman di puncak rambut Vania, membiarkan istrinya untuk menangis di dadanya.
"aku janji akan melakukan yang terbaik buat keluarga kamu, dan keluarga kita" ucap devan sambil mengelus lembut punggung Vania agar tenang.
Mendengar perkataan devan, vania mulai tenang, Vania sadar dia tidak boleh egois dengan menekan suaminya, vania tahu ini bukan kemauan devan. setelah tenang Vania lelah dan mulai tertidur di pelukan devan.
"Kalau boleh tahu apa yang terjadi tuan" tanya marvin yang memecahkan lamunan Devan.
"Ayah max sudah memiliki perjanjian politik dengan pak walikota, dengan menjodohkan ku dengan maria, tapi yang membuat saya emosi, ayah mengucapkan hal itu di depan Vania seperti tidak menghargai vania sama sekali, saya bingung marvin rasanya saya ingin kembali ke indonesia, dan hidup tenang dengan Vania, tetapi ini akan menjadi masalah bagi kelurga gutama" terang Devan terhadap assisten pribadinya itu.
"Saya sangat mengerti tuan dengan posisi anda, tetapi saya rasa yang menculik Vania pun adalah suruhan maria"
"apakah kamu yakin?" teriak devan
"saya yakin tetapi tidak ada bukti, karena anak buah yang yang kemaren kita habisi, dia terkahir berucap lebih percaya dengan bos nya yang pemilik kota ini."terang marvin
"tolong selidiki sampai tuntas, saya ingin semuanya terbongkar " Tegas Devin.
selang 45 menit, akhirnya Devan dan Vania sampai di kediamannya. Vania yang masih tertidur pulas, akhirnya di gendong oleh devan , karena Devan tidak ingin membangunkan istrinya .
__ADS_1
visual Devan dan Vania hari ini