
"Son kamu tunggu di sini saja, biar saya yang mengantarkan HPnya" ucap Arka sambil keluar dari mobil dengan langkah buru-buru.
"Baik tuan" dengan sedikit mengangguk sony pun menutup pintu mobil kembali.
Arka yang memang sudah sangat ke siangan membuat langkahnya menjadi cepat.
"Gadis yang sangat merepotkan" keluh Arka dalam hati .
pada saat Arka membuka pintu ruang rawat neneknya dinda, di ruangan itu hanya terlihat nenek yang sedang tertidur pulas. " kemana ya dinda?" ucap arka dalam hati. akhirnya arka pun memutuskan keluar ruangan dan menanyakan ke suster.
"Sus, perempuan yang bersama nenek itu di mana ya ?"
"Ohh nona dinda tadi dia di panggil oleh dokter reno di lantai 4 tuan"
"Ok terimakasih" Arka pun melangkah keruangan VIP pada saat dia akan menuju ke lift tiba-tiba dia mendengar suara wanita meminta tolong,
"Dinda" Arka sangat mengenal sekali suara dinda karena beberapa hari ini mereka cukup dekat, dengan langkah sedikit berlari Arka pun menuju ke sumber suara. Betul saja dia melihat dinda yang sedang di cium oleh beny dengan posisi tangan beny tepat di buah dada dinda. Arka pun menarik jas beny lalu meninju nya.
"Dasar laki-laki brengsek" satu pukulan lagi Arka layangkan ke pipi beny satunya lagi.
"Kenapa kamu selalu mengganggu kesenangan ku" beny pun membalas pukulan tapi dapat Arka tangkis
"Apa km bilang kesenanganmu,, dia adalah wanitaku dia akan menikah dengan ku" ujar arka kesal sambil mencekik leher beny
Dinda yang dari tadi sudah menahan kaki nya yang lemas dan kepalanya yang tiba-tiba pusing membuat dirinya pingsan, Arka dan beny yang melihat dinda akan terjatuh langsung berlari ke arah dinda tapi arka lah yang lebih dulu cepat menahan tubuh dinda lalu menggendongnya ala bridal style.
__ADS_1
"Jangan pernah mengganggunya lagi,,, atau akan aku hancurkan semua perusahaan mu" ancam arka sambil meninggalkan beny yang hanya mematung .
Arka pun memandang wajah cantik dinda,, jelas sekali dinda sangat terpukul dengan kejadian tadi.
"Kenapa hati ku sangat tidak rela melihat dinda di sentuh oleh laki-laki lain, apakah aku telah mencintainya" ucap arka dalam hati sambil memandang lekat wajah dinda.
"Pak arka,,, ada yang ingin saya bicarakan" ucap dokter reno yang berhasil memecahkan lamunan Arka.
arka yang tersadar pun mengikuti langkah dokter reno.
" pak arka tidak perlu khawatir ,,, nona dinda hanya sedang terguncang,, semoga dinda tidak memerlukan psikiater untuk mengembalikan psikis nya.
Arka pun mengangguk paham" terimakasih dokter reno"
"seno tolong km bawakan pakaian lengkap perempuan,, dan tolong atur pertemuan ulang jadwal saya hari ini... saya tidak bisa pergi ke kantor." arka pun memutuskan telepon dengan asistennya itu dan kembali keruangan dinda.
Saat Arka kembali ke kamar inap dinda , arka melihat dinda sedang tidur menyamping sambil menangis terisak-isak.
"Dinda saya tau kamu sangat terpukul tapi saya harap kamu tidak berlalut" ucap Arka sambil duduk tepat didekat tubuh dinda.
"ka tolong tinggalkan saya,,, saya merasa sangat malu dan terhina,,, apalagi kejadian ini dilihat oleh lelaki yang akan menikahi saya, saya sendiri saja merasa jijik, apalagi kaka" ucap dinda sambil menutup seluruh tubuh nya dengan selimut, hingga tubuhnya tidak terlihat sama sekali oleh Arka.
Arka pun menarik nafas panjang dan mencoba memahami kondisi dinda
" kamu salah jika berbicara seperti aku tidak merasa jijik sama sekali,, saya akan membantu kamu untuk menghapus jejak nya dan melupakan ke jadian hari ini"
__ADS_1
Dinda yang mendengar ucapan arka pun perlahan membuka selimut nya
"Maksud kakak menghapus seperti apa" dinda sedikit bingung
Arka perlahan mendekatkan wajah nya ke wajah dinda,,, lalu menciumnya dengan lembut dan perlahan, dinda yang mendapatkan ciuman mendadak dari Arka hanya bisa mengencangkan cengkeramannya pada selimut.
"kenapa rasanya sangat beda seperti yang tadi , kenapa tubuh saya seperti menerima bahkan tidak ingin melepaskannya, apakah saya jatuh cinta dengan CEO dingin ini" dinda akhirnya membalas ciuman itu,, dan terjadilah ciuman yang sangat hangat.
Arka yang semula hanya ingin berniat untuk menghapus jejak beny pun mulai menikmati bibir dinda, apalagi ketika dinda membalasnya membuat Arka semakin menginginkan lagi.
"tuan saya sudah membawa pakaian untuk nona dinda" ucap sony dan langsung menutup kembali pintu ruangan karena kaget melihat bos nya itu melakukan hal yang sama sekali belum pernah Arka lakukan.
Arka dan dinda yang mendengar suara sony yang tiba-tiba pun merasa kaget dan langsung melepas mulut mereka. Arka yang melihat wajah dinda merah merona dan menggemaskan langsung mengalihkan pandangan nya.
"Tolong kamu jangan salah paham,,, saya hanya membantu kamu untuk menghapus semua jejak laki-laki itu. dan sekarang hanya ada bekas saya yang akan menjadi suami mu setahun ke depan, jadi kamu beristirahatlah, ucap arka sambil melangkah meninggalkan dinda yang masih memandanginya.
"sadarlah dinda tidak mungkin Arka yang kaya raya itu akan mencintai mu." ucap dinda dalam hati. tapi kenapa hati ku merasa lebih tenang ketika arka sudah mencium ku" dinda yang merasakan pusing memikirkannya akhirnya tertidur dengan sangat pulas.
"maaf tuan saya tidak mengetuk terlebih dahulu tadi" ujar sony sambil menundukkan kepalanya
" hmmm,,, saya melakukan itu bukan karena mencintainya, saya hanya membantu menghilang jejak beny saja, km tolong jaga dinda jika dia sudah merasa tenang bawalah ke apartemen. Arka pun melangkah pergi.
Arka yang merasa bingung dengan hatinya membuat pikirannya menjadi kacau, dan memutuskan untuk pulang ke apartemen untuk menetralkan kembali perasaannya.
.
__ADS_1