
Sesampainya di apartemen dinda langsung membersihkan badannya, setelah itu dinda memasak menyiapkan makan malam untuk arka, tidak banyak yang dinda masak hanya steak dan kentang.
Arka akhirnya sampai di apartemennya, rasanya arka sudah sangat merindukan wajah cantik dinda, arka pun tidak tahu sejak kapan dia sudah mencintai dinda, yang jelas arka merasakan takut kehilangan, rindu, bahkan marah jika ada laki-laki lain menyentuh dinda,
arka melihat dinda sedang sangat sibuk di dapur bahkan dirinya masuk pun dinda tidak menyadarinya, arka menghampiri dinda dan memeluknya dari belakang, dinda reflek menjerit histeris sambil menutup matanya
"sayang ini aku suami kamu" arka lupa bahwa dinda punya trauma gara-gara beny bahkan sampai di rawat 3 hari, arka memeluk tubuh dinda dan mengusap punggung dinda dengan lembut, dinda akhirnya mulai tenang
"jangan lakukan itu lagi" sambil terus memeluk arka
"iya maafkan saya ya,,, udah dong jangan nangis terus, saya udah lapar bgt"
dinda langsung tersadar dari rasa takutnya dan mengusap air matanya.
"ya udah sayang kamu duduk dulu di sini ya semuanya udah jadi ko"
arka pun duduk dan menunggu masakan apa yang akan di bawa dinda.
"Nah ini sayang steak nya, spesial karena di masaknya dengan cinta" ucap dinda sambil duduk depan arka dan menyimpan porsi mereka masing-masing.
"hmmm terlihat sangat enak sepertinya"arka langsung melahap makanannya dan benar saja steak nya terasa sangat lezat. arka sungguh sangat bangga memiliki dinda sudah cantik ,pinter masak.
"Kamu masak daging kaya gini malem-malem tanggung resikonya ya" ucap arka sambil terus memakan steak yang ada didepannya
dinda yang tidak mengerti merasa bingung "Memangnya resiko nya apa?"
"Ya pokonya siap-siap saja, aku mau mandi dulu , makan malam hari ini pokonya seribu jempol" puji arka sambil berjalan menuju kamarnya.
Dinda pun tersenyum, entah mengapa didalam hati dinda hanya ingin bersama arka, tidak peduli dengan uang 5 milyar yang pernah dijanji kan arka padanya. dinda pun beranjak dari tempat duduknya dan membersihkan dapur setelah selesai dinda menuju kamar arka menyiapkan baju tidur yg akan gunakan, saat dinda hendak mau keluar tiba-tiba arka memanggil dinda.
"kamu mau pergi kemana?"
"aku mau tidur"
"tidur di sini dan tutup pintunya"
__ADS_1
dinda berjalan menuju kasur dengan sikap malu-malu, arka menghampiri dinda dengan bagian dada bidang arka masih terlihat,
dinda mencoba mengatur napasnya karena pasti hari ini waktunya dinda akan menjadi istri seutuhnya. arka mendekat dan berbisik kepada dinda.
"Hari ini kamu sudah siap kan?
Dinda hanya mengangguk dan memejamkan mata, arka pun mulai dengan penyatuannya dengan lembut dan tentunya dengan perasaan cinta, karena dinda benar-benar menjaga mahkota nya dengan baik di umurnya yang sudah 22 tahun padahal hidup di kota yang kehidupannya sangat bebas, arka menikmati semua lekuk tubuh dinda,
"ini akan terasa sangat sakit untuk pertama kali , aku mulai ya"ucap arka menjeda
dinda hanya bisa mengangguk dengan mata yang sendu karena entah apa yang dinda rasakan yang jelas rasanya seperti ingin melayang ke nirwana.
arka pun mulai dengan hentakannya, arka merasa sangat sulit dan sempit, dinda mulai merasakan sakit di bagian bawahnya , tapi dinda menahannya dengan sekuat tenaga dengan memegang erat ke seprai, tanpa di sadar butiran bening mengalir di mata dinda, sebenernya arka tidak tega untuk melanjutkannya, tetapi kebutuhan biologisnya menuntunnya untuk terus melakukannya, akhir arka yang sudah merasa puas menjatuhkan tubuhnya di samping dinda, lalu menarik tubuh dinda agar berada dalam pelukannya.
"terimakasih sayang,,, karena sudah menjaganya" ucap arka sambil mengecup kening dinda.
dinda tidak menjawab karena merasa tenaganya benar-benar habis, menurut dinda arka sangat kuat tenaganya tidak bisa mengimbanginya, akhirnya mereka pun tertidur pulas tanpa mengenakan pakaiannya kembali.
***
Keeskokan paginya dinda bangun lebih awal dinda menggeserkan tangan arka pelan, karena tidak ingin membangun suaminya, tapi ketika dinda akan turun dari kasur dinda merasakan sangat sakit di bagian bawahnya. arka yang mendengar dinda meringis kesakitan langsung terbangun.
"sakit banget ya,, aku gendong ke kamar mandi ya"
"engga usah sayang, aku bisa ko berjalan"
Arka langsung menggendong dinda dan membawanya ke kamar mandi, mereka pun mandi bersama. dinda keluar kamar lebih dulu karena akan menyiapkan sarapan untuk arka. setelah menyiapkan sarapan dinda pun kembali kedalam kamar, dinda melihat arka sedang sibuk memakai dasinya.
"sini aku bantu pasang" ucap dinda yang langsung mengambil alih dasi yang ada di tangan arka.
"Apa tidak sebaiknya kamu berhenti kerja saja"
"Aku masih mau kerja sayang, tapi aku janji kalau nanti hamil pasti langsung berhenti kerja"
arka tersenyum lalu mencubit hidung dinda" baiklah aku akan membuat kamu hamil cepat" ucap arka sambil langsung mencium bibir dinda dan kini turun ke leher jenjang nya dinda.
__ADS_1
"sayang, kita harus berangkat" ucap dinda sambil menahan tangan arka.
"Kita bisa melakukannya dengan cepat" arka pun membawa dinda ke atas kasur, dan mengulang kenikmatan penyatuan yang seperti tadi malam. setelah selesai arka dan dinda pun kembali ke kamar mandi lalu memakai pakaian rapih kembali dan sarapan bersama.
"saya telah memilih kamu menjadi satu-satunya wanita dalam hati ku, jadilah istri dan ibu dari anak-anak kita sayang" ucap arka sambil memegang lembut tangan dinda
"terimakasih sayang" dinda pun meneteskan air matanya, karena laki-laki yang dia cintai kini sudah mengucapkan janjinya dan memilihnya.
visual arka dan dinda pagi ini
hari ini arka sengaja tidak meminta sony menjemputnya, karena ingin mengantar dinda kerja sendiri dan memiliki waktu berdua lebih lama.
"Kamu bisa engga kalau lagi engga bareng sama saya dandannya jangan seperti ini.
"Aku cuman pakai pelembab , blush on dan lipstik aja ko sayang" jawab dinda sambil melihat ke kaca.
"Iya ga usah pake itu semua"
"Engga bisa dong sayang, masa muka aku kaya bangun tidur mau kerja"
"ckk ,,, aku tuh ga mau istri aku, cantiknya di nikmati sama yang lain"
"CEO dingin kalau jatuh cinta kaya gini ya" jawab dinda sambil tersenyum meledek.
arka tiba-tiba menepikan mobilnya, dinda pun merasa bingung.
"Kenapa sayang ada yang bocor ya"
"Tidak ,,, aku hanya mau memberi pelajaran sama gadis yang sudah mulai berani meledek"
arka langsung mencium dinda, dinda hanya bisa membalas ciuman itu, karena jika suaminya mau dia tidak mungkin menolak. dinda melepaskan bibirnya lalu memegang kepala arka.
__ADS_1
"Sayang nanti aku kesiangan.
arka memandang wajah dinda sebentar mencium keningnya lalu menjalankan mobilnya kembali .