
Malam semakin larut, ala bridal styale arka menggendong dinda dari lift menuju kamar suite mereka. tanpa basa basi arka langsung menidurkan dinda ke atas ranjang yang luas dan empuk sengaja kamar nya di pesan dengan bernuansa romantis, arka enggan melepaskan dinda sama sekali. tapi karena besok panggi arka masih harus berangkat ke inggris jadi arka memutuskan permainannya berakhir di 3 ronde,
dinda yang merasa sudah sangat lelah , langsung tertidur pulas di pelukan arka, tubuh arka seperti menjadi tempat ternyaman bagi dinda. arka membelai lembut rambut dinda, dan menyelipkan nya di telingan dinda agar wajah istrinya terlihat.
***
Arka membangunkan dinda untuk berpamitan, dinda mencium arka dan memeluknya sebentar
"hati-hati ya sayang"
"kamu juga ya, di dekat hotel sini ada mall kamu bisa jalan ke sana jika kamu bosan, ingat jangan pernah lepaskan kalung ini" jawab arka sambil mencium pucuk kepala dinda
arka berjalan keluar kamar hotel, karena malam dinda sangat kelelahan jadi dinda memutuskan untuk tidur kembali.
waktu sudah menunjukan pukul 11, dinda mandi lalu mengirim pesan singkat kepada arka, menanyakan apakah dia sudah sampai atau belum.
dinda keluar hotel untuk jalan-jalan sebentar, tiba-tiba ada seorang wanita memanggil namanya.
"clarisa ko kamu bisa di sini" tanya dinda tanpa ada rasa curiga sama sekali.
"aku juga kaget ketika melihat kamu ada di sini, bisakah kita berbicara sebentar".
"baiklah" ucap dinda
mereka berdua pun duduk direstoran hotel..
"din aku mau meminta maaf sama kamu, aku tidak menyangka jika perkataan ku bisa sampai membuat kamu hampir kehilangan anak kamu, ucap clarisa sambil terisak tangis seolah-olah dia sangat menyesal.
"sudah lah risa aku sudah melupakan semuanya ko"
__ADS_1
"tapi arka beda din, sampai sekarang arka tidak mau melihat ku lagi, jadi tolong bantu jelasin ke arka ya din , aku ga punya sodara atau siapapun lagi.
"baiklah aku akan mencoba"
akhirnya mereka dua mulai memakan hidangan yang ada di atas meja mereka.selang berapa lama dinda tiba-tiba merasa sangat pusing,
"din km kenapa "tanya risa dan langsung berjalan menuju kursi dinda
"aku sangat pusing, apakah kamu bisa nganterin aku ke kamar"ucap dinda sambil memegang jidatnya yang mulai pening
tak lama dari itu, dinda pun jatuh pingsan , mengetahui bahwa dinda sudah pingsan beny menggendong dinda kedalam kamarnya, beny melakukan photo berdua, dengan kondisi dinda yang pingsan seolah -olah mereka sedang tidur bersama.
setelah beny selesai dengan segala rencanya, beny yang sedang berada di samping dinda tidak tahan untuk memeluk dan menciumnya. akhirnya beny memeluk dinda dalam pelukannya, lalu mencium bibir dinda lembut, setelah sadar dengan apa yang dia perbuat, beny buru-buru mundur lalu mencium kening dinda.
"aku pasti memiliki mu, maafkan aku din, tapi aku ingin kamu bahagia bersamaku"ucap beny sambil mengelus pipi dinda, karena tidak ingin sampai hal lain lagi terjadi akhirnya beny pergi.
"dasar lelaki aneh, kenapa tidak tidurin aja dinda biar dia mengandung anaknya" ucap clarisa dalam hati.
beny sebenarnya tulus mencintai dan menyayangi dinda, kenapa beny tidak membuat dinda tertidur bersamanya, karena jika sampai dinda hamil anaknya, dinda akan depresi, dan bukan hal itu yang beny inginkan, dia benar-benar ingin dinda menjadi miliknya, beny tidak akan membiarkan siapa pun untuk menyakiti dinda.
selang 2 jam kemudian dinda terbangun, dia memegang kepalanya yang terasa pusing,
"din kamu sudah sadar, silakan minum dulu" ucap clarisa sambil menyodorkan minumannya.
"terimakasih ya risa"
"din tolong kamu jangan sampe kasih tahu arka ya kalau bertemu dengan aku , dia pasti marah besar jika tahu aku ada di paris seperti ini.
"baiklah risa, aku pamit dulu ya"
__ADS_1
dinda keluar dari kamar risa, laku kembali ke kamarnya, dinda mengecek ponsel nya dan benar saja sudah ada 5 panggilan vidio tak terjawab, dinda akhir nya menelpon Arka,
"sayang kamu kemana aja sih" ucap arka denga n suara sedikit tinggi,
"maaf sayang tiba-tiba kepala aku pusing banget"
arka memandang wajah istrinya di vidio call, memang benar dinda tampak pucat,
"kamu sakit sayang, baiklah km istirahat dulu saya akan segara pulang"
"hmmm.. hati-hati ya sayang" jawab dinda sambil matanya terpejam.
dinda memegang bibirnya yang merasa aneh karena terasa kebas,, seperti habis berciuman sangat lama, dinda berfikir mungkin ini bekas semalam dengan arka.
arka sampai paris pukul 7 malam, dinda menyambut bahagia kedatangan suami nya, karena sudah sangat merindukannya.
"kamu engga apa-apa kan, apakah perlu kita kedokter" tanya arka sambil melingkarkan tangannya di pinggang dinda.
"engga usah sayang, besok juga aku sembuh"
arka menyentil jidat denda karena gemas" kamu bikin kawatir aku selama 2 jam, lain kali jangan pernah abaikan panggilan aku"
dinda tidak menjawab, hanya menggigit bibir bawahnya, arka yang melihat dinda seperti langsung merasa tergoda dan langsung melakukan penyatuan itu kembali, malam ini dinda seperti memberikan service terbaiknya. arka pun sampai di buat lelah, dan akhirnya mereka pun tertidur pulas.
****
dinda dan arka benar -benar menikmati masa liburan mereka berkeliling kota paris, hati arka sungguh bahagia bukan karena liburan saja, tapi tender yang di inggris kemaren dia mendapatkannya, dan dia pastikan perusahaan diamond pasti akan bangkrut.
hari ini arka dan dinda akan pulang ke Indonesia, dinda mendapatkan kabar bahwa nenek nya di kampung sakit kembali, dinda meminta izin akan tinggal bersama neneknya selama 3 hari, walau berat tetapi akhirnya arka mengizinkan untuk dinda mengurus neneknya.
__ADS_1