True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
62. S2. BERKENCAN


__ADS_3

Devan dan vania keluar dari kamarnya, pada saat devan akan melangkah ke parkiran tiba-tiba vania menariknya.


"engga pakai mobil dev,, kita naik bus" ucap vania lalu mengalungkan tangannya di lengan devan.


"aku tidak pernah naik bus"devan benar-benar takut membayangkan dirinya akan berdesakan menggunakan kendaraan umum.


"makannya kita coba" vania tersenyum manis membuat hati devan luluh.


akhirnya devan pun menyetujui ajakan vania, untuk saat ini di dalam bus penumpang nya kosong sehingga devan dan vania bisa duduk bersama, seolah tidak rela kehilangan vania, devan menggenggam tangan vania, sedang kan vania dengan sangat nyaman menyandarkan kepalanya di lengan devan.


"dev setelah menikah kamu mau punya anak berapa"


"aku mau punya anak 8",ucap devan sambil tersenyum.


vania kaget lalu terbangun untuk bisa menatap wajah devan.


"kamu mau buat aku setahun sekali melahirkan"


"ya betul, karena setelah menikah km hanya akan berakhir di ranjang ku setiap hari" ucap devan menahan tawa melihat ekspresi wajah vania.

__ADS_1


vania geleng-geleng tidak percaya"ternyata kamu seorang maniak"


devan tertawa lalu memeluk pinggang vania"aku cukup punya 2 sayang, yang seperti kamu dan seperti aku" devan mencium pipi vania gemas.


sedang kan vania hanya bisa tersenyum dengan rona merah di pipinya.


selang 30 menit vania dan devan sampai di tempat tujuan. devan menggenggam tangan vania tanpa melepaskannya.


devan seperti sedang berkencan dengan anak kecil, vania berjalan ke sana-kesini seperti anak kecil, sangat lepas dan bahagia. tapi jujur dalam hati kecil devan merasakan ini ada kencan yang paling indah, memakan jajanan pinggir jalan, bermain permainan, bahkan di ponsel devan kini penuh dengan photo vania dan bersamanya.


"dev aku mau ke toilet dulu"


vania berjalan sendiri ke toilet, setelah selesai tiba-tiba ada 3 laki-laki mabok menghampiri nya.


"wah ada cewe cantik nih"


"mau apa kalian, jangan macem-macem ya kalau tidak aku akan berteriak"


"teriak lah, tidak akan ada orang yang mendengarnya" ucap si preman sambil melangkah maju mendekati vania.

__ADS_1


devan menyelesaikan sambungan teleponnya dan teringat vania yang belum juga kembali. buru-buru devan menyusul, beratap kagetnya devan melihat 3 laki-laki yang berada di deket vania, yang 2 memegang tangan vania dan yang satu nya lagi sedang mendekat akan mencium vania, devan menarik laki-laki tersebut, dan terjadilah perkelahian, vania hanya bisa menangis ketakutan, 2 laki-laki telah tumbang oleh devan , dan satu lagi mengeluarkan pisau tajam lalu mengenai perut devan sedikit dan membuat luka tapi tidak dalam, dan tak lama devan pun berhasil mengalahkan semuanya, lalu ke tiga laki-laki itu pun kabur.


devan menghampiri vania yang sedang menangis ketakutan. lalu memeluk tubuh vania sambil menahan luka perih yang ada di perutnya.


"kamu tenang ya sayang, udah ada aku"


vania memeluk erat tubuh devan, dan devan mengirimkan pesan ke pada marvin agar menjemputnya.


"dev perut kamu terluka" vania menatap devan dengan derai air mata.


devan menatap vania dalam-dalam, sungguh devan tidak bisa melihat vania menangis"aku tidak apa-apa berhentilah, aku berjanji tidak akan pernah membiarkan lelaki mana pun menyentuh kamu"


"terimakasih dev karena sudah tepat waktu"


selang 30 menit marvin pun datang menjemputnya.


"tuan anda terluka"


"hanya luka sedikit saja, ayo kita pulang"

__ADS_1


marvin membuka kan pintu belakang, setelah vania dan devan masuk , marvin pun mulai melajukan mobilnya.


__ADS_2