
Clarisa harus mendapatkan pengobatan mental, karena rasa keinginan memiliki Arka tidak pernah terwujud, sedang kan beny beberapa kali mengabaikan panggilannya,
"awas kau beny , seenaknya kamu buang aku begitu saja setelah kamu sudah berhasil dengan tujuan mu, sedangkan tujuan kan ku belum tercapai sama sekali, semua laki-laki sama saja" teriak risa sambil melempar barang - barang yang berada di dekatnya.
"non tenang lah non, minum obat dulu ya non" ucap asisten rumah tangga clarisa.
Risa mengepalkan tangannya lalu berucap dalam hatinya" kalian bertiga harus merasakan hancur seperti diriku"
***
Di perusahaan Arka sedang sibuk dengan file - file yang harus di tanda tangani, tiba-tiba ada yang membuka pintu ruang kerja arka,
"maaf pa nona ini memaksa masuk" ucap sekertaris Arka
"biarkan dia masuk"
Clarisa tersenyum lalu menghampiri meja Arka, "ka kita makan malam bersama yu, aku sudah lama tidak makan bersama dengan kamu"
"maaf risa tapi sekarang ini saya sedang sibuk"
"kamu kan sudah cerai dengan dinda kenapa kamu masih mamajang photo dinda di sini"
"simpan kembali risa, saya tidak suka barang yang saya miliki di sentuh oleh orang lain" ucap arka sambil menarik bingkai photo dari tangan risa.
"baiklah aku tidak akan mengganggu mu lagi, asalkan kamu mau makan malam ini bersama aku, aku tunggu di restoran sebrang sana jam 8 malam, aku tidak akan pergi sampai kamu datang" ucap risa sambil mencium pipi arka tanpa izin dan berlalu pergi dari ruangan arka
__ADS_1
"clarisa kenapa setelah dewasa kamu sangat menyebalkan, sama seperti wanita lainnya" ucap arka dalam hati.
visual clarisa dan arka hari ini.
***
Sudah sangat siang sekali, Rafa dan dinda belum bangun, seperti pengantin baru, Rafa melakukan penyatuan pada dinda berkali-kali, sehingga membuatnya keduanya kelelahan, rafa berjanji tidak akan melakukannya lagi setelah hari ini sampai status mereka sudah menikah, rafa berniat untuk mempercepat tanggal pernikahannya, rafa memandangi wajah cantik dinda ketika tidur, tanpa make up , bulu mata lebat dan lentik belum bibir nya yang selalu berwana merah tanpa menggunakan lipstik sama sekalian
sungguh begitu sempurna tuhan memahat setiap bentuk wajah dinda, rafa semakin mengagumi nya, apalagi kini dinda sudah menjadi milik Rafa seutuhnya.
"ahkkk mas, kamu kan udah janji ga akan sentuh aku lagi, jawab dinda sambil membalikan badannya menjadi memunggungi Rafa,
karena saat ini mereka sedang berada dalam satu selimut, membuat rafa bisa melihat kulit punggung dinda yang putih dan lembut, membuat Rafa menelan saliv nya, menahan godaan untuk tidak menerkam dinda lagi.
akhirnya Rafa memutuskan untuk ke kamar mandi duluan , karena bisa gawat kalau dia berada terus di samping dinda. sedangkan dinda masih tertidur pulas. setelah rapih rafa turun ke bawah untuk melihat baby vania, dan mengajaknya main sebentar , lalu membawa makanan ke kamarnya.
dinda sudah rapih dan duduk di depan cermin sedang mengering kan rambutnya, dinda benar-benar sudah menyerahkan dirinya pada rafa, dan tidak akan menoreh lagi ke belakang , karena pasti tidak mungkin untuk kembali, hanya itu yang bisa dinda tanamkan di hatinya
"mau aku bantu keringkan rambutnya" tanya rafa dan sudah berada tepat di belakang dinda
"emangnya mas bisa?"
__ADS_1
"buat kamu aku bisa dong" rafa mengambil alih hairdryer lalu mulai mengeringkan rambut dinda
"mas tadi km keluar liat baby vania engga?"
"liat dong, aku main sebentar tadi, dia sedang main sama suster"
"makasih ya mas, tapi maaf mas aku tetap akan memperkenal Arka adalah ayahnya pada vania"
"aku tidak masalah din, yang penting adalah kamu yang harus mulai menerima aku lah suami kamu nanti" ucap Rafa sambil tersenyum.
ini lah yang dinda suka dari Rafa, tidak pernah mempersalahkan hal kecil, dan mau menerima dinda apa adanya, jadi tidak ada alasan dinda untuk menolak cinta rafa.
visual rafa dan dinda hari ini
***
waktu sudah menunjukan pas jam 8 malam, arka baru menyelesaikan pekerjaannya, arka teringat dengan perkataan risa mengajaknya makam malam, tetapi tubuh arka benar-benar lelah, jadi arka memutuskan untuk pulang,
di restoran clarisa sudah berdandan dengan sangat cantik, menggunakan gaun seksi dan mahal untuk menarik perhatian arka kembali, setelah menunggu 3 jam yang di tunggu tak kunjung datang akhirnya clarisa pun pulang dengan emosi yang memuncak. clarisa berteriak di kamarnya lalu melemparkan semua barang yang berada di dekatnya
"awas kamu dinda ,, aku akan melenyapkan mu" ucap clarisa sambil berteriak
__ADS_1