
4 bulan berlalu, kini kehamilan dinda sudah memasuki semester akhir, walau pun kelahirannya di pastikan harus secar tapi dinda selalu meminta Rafa untuk menemaninya berjalan pagi, terpaksa rafa harus selalu siang sampai ke perusahaannya karena harus menemani dinda terlebih dahulu, Rafa memegang komitmennya dengan tidak menyentuh dinda sama sekali kecuali bibir dinda tidak pernah lepas dari bibir Rafa,
"mas aku nyusahin ya" ujar dinda sambil melingkarkan tangannya ke lengan kekar rafa.
"engga dong, aku senang malahan bisa temenin kamu tiap pagi"
"makasih ya mas" dinda berucap sambil tersenyum .
jujur dinda semakin hari semakin cantik, wajah nya berubah menjadi sedikit dewasa, tubuhnya yang tetap langsing dengan perut nya saja yang besar membuat dinda semakin terlihat seksi, membuat Rafa sangat ingin menikmati tubuh dinda.
Dibalik pohon ada Arka yang sebetulnya hampir setiap hari memperhatikan Rafa dan dinda yang berjalan pagi,
semenjak bercerai arka menjadi sangat ketus dan dingin, arka melampiaskannya terhadap pekerjaannya sehingga perusahaannya kini menjadi sangat kuat, menurut arka cukup dinda wanita yang akan menjadi pertama dan terakhir dalam hidupnya. walaupun mereka sudah tidak bisa saling menyentuh seperti dulu tapi setidaknya arka masih bisa melihat dan berbicara dengan dinda mengenai perkembangan ardian.
ketika dinda dan Rafa sedang asik mengobrol, tiba-tiba perut dinda mulas, padahal hpl nya masih seminggu lagi, Rafa panik lalu menggendong dinda masuk ke dalam mobil, dan membawanya ke rumah sakit. Arka yang melihat hal itu segera mengikuti mobil rafa.
selang 30 menit rafa sampai di rumah sakit, dinda langsung di tangani dokter dan mempersiapkan proses oprasi langsung.
"pak apakah anda akan masuk menemani istri anda melakukan oprasi secar"
__ADS_1
"saya akan masuk dok" ucap arka sambil mengambil pakaian seperti orang mau beroperasi
ketika rafa akan masuk tiba-tiba lengannya di tarik
"izin kan saya menemani dinda melahirkan, setidaknya saya tidak akan menyesalinya teramat dalam jika ternyata anak itu adalah anak saya" ucap arka dengan wajah sedikit memohon
Rafa yang tahu bahwa anak itu benar - benar anak arka sedikit berfikir , dia sangat yakin karena pada saat membuat photo itu beny benar-benar tidak meniduri dinda sama sekali, karena merasa kasihan terhadap arka, serta ingin menghapus sedikit dosanya akhirnya Rafa mengizinkannya.
Arka berganti pakaian lalu masuk kedalam ruang operasi, dokter merasa bingung kenapa wajahnya berubah tapi akhirnya fokus kembali dengan proses operasi.
dinda yang hanya di bius setengah badan merasa kaget melihat arka berada di sampingnya, arka mengusap kepala dinda.
dinda hanya mengangguk setuju, dinda melihat arka lebih kurus dan seperti tidak bersemangat, jujur didalam hati dinda pun hanya ada Arka , tapi dinda ingin belajar untuk mencintai Rafa yang sudah menemaninya selama dalam kesulitan.
tubuh dinda tiba-tiba terasa dingin, arka menggenggam tangan dinda,,
"tenang ya din"
"kenapa dingin banget ya ka,, waktu ardian ga seperti ini dan cepat" ucap dinda sambil menggenggam erat tangan arka.
__ADS_1
"tenang ya bu,, plasenta nya melekat jadi agak lama" jawab dokter
Sungguh arka benar-benar menyesali kehidupannya wanita yang sangat dia cintai ini kini statusnya bukan istrinya lagi, tetapi rasa ingin melindungi selalu ada dalam diri arka
" kamu tenang ya sayang, aku yakin kamu dan anak kita akan baik-baik saja" ucap arka sambil menghujani banyak ciuman di wajah dinda, akhirnya tangisan bayi pun terdengar, kata anak kita yang dinda dengar seakan-akan menjadi air di gurun pasir,
"makasih ya ka,, akhirnya kaka mau percaya bahwa ini adalah anak kita, walaupun sudah ter" tangan mata dinda tiba-tiba tertutup dan tubuhnya dingin
"dinda sadarlah, dok kenapa dengan istri saya dok"
"tenang ya pak proses operasi nya mengeluarkan banyak darah sehingga harus mendapatkan donor darah, tapi kita sudah menyiapkannya, bapa bisa keluar sekarang bersama anak bapa" ucap dokter
arka mengikuti arahan dokter , dan menemui anaknya yang sedang di mandikan , wajah cantik putih, yang sangat mirip dingin dengannya, arka langsung menggendongnya dan menangis segukan.
Rafa melihat reaksi arka , sebenarnya dalam hati rafa sangat menyesali perbuatannya memisahkan 2 orang yang sangat saling mencintai, tapi rasa ingin memiliki dinda tidak bisa dihilangkan dalam hatinya, dan sekarang akan segera terwujud.
Arka tetap meminta pihak rumah sakit untuk melakukan tes DNA, walaupun dia yakin bahwa anak ini adalah anaknya, karena wajah nya sangat mirip dengannya.
setelah melewati masa kritisnya akhirnya dinda dipindahkan di ruang rawat nya, Rafa sengaja membiarkan Arka menemani dinda, karena setelah ini rafa tidak akan pernah memberikan izin, karena dinda akan menjadi istrinya.
__ADS_1