
Rafa sedang mengadakan meeting dengan para pemegang saham, permasalahan dinda Rafa anggap telah selesai, karena dalam hitungan bulan dinda akan menjadi istrinya. jadi sekarang Rafa akan mulai fokus pada perusahaannya, di tengah meeting Rafa mendapatkan telepon bahwa dinda sedang menangis di dalam kamarnya dan cukup keras, Rafa terpaksa harus membuat pertemuan ulang karena mulai tidak fokus sehingga belum ada keputusan final dalam meeting nya, Rafa menuju tempat parkir perusahaan dan melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
setelah selang 30 menit Rafa sampai di rumahnya,
"bi dimana dinda, apakah sudah makan"
"tadi bibi sudah antar makanannya ke kamar tuan, non dinda ga mau keluar kamar"
Rafa langsung berjalan menuju kamar dinda, ketika sampai di kamar , rafa melihat dinda sedang tertidur dan makanan hanya di makan setengah, baby vania pun sedang tertidur, rafa mendekat ke keranjang dinda dan duduk di tepinya lalu membelai rambut dinda.
dinda membuka matanya pelan ketika ada yang menyentuhnya.
"mas udah pulang" tanya dinda sambil merubah posisinya menjadi duduk
"kamu kenapa lagi, apa karena Arka lagi, ?" cecar rafa sambil mengusap pipi dinda lembut.
__ADS_1
"maaf mas aku hati aku masih mencintai Arka sampai saat ini" ucap dinda dengan air mata yang terus mengalir sulit untuk dia bendung.
perlahan Rafa melepaskan tangan nya yang sedari tadi mengusap pipi dinda, hati nya merasa ingin sekali meluapkan emosi nya, tapi rafa tidak ingin membuat dinda takut,"din apakah kamu tidak pernah memikirkan perasaan aku sedikit saja, aku udah pernah bilang kan sama kamu apapun akan saya lakukan, tapi untuk melepaskan kamu bersama Arka jangan harap saya akan lakukan itu, karena tidak akan pernah terjadi din" ucap rafa sambil berjalan keluar dan terdengar suara pintu terbanting.
dinda menangis kali ini lebih keras, karena merasa bersalah dengan apa yang dia ucapakan kepada Rafa, dinda merasa wajar rafa marah karena harusnya dinda tidak pernah memberikan harapan pada Rafa, padahal dinda sadar tidak akan pernah bisa melupakan Arka, karena dialah cinta pertama nya.
...
sudah 3 jam berlalu dari Rafa meninggalkan kamar dinda, setelah memberi susu dan menidurkan baby vania, dinda berniat untuk ke kamar Rafa dan meminta maaf. dengan perasaan takut akhirnya dinda menghampiri kamar Rafa lalu membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci, dinda melihat Rafa sedang duduk di sofa singel nya dengan botol minuman yang sudah berserakan.
dinda berjalan perlahan menghampiri Rafa, membuka sepatunya lalu membuka jas yang masih melekat di tubuh rafa, ketika dinda akan berjalan untuk menyimpan sepatu dan jas nya, tiba-tiba tangan ditarik oleh rafa, lalu mendudukkan dinda di pangkuannya, dan posisi nya menjadi sangat intim, dinda yang hanya menggunakan baju tidur dress sutra sepanjang lutut membuat rok nya menjadi terangkat hingga paha yang putih dan lembutnya kini terlihat,
__ADS_1
"turunin aku mas, kamu mabuk " ucap dinda memohon karena dinda takut jika Rafa akan kasar.
"aku membutuhkan mu din, aku ga akan sanggup kalau kamu tidak bersama ku" ucap Rafa sambil menarik dagu dinda lalu menciumnya dengan lembut, dengan posisi tangan Rafa yang sudah masuk kedalam dress tidur dinda lalu mencoba memainkan dua gundukan dada dinda yang terasa bigitu kenyal dan menggoda.
"mas aku baru melahirkan , jadi belum bisa" ucap dinda mengingatkan
Rafa pun melepaskan permainannya lalu mengangkat tubuh dinda ala bridal style"tidurlah bersamaku, saat ini aku tidak ingin ditolak"
"hemmm"
dan akhirnya dinda dan Rafa pun tidur bersama , rafa memeluk erat dan merasakan kehangatan tubuh dinda, andai dinda sedang tidak habis melahirkan , rasanya rafa ingin sekali menghabiskan malam ini bersama dinda, karna semenjak dia mengejar cinta dinda, rafa sudah tidak pernah lagi tidur dengan wanita mana pun
"mas baby vania gimana? "
" aku sudah menyuruh baby sister untuk menjaganya malam ini, tidur lah" rafa mencium puncak kepala dinda
__ADS_1