
Keesokan harinya vania terbangun, kepalanya merasakan sangat pusing dan berat.
"Apa yang terjadi tadi malam, kenapa aku tidak ingat sama sekali, terus di mana aku sekarang"
tiba-tiba suara berat laki-laki terdengar di telinganya.
"kamu sudah sadar" devan duduk tepat didepan vania
"kamu bukannya" vania mencoba mengingatnya, ohh ya aku ingat, kenapa saya bisa bersama kamu" tanya vania.
"semalam saya menemukan kamu sedang mabuk, untung saya yang menemukan, kalau orang jahat gimana , bisa sudah di jual kamu ke luar negri" ucap devan menjelaskan.
membayangkan hal itu, vania langsung merasa takut, dan memeluk dirinya sendiri, ekspresi vania sungguh membuat devan sangat ingin tertawa, begitu lucu dan menggemaskan.
"terimakasih karena telah membantuku" hanya itu yang bisa vania ucapkan.
"anggap saja saya telah membalas pertolongan kamu kemaren" ucap devan datar.
"boleh kah aku meminjam kemeja mu, saya tidak enak jika tidak mandi"
"baiklah, saya tunggu kamu 30 menit, biarkan saya yang mengantar" seolah tidak mau dibantah devan langsung meninggalkan vania yang masih belum sempat menjawab nya
selang 30 menit , vania benar-benar sudah segar, kemeja devan yang membuatnya tenggelam, dan tangannya di gulung, lalu dengan celana pendek, vania terlihat seperti wanita yang baru berumur 20 tahun, itu lah yang terlihat oleh devan sekarang.
"naiklah" ucap devan
vania hanya bisa menuruti dan duduk di samping devan.
__ADS_1
"kamu akan ke rumah sakit dengan pakaian seperti itu" tanya devan
"tidak, aku kan pulang ke apartemen ku yang tidak jauh dari sini " balas vania.
"jangan lupa untuk mengembalikan pakaian ku"
"baiklah"ucap vania singkat
Didalam perjalan devan dan vania tidak mengobrol sama sekali. Vania meminta devan untuk menghentikan mobilnya, tepat di depan loby apartemen, melihat apartemen yang di miliki vania, devan yakin kalau vania bukan berasal dari keluarga kaya raya. Tidak tahu saja sebenarnya vania adalah anak orang terkaya ke 3 se-Asia, vania sengaja tidak memperlihatkan kekayaannya, bukan tanpa alasan, dulu vania sempat memiliki pacar, tetapi pacar nya malah memanfaatkanya, maka dari itu vania tidak ingin hal yang sama terulang. dan orang tuanya Arka dan dinda menyetujui keputusan vania.
"terimakasih tuan" ucap vania sambil menutup mobilnya dan berlari kecil masuk kedalam apartemen, karena tidak nyaman dengan pakaian yang dia gunakan.
Didalam mobil devan hanya bisa tersenyum, membayangkan kejadian night clubs, entah kenapa hati devan rasanya sangat ingin memiliki vania.
"tuan apakah anda menyukai dokter vania?" tanya marvin yang duduk di samping supir.
"Bisakah saya jatuh cinta kepadanya"
"Entahlah marvin , saya takut kejadian kaka sepupu akan terjadi kepada saya, dan harus berkorban hanya demi wanita, saya tidak bisa membayangkan hal itu" devan memejamkan matanya , mendalami keinginan hatinya, dan jawabannya satu, dia selalu ingin bersama dengan vania, melihat senyumnya membuat dirinya bahagia.
***
Hari ini Ardian merasakan tubuhnya begitu lemas,dan panas, di dalam pikirannya hanya ada prisa, jadi ardian memutuskan untuk menghubungi prisa agar merawatnya.
"halo sayang, kamu dimana, apakah kamu bisa datang ke apartemen saya sedang sakit"
"kamu sakit apa sayang, aduh maaf banget ya,, aku ada jadwal pemotretan, nanti setelah selesai aku pasti datang, kamu jaga diri ya, dah sayang. ucap prisa lalu menutup sambungan teleponnya.
__ADS_1
Ardian membuang nafas secara kasar, sebenernya urutan ke berapa dirinya dalam hidup prisa , selalu saja pekerjaan yang di pentingkan, padahal semua barang mewah prisa gunakan berasal dari pemberian ardian. tapi bodohnya ardian masih saja mencintai luna.
Ardian pun mengirimkan pesan kepada luna untuk datang ke apartemen membawakan obat penurun panas.
Luna langsung menuruti semua perintah bos nya, membeli obat dan bahan makanan, luna tau pasti saat ini bos nya belum makan. sesampainya di apartemen luna langsung menekan pin yang sudah ardian berikan,
Luna langsung mengecek ardian kedalam kamar, ternyata suhu tubuh ardian sangat lah panas, luna langsung membawakan kompresan dan meminumkan obat ke mulut ardian, setelah itu luna juga memasak sop rumput laut.
karena kelelahan, luna akhirnya tertidur di samping ardian, dengan posisi duduk dan bersandar di dipan.
ardian yang merasakan tubuhnya lebih enak kini terbangun, entah bagaiman kepala ardian bisa berada di pangkuan luna, ardian pun langsung merubah posisinya menjadi duduk, melihat situasi kamarnya yang berantakan, ardian tahu bahwa luna telah merawatnya nya selama dia tidak sadar. ardian membetulkan posisi tidur luna, lalu beranjak dari tempat tidurnya karena perutnya merasa lapar. ardian merasa kagum terhadap luna, andaikan prisa seperti luna. buru-buru ardian menepiskan pikiran itu lalu memakan habis makan yang sudah disediakan di meja.
Luna terbangun dari tidurnya, betapa dirinya kaget, mengapa dirinya bisa tertidur di atas ranjang bosnya. luna bergegas bangun dan menghampiri ardian yang sedang di ruang makan.
"Pa ardian maaf tadi saya sudah ketiduran" ucap luna sambil menunduk.
"tidak apa-apa kamu sudah bekerja sangat lelah hari ini, jadi kamu bisa pulang sekarang, karena tubuh saya sudah merasa lebih baik, terimakasih ya" ucap ardian tersenyum.
"sama-sama pa" Luna hanya bisa mengangguk , lalu berjalan menuju pintu luar.
visual ardian dan luna
__ADS_1
visual vania dan devan