
Sudah 2 bulan dinda dan arka menikah, semenjak dinda tidak bekerja lagi, dinda setiap siang rajin berkunjung ke rumah mamah rita, karena semenjak mamah rita sakit dinda menjadi begitu dekat dengan mamah mertuanya itu, bahkan sayang mamah rita kepada dinda sudah seperti anak sendiri.
"mah mamah mau ngemil apa biar dinda buatin ya"
"memang anak mamah yang satu ini yang paling pengertian" ujar mamah sambil memeluk tubuh dinda.
Dinda berencana akan membuat kan brownies kukus untuk mamah rita, tapi pada saat dinda memecah kan telor entah kenapa dinda tiba-tiba merasakan pusing, lalu terjatuh pingsan
"brughhhh , nyonya teriak bi dartih
mamah rita yang mendengar teriakan bi dartih langsung berlari ke dapur,
"ya ampun dinda kenapa?"
"nyonya ada darah di pahanya non dinda"
"bi jangan-jangan dinda sedang hamil, cepat bibi telepon arka pakai Hp dinda aja ya, biar langsung di angkat"
" baik nyonya"
Bi dartih langsung mengambil ponsel dinda dari tasnya dan langsung telepon arka.
"halo sayang ada apa, aku lagi meeting"
" tuan ini bibi, nyonya dinda pingsan"
"langsung bawa ke rumah sakit bi,, kita ketemu di sana"
akhirnya dinda di bawa ke rumah sakit, sesampainya di sana dinda langsung di tangani oleh dokter kandungan, karena mamah rita yakin dinda hamil. arka sampai di rumah sakit bersama papah tama,
"mah gimana ke adaan dinda?" tanya arka panik
"berdoa aja ya ka semoga dua-duanya selamat
papah tama dan arka kaget dengan ucapan mamah rita
__ADS_1
"maksud mamah dinda sedang hamil?
" iya ka,, tapi karena dinda jatuh ke lantai jadinya ada pendarahan"
entah apa yang harus arka lakukan , entah harus sedih atau bahagia, yang jelas di pikiran arka hanya ada adinda, 30 menit menunggu akhir dokter obygyn keluar,
"Selamat pa arka bayi yang di kandung istri anda aman tidak apa-apa, usia kandungannya 10 minggu. tapi memang sedikit lemah jantungnya jadi harus di rawat beberapa hari. saran dokter kandungan yang menangani dinda
" baik dok terimakasih" arka berjalan memasuki ruang rawat , arka melihat dinda sangat pucat dan lemah.
"mah apakah wanita hamil seperti ini,,, mangapa terlihat sangat tersiksa.
"tergantung bawaan anaknya arka,,
dinda membuka matanya secara perlahan, arka yang sudah berada di samping dinda langsung menghampiri dinda dan mengusap lembut kepala dinda
"Sayang km harus kuat ya demi anak kita"
"Anak kita? apakah aku sedang hamil?
"Iya sayang dan kamu sedikit pendarahan tadi,,, tapi anak kita sudah aman ko.. dokter bilang kandungan anak kita sudah 10 minggu.
"Iya mah,,, maaf dinda udah buat mamah dan papah jadi panik
"Iya mamah takut banget , takut kamu dan anak kamu kenapa-kenapa
"Dinda akan lebih hati-hati lagi mah.
" ya udah kalo gitu mamah dan papah pamit pulang ya
kini di kamar rawat tinggal arka dan dinda, arka memijit pundak dinda dengan sangat lembut,,
"kk pasti lelah dari tempat kerja, dinda udah engga apa-apa ko,,, kk tidur sini "
" jangan buat aku khawatir lagi ya sayang" ucap arka sambil memeluk dinda. karena kamar rawat dinda adalah yang paling terbaik jadi kasur nya cukup luas bisa di gunakan untuk berdua,
__ADS_1
"tidurlah" perintah arka sambil mencium puncak kepala rambutnya dinda.
Tiga hari sudah dinda di rawat arka selalu setia menemani dinda, walau harus sambil bekerja tetapi arka sangat menikmati menjadi suami siaga. arka sering melakukan meeting online, dinda yang melihat suaminya bekerja di depannya hanya bisa tersenyum, karena suaminya sampai harus berganti pakaian, tetapi betapa kagumnya dinda melihat cara arka memimpin setiap meeting, dinda merasa sangat beruntung karena CEO yang dikenal sangat dingin ternyata adalah laki-laki yang sangat hangat, arka tersenyum melihat dinda sedang memperhatikannya, setelah menyelesaikan meetingnya arka berjalan mendekat kan tempat tidur dinda, lalu arka menggelitik tubuh dinda , dinda tertawa terpingkal-pingkal.
"udah sayang ampun-ampun"
"ayo ngaku kamu ketawain apa tadi"
"coba km liat deh penampilan kamu atas nya rapih banget pakai kemeja sama jas, bawahnya pakai celana traning lucu banget sayang"
arka tertawa memperhatikan penampilannya dan akhirnya mengganti dengan kaos sebelum ada orang lain yang melihatnya
"selamat siang pa arka,, istri bapa sudah bisa pulang ya pa"
"baik pa , terimakasih"
dinda keluar dari kamar mandi sudah dengan pakaiannya yang rapih dan cantik.
"ko perut aku belum besar ya sayang" dinda berkata sambil memperhatikan perutnya
Arka langsung memeluk dinda dari belakang" sabar sayang nanti juga perut kamu akan sangat besar, yu kita pulang aku udah engga sabar"
Mata dinda mendelik sambil tersenyum, karena mengetahui maksud suaminya, dinda dan arka berjalan menuju parkiran, tidak sengaja Clarisa menabrak tubuh arka, dan arka reflek memegangnya.
"arka , dinda maaf ya "
"lain kali hati-hati" ujar arka merapihkan bajunya
clarisa memperhatikan dinda yang sedikit lemah"kamu sakit din?"
"tidak istriku sedang hamil jadi dia butuh sedikit istirahat" ucap arka agar clarisa tidak mengganggu nya lagi.
adinda hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya.
"yuk ka kita pulang, aku udah laper, mbak risa kita duluan ya" ucap adinda sambil menarik tangan arka.
__ADS_1
arka dan adinda pun berjalan meninggalkan clarisa
"lihat saja dinda, aku akan merebut semua kebahagian kamu"