
Sudah seminggu arka dan dinda pisah kamar, dan tidak saling bicara, ketika arka akan menyapa dinda pasti dinda selalu menghindar seolah arka tidak ada. ketika sedang bermain pun bersama anaknya pun jika arka mencoba bergabung dinda langsung membawa baby AR ke kamar.
Sebetulnya arkaningin sekali marah, tapi bukan itu yang harus arka lakukan, arka harus menyembuhkan luka hati istrinya. kedua orang tua arka tidak tahan melihat rumah tangga anaknya yang masih belum bisa membaik, akhirnya kedua orang tua arka memutuskan untuk pergi keluar dari rumah sementara,
"mamah papah pergi dulu ya,, kalian hati-hati di rumah"
" iya mah" jawab dinda sambl mencium tangan kedua orang tuanya.
dinda sebenarnya sangat merindukan arka, dan ingin menyudahi perang dingin ini, tetapi dinda masih merasa sakit hati dengan motif arka yang karena ingin mengetas nya karena di rumah tangga itu kepercayaan paling penting.
dinda bolak balik keluar kamar, tapi dia melihat pintu kerja arka dari tadi tertutup dan sepertinya arka juga belum makan, akhirnya dinda berjalan masuk ke ruang kerja arka, di dalam dinda melihat arka yang sedang terbaring di atas sofa, dinda mendekat dan menempelkan punggung tangannya ke kening arka, dan ternyata benar dugaan dinda arka demam.
"sayang , sayang kamu engga apa-apa kan " ucap dinda panik sambil menggoyakan badan arka, ketika dinda akan mengambil obat dan kompresan arka menarik tangan dinda hingga terjatuh tepat di dadang bidang arka.
"aku tidak apa-apa sayang , hati ku yang sakit karena km menganggap ku seperti sudah mati. ucap arka sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
"bukan maksud aku seperti itu sayang tapi aku sangat kece-
belum selesai dinda berbicara arka langsung mencium dinda tidak mempedulikan badannya yang panas, dinda membalas semua kecupan yang arka berikan , satu persatu kancing kemeja dinda arka lepaskan, begitu buas arka menerkam tubuh dinda menikmati setiap lekuk tubuh dinda yang sudah sangat dia rindukan, meninggalkan banyak bekas merah di leher dan di dada dinda , untuk pertamakalinya mereka melakukan penyatuan lagi setelah 5 bulan tidak bertemu. setelah selesai arka menarik tubuh dinda didalam pelukannya, menarik selimut untuk menutup tubuh mereka yang polos.
dinda merasakan sangat malu, wajah merah, dia tenggelamkan di dada arka yang bidang, merasakan wangi tubuh suaminya kembali.
" yang ko aku ngerasanya kamu perawan lagi sih, susah banget" ucap arka sambil mencium pucuk kepala dinda dan tertawa.
Dinda mencubit pinggang arka.
"ko badan kamu udah ga panas lagi sayang"ucap dinda sambil menatap wajah arka.
"kan aku udah bilang sayang, obatnya tuh kamu, kalau sampe besok kamu engga nanya aku lagi, sepertinya aku akan beneran mati"
"kamu tuh ya kalau ngomong" ucap dinda sambil menggigit dada arka lalu memeluk erat tubuh arka.
__ADS_1
"aku ga mau kamu pergi , aku ga sanggup" ucap dinda yang sudah terdengar isak tangisnya.
arka pun mengusap punggung dinda dengan lembut, hingga dinda tertidur pulas di pelukannya. arka menatap langit-langit dia pun berjanji pada hatinya tidak akan pernah meragukan lagi cinta istrinya apalagi sampai membuat istrinya marah, karena marahnya orang sabar itu mengerikan, arka menggeserkan tubuh nya agar dinda tidak bangun, lalu memakai semua pakaiannya kembali dan mengangkat tubuh dinda yang di tutupi selimut, ketika keluar ruang kerja arka bertemu bi dartih
"bi tolong beresin pakainya dinda di ruang kerja saya"
"akhirnya tuan baikan juga" jawab bi dartih
arka hanya tersenyum lalu melanjutkan langkahnya kedalam kamar, menidurkan dinda di atas kasurnya, setelah puas memandangi wajah dinda, Arka mengambil ponselnya dan menelpon sony.
"son urusan pribadi saya sudah selesai, jadi bersiap lah untuk membalas dendam" setelah mendapat jawaban arka memutuskan sambungan teleponnya, selama seminggu ini arka tidak berangkat keperusahaan nya karena dia ingin menyelesaikan permasalahan rumah tangganya terlebih dahulu, dan hari ini semua sudah selesai jadi besok arka bisa fokus untuk menangani bisnis nya.
__ADS_1
visual arka dan dinda hari ini,,, yang habis mesra-mesraan kembali 😍