
rencana beny akhirnya berhasil, beny tahu bahwa arka akan mengikuti egonya dari pada perasaannya, beny sudah sangat rapih mempersiapkanya, dari membiarkan anak perusahaanya bangkrut, sampai di beritakan bahwa kini dia berada di rumah sakit jiwa karena depresi.
kini beny sudah mengganti indentitas nya menjadi RAFAEL ADITYA SAINDER, menggunakan nama belakang ayahnya, perusahaan yang paling terkenal di eropa, beny rela mengoprasi wajah nya hanya demi memulai lembaran baru bersama adinda, beny mengaku ke keluarga dia terkena air keras dan wajah nya tidak bisa berubah seperti semula.
ini visual wajah baru beny yang berubah menjadi Rafa.
Rafa dan asistennya menunggu dinda keluar dari gerbang rumah Arka, dan betul saja dinda keluar membawa kopernya dinda berjalan tidak tahu kakinya akan membawa kemana tanpa tujuan dinda terus berjalan sambil menangis, mengingat semua kenangan bersama arka, dinda pun sangat berat untuk meninggalkan anaknya yang masih balita, tiba-tiba perut dinda merasa sangat sakit, dan dinda akhirnya pingsan , rafa yang sudah mengikuti dinda dari rumah Arka langsung menangkap dinda.
Rafa tahu bahwa dinda sedang hamil, Rafa langsung membawa dinda kedalam mobil untuk membawa kerumahnya, setelah sampai dirumah dinda di tidurkan di kamar tamu , saat ini Rafa tidak akan mengulangi seperti kesalahan beny, Rafa akan membuat dinda jatuh cinta dan tidak akan bersikap memaksa.
dokter kandungan di panggil oleh rafa untuk memeriksa ke adaan dinda, dokter menyatakan tidak ada masalah dengan keadaan dinda, dokter hanya menyuruh dinda untuk istirahat dan memakan gizi yang cukup.
akhirnya dinda pun terbangun, dinda merasa bingung kenapa dia bisa berada di kasur dan berada di mana saat ini. dinda berjalan keluar kamar untuk mencari seseorang, dan bertemu lah sosok Rafa yang sedang serius di depan laptopnya.
"maaf tuan anda siapa?"
Rafa melihat dinda yang sedang kebingungan
"maaf nona saya menemukan anda di jalanan, karena saya tidak tahu kamu tinggal dimana jadi saya membawa kamu ke rumah saya" Ucap Rafa sambil berjalan mendekati dinda.
" ohh seperti itu,, terimakasih tuan, karena anda sudah sangat baik"
"kamu bisa panggil aku Rafa" ucap rafa sambil mengulurkan tangannya.
"saya dinda" balas dinda sambil membalas uluran tangan rafa
Rafa tersenyum lalu mempersilakan dinda untuk duduk,
__ADS_1
"saya tadi memanggil dokter untuk memastikan keadaan kamu, dan ternyata kamu sedang hamil, kalau boleh saya tahu kemana suami kamu?"
mendengar kata suami dinda langsung menundukan kepalanya menggigit bibir bawahnya, dan tidak terasa air mata dinda mengalir" mungkin dalam waktu dekat ini aku akan bercerai" jawab dinda dengan suara terisak.
jujur Rafa tidak tega melihat dinda seperti ini , tapi dengan seperti ini jalan untuk memiliki dinda seutuhnya sudah terbuka lagi. "hei kenapa kamu menangis, kamu bisa berkerja di sini untuk sementara , kebetulan aku sedang memerlukan seorang sekertaris. ucap Rafa
dinda menatap wajah Rafa, memikirkan penawaran Rafa, yah untuk melanjutkan hidup dinda sangat membutuhkan pekerjaan"apakah saya bisa berkerja di tempat anda? tetapi saya sedang hamil, dan kehamilan ini pasti akan semakin membesar.
"tidak masalah, pada saat kamu sedang hamil besar kamu bisa mengerjakan laporan saya di rumah, bagaimana apakah kamu mau?"
dinda menganggukan kepalanya sambil mulai tersenyum, di pikiran dinda saat ini hanya lah satu, bagaimana caranya agar dia bisa bertahan hidup tanpa memakai sepeser pun uang arka yang ada di rekeningnya.dan membuktikan bahwa anak yang di kandungnya adalah anak arka.
"baiklah kalau seperti itu kamu besok bisa mulai bekerja, untuk sekarang kamu bisa beristirahat kembali, aku akan melanjutkan pekerjaan ku" ucap Rafa sambil kembali ke meja kerja nya kembali.
"baiklah terimakasih pa Rafa" dinda berjalan kembali menuju kamarnya
didalam kamar dinda menangis kembali, Rafa berjalan mendekati pintu kamar dan akhirnya dinda tertidur karena kelelahan, Rafa masuk ke kamar dinda, membelai lembut pipi dinda, Rafa tidak pernah menyangka akhirnya dinda akan berada dalam hidupnya.
***
di kediaman rumah arka,, arka mengurung diri dalam kamarnya, betapa hancurnya arka saat ini, hati arka tiba-tiba terasa kosong
arka mengguyur kepalanya, berharap pikiranmya bisa jernih kembali, setelah arka selesai membersihkan tubuhnya , berjalan menuju tempat tidurnya, kini hanya dia sendiri, setiap malam arka selalu tidur dengan posisi memeluk dinda, tak terasa tiba-tiba air mata arka menetes, arka berharap bisa melupakan dinda.
.
"sayang apa tidak sebaiknya kamu mencari dinda , jangan menyiksa diri seperti ini"
__ADS_1
"tidak bisa mah, arka pasti tidak bisa mengontrol emosi arka jika dinda disini, biarkan seperti ini dulu, agar arka tidak menyakiti dinda"
"tapi kondisi dinda sedang hamil , dan mamah yakin itu adalah anak kamu, 2 kali kamu menelantarkan dinda ketika hamil , baiklah mamah mau istirahat dulu ya" ucap mamah rita sambil menepuk tangan pundak arka,
mimikirkan ucapan mamah rita arka semakin dilema, akhirnya arka memutuskan untuk menelpon sony.
"son tolong cari keberadaan dinda sampai ketemu" perintah arka dan langsung memutus sambungan telepon nya.
tubuh arka tiba-tiba demam, arka mengigau memanggil nama dinda. mamah rita merawat Arka , mamah rita berharap hubungan keluarga anaknya bisa kembali bahagia lagi.
***
keesokan paginya di rumah rafael dinda bangun pagi lebih awal, dinda bingung apa yang harus dinda kerjakan, akhirnya dinda memilih untuk memasak, bersama pembantu rumah tangga Rafa dinda menyiapkan sarapan.
Rafa keluar dari kamarnya sudah berpakaian sangat rapih, Rafa merasakan seperti mimpi akan bisa melihat wajah cantik dinda setiap pagi, apalagi memakan masakan dinda tidak pernah terbayang oleh nya sama sekali. rafa berdehem agar dinda menyadari keberadaannya.
"maaf pa rafa, saya lancang masuk kedapur, habisnya saya bingung apa yang harus saya lakukan" ucap dinda sambil tersenyum
"tidak masalah,, sekarang kita sarapan bersama" rafa menarik kursi untuk bisa duduk di meja makan begitu juga dinda dia menarik kursi yang tidak jauh dari tempat duduk Rafa.
akhirnya mereka menghabisakan sarapan tanpa bersuara sama sekali, selesai makan Rafa berbicara untuk memecahkan keheningan.
"dinda apa kamu siap untuk bekerja hari ini"
"saya siap pa" ucap dinda bersemangat. dinda kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian , pada saat dinda akan keluar ponsel dinda bergetar, mamah rita mengirimkan pesan bahwa saat ini arka sedang sakit dari semalam demamnya tidak mau turun , dan mamah rita akan membawa arka kerumah sakit. hati dinda tiba-tiba merasakan sakit kembali, ingin sekali dinda pergi merawat arka, tapi dinda merasa bahwa arka pasti merasa jiji jika tau dinda merawatnya, karena saat ini arka menganggap bahwa istrinya sudah tidur dengan pria lain. dinda menghapus air mata dan buru-buru keluar karena takut membuat Rafa menunggu lama.
visual dinda yang akan berangkat kerja bersama hari ini
__ADS_1
visual Rafa hari ini