True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
58. S2. KEPASTIAN


__ADS_3

Setelah Sampai di Bandara kota J vania di sambut oleh ardian, yang memang sudah sangat merindukan adiknya.


Vania berlari menghampiri sang kakak lalu memeluknya, di samping nya ada Luna yang kini statusnya sudah menjadi kekasih ardian. vania tersenyum kepada sang kaka lalu menggodanya.


"apakah dia calon kaka ipar ka?


Ardian mengangguk lalu tersenyum" luna kenalkan ini adalah vania adik saya"


"hai vania aku luna" sapa luna lalu mengulurkan tangannya.


Vania memeluk luna"ka luna boleh anggap aku kaya adik sendiri ko"


"terimakasih vania"


luna merasa sangat tenang karena , adiknya ardian ternyata bukan wanita angkuh seperti kebanyakan wanita kaya lainnya.


"bukan kah km bilang bersama dengan ke kasih kamu, dimana dia sekarang"tanya ardia sambil membantu vania membawa kopernya


"dia ada perjalanan bisnis, jadi aku ga bisa berangkat bersama"vania menyembunyikan rasa sedihnya agar sang kaka tidak tahu.


sebelum naik pesawat vania sempat mengirimkan pesan singkat, tetapi devan belum juga membacanya, dengan sifat devan yang sudah vania kenal selama satu bulan ini bersama rasanya tidak mungkin jika devan mengabaikannya hanya karena masalah bisnis, pasti ada masalah lain yang vania belum ketahui.


vania pun masuk kedalam mobil sang kaka, vania sangat senang melihat hubungan ardian dan luna

__ADS_1


vania merasa luna lebih bisa mengurus sang kaka, dari pada pacar selebritisnya itu, bahkan vina belum sempat berkenalan dengan nya.


"kamu pulang ke rumah kan?


"vania hari ini ke apartemen vania dulu ya ka"


"tapi besok kamu harus temui ayah dan bunda yah.


akhirnya sampai juga ardian di apartemen vania, dan buru-buru vania turun,


"makasih ya ka ardian dan ka luna, bye" vania melambaikan tangannya lalu menarik kopernya masuk ke dalam apartemennya.


vania merebahkan badannya ,dirinya sangat merindukan devan, satu bulan bersama devan di desa B membuat vania tergantung padanya.


Devan saat ini memang sudah berada di apartemennya, saat ini hati dan pikirannya benar-benar sedang berperang, pandangan devan jauh menatap kelipan lampu yang terlihat di luar kaca apartemen, di hati nya sangat merindukan vania. tiba-tiba bel nya berbunyi, devan berjalan menuju pintu lalu membukanya.


"devan kamu ada di sini, aku merindukan mu" ucap prisa kepada devan lelaki yang sangat dia cintai dari kuliah.


"prisa, untuk apa kamu ke sini"


"ya menemui kamu lah, dev aku sangat mencintai kamu, aku mohon jangan terus-terusan tolak aku" wajah prisa berekspresi di buat sangat sedih


Ketika devan akan menjawab ucapan

__ADS_1


prisa, devan melihat vania yang sedang berjalan. devan menarik pinggang prisa lalu menciumnya, vania yang menyaksikan hal tersebut hanya bisa bisa menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dilihat. vania membalikan badannya lalu berlari meninggalkan devan dan prisa yang sedang berciuman, melihat vania telah pergi devan mendorong tubuh prisa.


"pergi dari sini dan jangan katakan hal seperti itu lagi" devan masuk kedalam apartemennya dan menutup pintunya


"devan tunggu, bukankah tadi kamu menciumku, dev buka pintunya" tangan prisa mengetuk terus pintu, agar devan membukakan nya.


vania berjalan kaki menyusuri pinggiran jalan entah kemana tujuannya, air mata nya terus mengalir membasahi pipinya.


setelah prisa pergi devan langsung mencari vania , devan takut vania akan pergi ke club lagi dan akan dimanfaatkan oleh lelaki buaya, tetapi di perjalanan devan melihat vania berjalan sambil menangis dan tiba-tiba vania pun pingsan devan refleks berlari dan menangkapnya.


devan membawa vania ke apartemennya, tubuh vania sangat panas, devan memanggil dokter pribadinya untuk datang, dan tak lama dokter pun datang, menyuntikan obat penurun panas,


Saat devan kembali ke kamar, devan mendengar vania sedang mengigau memanggil namanya, devan menghampiri vania lalu menggenggam tangannya. lalu vania membuka matanya secara perlahan, melihat devan ada di sampingnya vania pun merubah posisinya menjadi duduk.


"kenapa kamu jahat bgt sama aku" vania memukul dada devan sambil menangis


Devan membiarkan vania memukulnya.




__ADS_1


visual prisa


__ADS_2