True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
23. PERASAAN BERSALAH


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, Arka dan dinda memutuskan untuk melakukan penyatuan kembali tapi kali ini hanya satu ronde, karena Arka tidak mau membuat dinda sampai kelelahan seperti hari kemarin.


seperti biasa arka pasti selalu menarik dinda dalam pelukannya jika akan tertidur.


"sayang aku pakai baju dulu ya" ucap dinda dengan posisi mau duduk tapi arka langsung menariknya kembali agar tetap berada dalam pelukannya.


"gini aja ya sayang , aku kangen sama kamu" arka mengecup kening dinda.


akhirnya dinda pun menuruti kemauan arka.. mereka bedu akhirnya tertidur.


keesokan hari nya dinda bangun lebih awal, menyiapkan sarapan dan memberikan baby Ar susu terlebih dahulu sebelum membangunkan arka.


"sayang bangun udah jam 7 pagi"ucap dinda sambil mencium kening arka sekilas


arka terbangun merubah posisinya menjadi duduk, melihat istrinya sudah sangat cantik arka pun berniat untuk menjaili dinda.



Arka menarik pinggang istrinya hingga bibir mereka berdekatan, dan seterusnya arka mencium bibir dinda dengan lembut, dinda membalas nya tapi tak lama dinda pun langsung melepaskan bibirnya.


"sayang kamu engga kerja memangnya" dengan posisi hidung dan kening mereka masih menyatu begitu pula tangan dinda yang berada di atas dada arka untuk menahan agar ada jarak.


"aku kerja,,, tapi mandinya mau sama kamu"


"aku udah mandi sayang,, dan aku yakin pasti di kamar mandi nanti engga cuman mandi aja."ucap dinda sambil berjalan menuju kasur yang akan dia rapihkan


"ya udah deh kalau gitu" jawab arka sambil berjalan menuju ke kamar mandi dengan wajah sedih.


dinda melihat wajah arka yang begitu sedih" ya udah ayo aku temenin mandinya" jawab dinda sambil berjalan mendahului arka masuk kedalam kamar mandi


Arka berjalan dengan semangat menyusul dinda, arka tau jika istrinya sangat lemah jika melihatnya bersedih, jadi arka selalu menggunakan cara itu untuk membujuk istrinya.


betul yang dikatakan dinda arka tidak hanya meminta mandi bersama tapi merekapun melakukan lebih dari itu di kamar mandi.


arka sudah rapih dengan pakaian kerjanya, dan mereka berdua pun sarapan pagi bersama.


dinda mengantar arka sampai di perataran garasi mereka.

__ADS_1


"sayang aku berangkat ya," ucap arka sambil mencium bibir dinda singkat dan menciumi wajah BABY AR yang sedang berada didalam gendongan dinda


"sayang aku nanti izin keluar ya mau belanja dulu buat keperluan rumah"


"suruh bi dartih aja ya sayang.


"aku mau nya pilih-pilih sendiri, aku juga bosen dirumah terus" jawab dinda sambil cemberut


"ya udah, tapi hati-hati ya, udah mukanya jangan sedih gitu lagi" ucap arka sambil mencium kening dinda dan masuk ke dalam mobil.


dinda pun tersenyum sangat bahagia.



visual arka hari ini ya guys.


"bi aku titip baby AR ya.. ucap dinda pada bi darti.


"baik non,, hati-hati ya"


dinda berangkat ke swalayan di antar oleh supir nya, sesampainya di swalayan dinda berbelanja semua kebutuhan rumah.


Dinda berjalan menuju pasar tradisional dinda sengaja tidak belanja di swalayan karena ingin mendapatkan ikan yang segar,, ketika dinda akan memasuki kawasan pasar tiba-tiba ada 3 preman menghampirinya, lalu mengganggunya, dinda bingung dan merasa sangat takut, tiba-tiba beny datang dan menyelamatkan dinda, ketika benny sedang berantem dengan 2 preman tiba-tiba satu preman menusuk perut beny dan mereka pun berlari.


tubuh beny terjatuh, dinda berteriak meminta tolong, sebelum ambulance datang dinda menidurkan kepala beny di atas pahanya, dan menahan darah yang keluar dari perut beny dengan air mata yang terus mengalir.


"beny aku mohon bertahan , aku tidak mau kamu kenapa-kenapa dan di hantui rasa bersalah" ucap dinda sambil terus memandang wajah beny yang pucat.


beny tersenyum karena merasa bahagia mendapat perhatian dari wanita yang sangat dia cintai, dengan posisi yang sangat dekat dan posisi kepalanya berada di atas paha dinda , beny rela jika dirinya harus merasakan di tusuk berapa kali pun.


akhirnya ambulance pun datang, dinda ikut kedalam ambulance berada bersama beny, beny mengenggam tangan dinda dan tak ingin melepaskannya, dinda hanya bisa melakukan apapun yang bisa membuat beny nayaman, karena pada saat ini dinda merasa bahwa beny sudah menyelamatkan nyawanya.


akhirnya merekapun sampai di rumah sakit, dan beny pun di tangani oleh pihak rumah sakit di IGD.


dinda segera menelpon arka,


"sayang apa kamu bisa kerumah sakit sekarang , aku takut" ucap dinda sambil menangis

__ADS_1


arka yang mendengar dinda menangis pun langsung panik apalagi mendengar kata rumah sakit. tanpa banyak basa-basi arka langsung darang ke rumah sakit untuk menemui istrinya.


sesampainya di rumah sakit, arka melihat sosok istrinya yang sedang di temani oleh suster, di pakaiannya banyak sekali bekas darah. arka berjalan dengan terburu-buru di ikuti oleh sony.


"sayang kamu kenapa" arka langsung memeluk istrinya yang sedang menangis


Dinda langsung memeluk tubuh suaminya yang sejak dari tadi sangat dia butuhkan.


"sayang aku takut,, aku takut beny akan mati"


mendengar kata beny arka langsung melonggarkan pelukannya dan menegakan tubuh dinda agar mendapatkan penjelasan


"apa yang beny lakukan sama kamu"


"dia tidak melakukan apapun sayang, justru dia sudah menyelamatkan aku dari gangguan para pereman di pasar"


"dimana dia menyentuh kamu" dengan muka yang sangat marah arka bertanya pada dinda


dinda merasa binggung dengan sikap arka dan hanya bisa mematung karena tidak mengerti dengan jalan pemikiran suaminya, padahal saat ini harusnya suaminya berterimakasih pada beny.


"dimana ...cepat katakan" teriak arka sambil memegang erat kedua bahu dinda.


dinda malah menangis terisak dan menjawab dengan bibir yang sudah bergetar" aku hanya memeluknya kerena dia merasa sangat dingin, dan menidurkan kepalanya di pangkuan ku ketika menunggu ambulance datang, tapi aku ga ada maks-


belum selesai dinda berkata, arka memukul tembok dengan sangat keras sambil mengumpat, membuat dinda terhentak kaget.


"tuan tenanglah, nona saat ini sedang sangat takut, urusan beny biar saya yang urus , lebih baik tuan dan nyonya pulang terlebih dahulu. ucap sony menenangkan


"tidak son, kamu antar saja dulu dinda pulang, saya akan mememui beny"


sony pun mengangguk paham.


"nyonya mari saya antar pulang"


"sayang jangan salah paham, aku cuman bantu beny karena beny sudah nolongin aku" ucap dinda sambil menangis tersedu dan memegang punggung arka.


"nyonya biarkan tuan menenangkan pikirannya"ucap sony agar tuannya tidak terpancing amarah lagi.

__ADS_1


"baiklah sayang aku pulang duluan" dinda mencium pipi arka, tetapi arka masih enggan melihat wajah istrinya.


sebenarnya arka marah terhadap beny, tapi dia merasa kesal karena dinda teralalu polos dan mau saja mengikuti kemauan beny, apakah dia tidak pernah berfikir buruk sedikit bahwa beny sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan.


__ADS_2