True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
44. PERTEMUAN DENGAN ARKA


__ADS_3

Pernikahan dinda hanya tinggal 2 hari lagi, Arka menghubungi dinda untuk bertemu sekalian bermain dengan anak-anaknya, Rafa tidak keberatan sama sekali karena, kini dinda seutuhnya telah jadi miliknya.


Rafa bersiap untuk berangkat kerja, seperti biasa dinda selalu membantu memakaikan dasi.


"kamu diantar supir hari ini"


"engga mas,, nanti arka jemput aku"


"baiklah hati-hati, aku berangkat dulu ya" ucap rafa lalu mencium kening dinda


tak lama rafa berangkat Arka pun datang dengan membawa ardian





visual ardian , arka dan dinda


dinda menghampiri Arka lalu memeluk ardian yang sudah sangat dia rindukan,


"ayo kita berangkat" ucap arka sambil membukakan pintu penumpang depan.


dinda menggendong ardian.


"din dudukan ardian di belakang"


"tapi ka ,, aku kangen sekali sama ardian" ucap dinda memohon


" tapi itu sangat berbahaya"


dinda hanya bisa menurut, di perjalanan dinda bercanda dengan ardian, arka fokus menyetir sambil memperhatikan ardian dan dinda tertawa bahagia, bernyanyi, dan bercanda kali-kali, tanpa sadar air mata arka menetes, arka tidak pernah melihat ardian seriang ini.

__ADS_1


dinda memperhatikan wajah arka, tetapi arka menghindar tidak ingin di lihat. selang 40, menit akhirnya sama juga di taman bermain


seperti sebuah keluarga yang bahagia, dinda dan arka melupakan statusnya , mereka photo bersama , tertawa bersama dan saling memberikan makanan, semua itu mereka lakukan agar ardian merasa bahagia. setelah merasa mengantuk akhirnya ardian tidur. arka dan dinda pun berniat untuk pulang, mereka berjalan bersama , ardian pun di gendong oleh arka.


"mas kamu tidak cari wanita lagi, untuk bisa merawat kamu dan adrian" ucap dinda sambil terus berjalan beriringan dengan arka.


"mungkin tidak untuk saat ini din"


"ardian akan semakin besar mas, aku tidak mau ardian nanti berfikir kalau aku yang pergi ninggalin kamu"


"tenang din, aku akan bertanggung jawab atas rumah tangga kita, dan aku tahu ini semua salah aku"


"ini salah ku juga mas, andai aku tidak membawa mas rafa dalam permasalahan ini, mungkin aku tidak akan ada perasaan tidak enak seperti ini, sekarang aku hanya bisa maju melangkah"


disaat dinda dan arka sedang berjalan di pinggir jalan tiba-tiba ada motor yang mengebut dan akan menabrak dinda, reflek arka menarik pinggang dinda, dan berakhir arka terjatuh dengan posisi dinda dan ardian berada di atasnya. ardian yang kaget langsung menangis.


"ardian sayang ini bunda udah ya engga apa-apa,, ka kamu gimana apa ada yang luka?" ucap dinda langsung mengangkat ardian kepangkuan nya agar bisa melihat luka arka.


"seperti nya pinggangku ter kilir din, sakit sekali" ucap arka dan berusaha untuk merubah posisinya menjadi duduk.


arka hanya bisa mengangguk karena pinggang nya terasa benar-benar sakit.


"mas kamu bisa jemput aku,, aku dan arka kecelakaan"


mendengar kata kecelakaan Rafa tiba-tiba panik" kami tunggu di situ"


dengan kecepatan tinggi rafa membawa mobilnya agar bisa sampai di tempat kejadian dengan cepat. dan dalam waktu 30 menit akhirnya sampai.


"dinda kamu tidak apa-apa" ucap rafa sambil mengecek seluruh tubuh dinda dengan panik


"aku engga apa-apa mas, karena arka sudah tolongin aku, kamu bantu arka dulu ya mas, kita anterin ke rumah sakit.


rafa mengangguk lalu membantu arka berjalan, ardian memeluk arka karena takut terjadi apa-apa.

__ADS_1


"ardian sayang sudah ya menangis nya, ayah engga apa-apa ko.


Rafa bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan dinda pun menceritakannya.


di sebrang sana ada yang merasa kesal karena tujuan nya tidak tercapai,


"dasar preman bodoh, melenyapkan wanita saja tidak becus" ucap clarisa sambil menghentakkan kakinya kesal.




visual clarisa dan rafa


***


Setelah sampai rumah sakit arka di tangani oleh dokter, dan harus di rawat untuk beberapa hari.


"terimakasih ya kalian sudah mau mengantarkan saya, din kamu tolong anter ardian ke mamah ya, aku bisa sendiri di sini" ucap arka sambil tersenyum dan mencoba untuk menidurkan tubuhnya karena bagian pinggang arka sangat sakit untuk di gerakan.


terpancar jelas wajah dinda, yang sangat mengkhawatirkan arka. dan rafa tahu bahwa di dalam hati dinda pasti masih ada nama Arka.


"ayo kita pulang, lusa kita akan menikah jangan sampai nanti kamu sakit" ucap rafa sambil menarik tangan dinda.


"ka aku pamit ya" ucap dinda lalu berbalik menyembunyikan air mata yang mengalir di pipinya. ternyata dinda masih belum bisa melupakan cintanya kepada arka, bahkan cinta itu seperti sudah tertanam dan selalu tumbuh.


arka hanya bisa melihat dinda yang semakin hilang di hadapannya, seolah tidak bisa mengikhlaskannya, arka membayangkan semua kenangan yang telah mereka lalui, rasa nya ingin sekali arka kembali dan mengambil langkah yang benar.


di dalam mobil rafa dan dinda hanya terdiam , di kursi belakang ada ardian yang sudah tertidur pulas , setelah ardian di antar kan ke rumah arka, tak lama rafa dan dinda pun sampai di rumah, dari rumah sakit sampai rumah dinda tidak berbicara apapun, dan pada saat sampai dinda langsung turun, Rafa mengejar dinda lalu menarik tangannya.


"din apa kamu baik-baik saja"


"aku baik-baik aja mas, tolong jangan ganggu aku untuk saat ini ya mas, aku benar-benar mau sendiri" ujar dinda lalu melepaskan tangannya dari genggaman rafa dan berjalan menuju kamar, dan rafa hanya bisa membiarkan dinda pergi.

__ADS_1


dinda benar-benar perlu menata hati nya saat ini, ternyata melihat arka terluka begitu saja dinda tidak bisa tenang, rasanya dinda ingin sekali menemani arka, dinda menangis entah apa yang harus dia sesali saat ini, yang jelas keduanya ingin sekali memutar waktu, tetapi dia pun tidak bisa melupakan semua ke baikan rafa selama ini.


__ADS_2