True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
33. KEPUTUSAN


__ADS_3

Arka membuka pintu mobil penumpang depan dan mendudukkan Dinda, sedangkan Ardian di dudukan di car seat, Arka membawa mobil dengan kecepatan sedang, setelah melihat ardian tertidur, akhirnya arka memecahkan keheningan


"saya menyuruh kamu pergi dari rumah untuk introspeksi diri, bukan untuk tinggal bersama pria asing, ingat status kamu tuh masih istri saya. ucap arka tegas


"ka cukup ya,,, jangan memposisikan seolah-olah di sini dinda yang salah, dinda sudah meminta maaf dengan hal yang sama sekali dinda pun tidak pernah lakukan, dinda juga sudah berusaha untuk memperbaikinya tapi kaka malah usir dinda kan di rumah sakit. dinda berkata dengan air mata yang terus mengalir, mendengar ucapan dinda arka terdiam tidak bisa membalas.


"pokonya keputusan dinda udah bulat, kita tunggu hasil dari persidangan dan tolong kaka jangan ganggu lagi" ucap dinda sambil mengarahkan pandangannya keluar jendela mobil


arka membanting setirnya ke kiri lalu memarkirkannya, lalu menarik pundak dinda agar menghadapnya


"tolong kamu ucapkan jika kamu sudah sudah tidak mencintaiku lagi"


" jika dinda bilang masih , kaka akan apa"dinda membalas tatapan arka tajam.


"kita lakukan tes DNA dengan kandungan mu"ucap arka


"aku engga mau ka,,, dalam sebuah pernikahan di butuhkan kepercayaan, setelah bercerai nanti aku akan menikah dengan mas rafa.


"kamu mencintai dia"


"cinta bisa datang dengan berjalannya waktu, dulu pun dinda ga cinta sama kaka tap- sebelum dinda menyelesaikan ucapannya tiba-tiba arka menarik dinda dan menciumnya, dinda melawan dan ingin melepaskannya ,, tapi tangan arka cukup kuat menahan tenaga dinda, dan dinda hanya bisa pasrah, dinda merasakan air mata arka di pipinya. dinda akhirnya membalas setiap ciuman yang arka berikan. Arka melepaskan secara perlahan lalu menyentuh lembut pipi dinda.


"kita akan segera bercerai ka, dinda harap kaka jangan pernah lakukan hal seperti ini lagi"


"saya tidak akan pernah terima itu din"


"terus mau nya kaka apa,, kaka mau terima kondisi dinda"


mendapat pertanyaan dari dinda tiba-tiba lidah arka terasa kelu, hatinya masih sangat mencintai dinda, tetapi arka belum siap menerima jika ternyata anak yang di kandung adalah anak beny tapi kalau ternyata anaknya maka arka akan menyesal seumur hidup. Arka tiba-tiba memukul setir mobil yang ada di depannya

__ADS_1


"kaka engga bisa jawabkan"


dinda mengambil ponsel nya lalu menelepon Rafa.


"mas tolong jemput aku ya"


arka hanya bisa terdiam , bingung untuk mengambil keputusan, setelah selang 30 menit Rafa akhirnya datang


"ka aku akan bawa ardian bermain nanti malem aku akan antar lagi ke rumah kaka.


Rafa menggendong Ardian , membawa masuk kedalam mobilnya. dan akhirnya mereka meninggalkan arka sendiri.


Rafa melihat dinda sekilas, digenggam lah tangan dinda dengan tangan kirinya, dan tangan yang satunya lagi fokus menyetir. dinda yang mendapat kelembutan dari sikap Rafa entah kenapa rasanya seperti obat.


"tersenyum lah , aku sedih kalau liat kamu sedih seperti ini"


Ardian terbangun dari tidur nya dia, dan merasa bingung karena bukan ayahnya yang menyetir


'bun ko bukan ayah"


"tadi ayah tiba-tiba ada kerjaan, ga apa-apa kan jalannya sama bunda dan om Rafa aja ya " ucap dinda


" iya bunda"


selang 30 menit, mereka sampai di tempat tujuan, Rafa menggendong Ardian di pundaknya, mengantar ke sana kesini sesuai dengan tempat bermain yang ardian inginkan. melihat hal itu membuat dinda semakin yakin dengan keputusan, menerima tawaran Rafa untuk hidup bersamanya, melupakan Arka, karena Dinda yakin jika dia sudah menikah, Arka pasti tidak akan mengganggu nya lagi.


tidak terasa Rafa dan Ardian sudah bermain selama 2 jam, dinda menghampiri mereka untuk mengajak makan,


"tapi ardian masih mau main bun" ujar ardian dengan wajah sedih

__ADS_1


"kita makan dulu ya, kasian bunda dan dede sudah lapar, sekarang kita naik pesawat" ucap Rafa sambil mengangkat tubuh ardian lalu berjalan seperti pesawat.


dinda hanya bisa tersenyum dan mengikuti langkah Rafa di jalan. melihat reaksi Rafa dan ardian begitu lucu dinda pun mulai tersenyum kembali, tetapi lambat laun senyum itu pudar, karena dinda teringat Arka yang menciumnya di mobil denga air mata yang mengalir, jika tidak ada kejadian photo itu, mungkin mereka bertiga sedang berbahagia seperti ini sambil menanti kehadiran sang buah hati kembali. tapi semua nya harus musnah dan sulit untuk di rangkai kembali. mengingat semua itu tiba-tiba dada dinda sesak dan rasanya ingin terus menangis


Rafa yang melihat hal itu buru-buru menghampiri dinda,


"din km kenapa, minum dulu ya din"


"hati dinda sakit banget mas.. hiks hiks" jawab dinda sambil memukul dadanya dengan tangannya.


"kita pulang sekarang ya"


dinda mengangguk, Rafa memegang punda dinda dan tangan satu nya lagi menuntun ardian. mereka berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil , dinda menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


Rafa mengantarkan Ardian terlebih dahulu, di depan gerbang Arka sudah menunggunya,


ketika menghampiri Rafa yang menggendong Ardian sekilas arka melihat dinda didalam mobil sedang terpejam.


"dinda tiba-tiba sakit, dan dia sekarang sedang tertidur"


Arka memandang wajah dinda dari jauh, Rafa bisa melihat begitu besar cinta yang arka miliki, tapi kenapa dia tidak mau terima dinda apa adanya. ucap rafa dalam hati


v



visual Rafa, arka dan dinda hari ini


coba guys tentukan pilihan kalian di colom komentar. 🤔

__ADS_1


__ADS_2