True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
71. VANIA DI CULIK


__ADS_3

Selama di mobil devan hanya terdiam, dan vania sadar suami nya pasti sedang cemburu, terbukti setelah sampai rumah pun devan berjalan mendahului vania.


Vania yang tepat berada di belakang devan, mencoba mengikuti langkah suami nya ke dalam kemar mereka, sebelum memulai percakapan vania menarik nafas panjang, agar bisa menenangkan devan.


"sayang, jangan marah kaya gini dong, apa aku berhenti kerja saja" ucap vania sambil memeluk tubuh devan dari belakang


Devan membalikan tubuhnya lalu menatap wajah vania yang matanya sudah berkaca-kaca, devan tidak menyangka vania sampai merelakan pekerjaannya untuk membuat dirinya tidak marah lagi"maaf kan aku ya, aku terlalu egois, tapi aku memang tidak rela istri aku yang cantik ini, memeriksa pasien laki-laki" ucap devan sambil merangkup kedua pipi vania.


"tetapi aku tidak bisa memilih pasien sayang" jawab vania sambil meneteskan air mata yang dari tadi dia bendung.


"please jangan menangis, aku sudah berbicara kepada dokter wiliam untuk memberikan pasien wanita saja" devan mengusap air mata yang sudah membasahi pipi vania.


Senyum Vania kembali merekah ketika mendengar kabar dari devan" terimakasih sayang, aku bahagia bgt"


Vania mencium bibir devan secara singkat, tetapi devan menarik kembali pinggang vania, lalu mencium bibir vania, dengan ***** yang membuncah. dan berakhir menjadi malam yang panas.


"sayang aku mau punya anak 4" ucap devan yang masih memeluk vania dengan sangat erat setelah melakukan penyatuannya.


"bagaimana bisa punya anak cepat kamu melakukannya setiap hari" jawab vania sambil mencubit pinggang devan.


"hahaha,, bukankah itu akan membuat kamu cepat hami" jawab devan polos.

__ADS_1


"engga seperti itu sayang, kita melakukan sekalipun,tetapi dalam proses sedang masa subur, itu akan membuat aku cepat hamil" jelas vania sambil menatap wajah devan dan membelai pipinya.


devan menatap wajah vania dengan jahil"kamu istri ku, aku bebas melakukan kapan pun aku mau" devan menarik selimut lalu melakukannya lagi hingga membuat vania tidak berdaya, vania dan devan yang kelelahan kini sudah tertidur pulas.


***


Keesokan harinya seperti biasa vania dan devan berangkat kerja bersama tetapi kali ini menggunakan supir, selama perjalanan vania merasa aneh di tubuhnya seperti sedikit pusing dan mual, semenjak vania menikah sepertinya vania belum datang bulan sama sekali didalam hati vania yakin bahwa dirinya telah hamil, tapi dia belum mau memberi tahu devan, mungkin setelah di periksa oleh dokter kandungan dan sudah pasti hamil baru akan memberitahu devan.


"sayang apakah kamu sakit" tanya devan yang dari tadi memperhatikan istrinya yang sedang melamun.


"tidak, aku baik-baik saja ko" jawab vania sambil tersenyum


"syukurlah kalau kamu baik-baik saja" devan mencium kening vania


"hati-hati ya sayang" vania pamit sambil mencium tangan devan.


entah kenapa devan rasanya hari ini sangat berat melepas vania untuk bekerja"kamu juga hati-hati ya"devan menarik kepala vania lalu mencium lembut bibir vania.


Vania memukul pelan dada devan untuk mengingatkan sang suami. devan melepaskan ciuman lalu tersenyum"jangan lupa makan siang"


"baiklah, dah sayang" vania melambaikan tangganya lalu berjalan masuk kedalam rumah sakit.

__ADS_1


Hari ini hanya pasien wanita saja yang vania periksa, setelah selesai memeriksa semua pasien, vania memeriksakan dirinya ke dokter kandungan, dan benar saja, vania hamis sudah jalan 6 minggu, di lorong vania tidak sengaja bertemu dengan dokter wiliam.


"apakah dokter vania sedang hamil"


"iya betul dok, dan saya baru tahu setelah di periksa tadi" jawab vania.


"pasti pak devan sangat bahagia mendengar berita ini"


"saya akan memberitahu nya nanti pada saat pulang dok, saya pamit kembali ke tempat saya dulu"


"silakan dokter vania"


vania menyimpan hasil USG ke atas meja, tiba-tiba seorang perawat memberi tahu, bahwa ada ajudan pa devan menunggunya di loby. vania pun segera turun.


"nona vania pa devan menyuruh kami untuk menjemput anda dan ini sangat penting jadi tolong masuk ke dalam mobil"


"tapi devan tidak menelepon saya" tegas vania


"pa devan sedang meeting, jadi tidak sempat telepon nyonya vania"


devan memang memberi tahu bahwa dirinya akan meeting hari ini, tetapi entah kenapa vania ragu untuk ikut, jika devan tidak meneleponnya karena vania tahu, pasti devan akan memerintahkan marvin jika dirinya tidak bisa menjemput. melihat vania ragu akhirnya laki-laki tersebut langsung membekap vania dengan kain bius, lalu memasukannya kedalam mobil dan security pun tidak sempat untuk mengejar orang itu.

__ADS_1




__ADS_2