True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
73. DEVAN MURKA


__ADS_3

Setelah menemukan titik GPS vania, devan tidak menunda lagi, langsung menuju lokasi bersama ajudan nya dan pihak berwajib, setelah sampai di sana tidak banyak orang yang berjaga di sana, mungkin pelaku nya yakin bahwa devan tidak akan menemukannya jadi tidak terlalu ketat juga penjagaannya.


sebenarnya besok pagi, maria menyuruh anak buahnya untuk membuang vania ke laut hidup-hidup dengan kaki yang di ikat dan di beri beban berat, agar vania mati tenggelam. tetapi semuanya berantakan karena malam ini devan datang menyelamatkan Vania.


Seorang penjaga ingin menikmati tubuh Vani sebelum mengikuti perintah bosnya, karena vania yang sangat cantik penjaga merasa disayangkan bila dia tidak merasakan tubuh vania. Vania ketakutan luar bisa mencoba melawan dengan tubuh yang sangat lemah karena sudah 2 hari ini tidak makan dan minum, tetapi penjaga itu tidak mau menyerah sehingga menarik kemeja vania secara paksa sehingga kancing nya terlepas berceceran di lantai membuat dada vania terlihat jelas, vania buru-buru menutup dengan kedua tangannya, ketika penjaga itu akan melangkah mendekati vania tiba-tiba, tembakan datang mengenai kaki nya, sehingga membuat nya berlutut di depan vania.


vania kaget hanya bisa memejamkan matanya, lalu berjongkok dan memeluk kedua lututnya. Devan buru-buru mendekat ke arah vania, sungguh devan sangat murka melihat pemandangan yang ada di depannya, beraninya laki-laki itu menyentuh istrinya.


"Sayang kamu sudah aman" buru devan membuka jas nya dan memakaikannya di tubuh vania


Dengan derai air mata, vania mengangkat kepalanya agar bisa melihat wajahnya, sungguh vania sangat bahagian akhirnya devan bisa menyelamatkan"Sayang hiks.....hiks..hiks" tangis vania pecah lalu memeluk tubuh devan dengan sangat erat.


Devan pun memeluk Vania dengan sangat erat menghujani banyak ciuman di wajah Vania yang sangat dia cintai, Tetapi seketika emosinya devan memuncak kembali ketika matanya bertemu dengan sosok pria yang hampir melecehkan Vania.


"Sayang kamu tunggu dulu di sini" ucap devan sambil berjalan menghampiri penjaga tersebut.

__ADS_1


Vania sebenernya sangat takut, vania pun hanya bisa mengeratkan jas devan agar bisa menutupi bagian yang terbuka. Devan menghajar penjaga itu dengan cara membabi buta, Sungguh vania belum pernah melihat sosok devan yang sedang ada di hadapannya. devan memukul penjaga itu terus menerus, tanpa sadar ada musuh yang sedang bersiap menembak Vania.


"nyonya vania awas" teriak marvin berusaha menyelamatkan bos nya.


Devan yang mendengar teriakan marvin langsung berlari menuju vania tapi terlambat vania tertembak tepat di paru-parunya, sang penjahat meleset karena tembakan marvin menembus kepalanya tapi sebelum mati sang penjahat sudah menarik pistolnya.


Vania jatuh tepat di pangkuan devan, sungguh devan sangat merasa bersalah kenapa dirinya tidak memilih membawa vania ke tempat yang aman tetapi malah mengedepan emosinya, buru-buru devan membawa vania ke ambulance , arka yang sudah sampai london kini menunggu vania di rumah sakit, karena devan menyuruhnya untuk menunggu di sana.


Didalam perjalanan devan terus menciumi wajah vania dan meminta maaf, vania berusaha untuk tetap sadar, dan menarik nafas tanpa menekan paru-parunya. Vania hanya menggenggam tangan devan agar suami nya kelak jika dirinya benar-benar akan meninggal, selang 45 menit akhirnya Vania sampai, Dokter telah menyambut kedatang Vania, dinda dan arka pun berhamburan untuk melihat putri satu-satu nya.


"mamah" tangis vania pecah setelah melihat orang tua nya, vania berharap tuhan akan memberikan dia kesempatan untuk hidup.


Devan benar-benar hancur melihatnya, tidak pernah devan menyakiti vania, tetapi kini wanita yang di cintanya sedang menahan sakit.


Vania buru-buru di bawa keruang operasi, Setalah vania masuk, Arka langsung memukul wajah devan. dinda hanya bisa menarik suaminya agar tidak melakukan keributan

__ADS_1


"ini pukulan karena km tidak becus menjaga vania"


devan hanya bisa pasrah dan menundukkan kepalanya" maaf kan saya pa"


"jika vania sampai pergi, maka kamu harus membayarnya dengan nyawa kamu," tegas arka


"iya pa bunuh saja saya, karena saya pun tidak akan sanggup hidup jika vania pergi" air mata devan mulai membasahi pipinya


Arka dan dinda melihat cinta yang begitu tulus di mata devan.


devan bisa melihat sendiri bagaimana proses operasi dibalik kaca, direktur mengijinkan devan untuk masuk keruang pemantauan operasi. Detak jantung Vania sempet hilang, vania pun membutuhkan banyak stock darah, dan golongan darah vania itu darah yang sangat jarang yaitu O-, hanya dinda yang golongannya sama seperti vania.



penampilan devan saat membawa pistol dan menyalamatkan vania

__ADS_1



__ADS_2