True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
22. PERANG DI MULAI


__ADS_3

Arka tidak melepaskan dinda dari semalam, rasa rindu yang arka tahan selama berbulan-bulan kini sudah tersalurkan, dinda yang kewalahan kini hanya bisa tidur pulas, arka yang sudah bersiap akan berangkat ke kantor menyempatkan untuk mencium kening dinda terlebih dahulu,


"terimakasih sayang, ucap arka sambil menarik selimut nya agar menutupi tubuh istrinya.


Arka keluar kamar dan menemui baby AR ke kamarnya, bermain sebentar.


"bi tolong jangan bangunkan nyonya, karena nyonya semalam tidak tidur, jadi tolong perhatikan setiap kebutuhan baby AR


"baik tuan" jawab bi ismi pembantu khusu menjaga anak arka dan dinda.


Arka turun ke lantai satu, langsung menemui sony yang sudah menunggu di parkiran.



penampilan arka pagi ini yang akan pergi ke perusahaan, setelah di nyatakan meninggal.


Clarisa dan beny sangat kaget mendengar kabar arka telah kembali, mau tidak mau kini beny harus secara terang-terangan berperang melawan arka.


siang ini beny dan arka akan bertemu karena ada undangan dari menteri di negaranya bagi pengusaha besar seperti arka dan beny.


sesampai nya di tempat pertemuan para pengusaha arka berjalan dengan gagah dan tampak para tamu undangan cukup kaget dengan kedatangan arka, hanya satu tujuan arka yaitu meja di mana beny duduk.


"selamat siang tuan diamond" sapa arka sambil duduk di depan beny.


sambil tersenyum meledek deny menjawab"selamat siang tuan gutama, minumlah tidak perlu sungkan , saya cukup senang tuan gutama kembali tanpa kekurangan apa pun" ucap beny sambil meminum winenya.

__ADS_1


"saya tidak menyangka bahwa CEO diamond seorang pecundang, melakukan cara kotor hanya demi mendapat kan wanita yang sudah bersuami"


"terserah apa katamu arka,, sekarang kamu sudah tau maksud ku, dan aku akan merebutnya dari kamu, dengan cara apa pun, bahkan aku bisa menghapus nama kamu dari ingatanya" ucap beny tenang sambil meminum wine yang sejak tadi dia pegang


"berengsek kamu ben" ucap arka yang hampir meninju wajah beny tapi di tahan oleh sony, arka tidak akan bisa sabar apabila menyangkut dengan dinda, masih jelas dalam ingatan arka, selain dirinya beny lah yang sudah lebih menyentuh dinda, jadi arka sangat tidak suka dengan segala pikiran beny tentang istrinya.


"ayo son kita pergi dari sini" ucap arka sambil merapihkan jas nya dan berjalan menuju pa menteri untuk memberikan selamat.



visual di dinda hari ini.


pada pukul 10 siang dinda baru bangun dari tidurnya, dinda merasa bingung dengan tenaga arka yang tak pernah habis jika sedang di atas ranjang. dinda turun dari kasur lalu mengambil jubah mandinya, setelah dinda mandi, dinda langsung menuju ke kaca untuk mengeringkan rambutnya, dinda kaget dengan semua tanda yang di buat oleh arka, akhirnya dinda memutuskan memakai baju tertutup.


"biiii... baby AR mana ya? " tanya dinda sambil menuruni anak tangga


"halo sayang,,, maafin bunda ya baru pegang kamu" dinda menciumi anaknya dengan gemas.


Seteleh memberi susu baby AR dan menidurkannya , dinda pun mengambil ponselnya berniat untuk menelpon arka.


"halo sayang, kamu udah makan siang, badan kamu udah sehatkan" cecar dinda pada arka


arka tersenyum sangat bahagia mendengar suara istrinya yang sangat mengkhawatirkannya" aku udah makan dan sudah sangat sehat, apa nanti malem kamu perlu bukti" tanya arka dengan nada licik


"engga usah sayang,, aku yakin kamu udah sembuh"jawab dinda karena dinda tahu maksud arka itu apa. semalam saja sudah membuat pingsan,"ya udah sayang kamu hati-hati ya nanti pulang"

__ADS_1


"baiklah" jawab arka sambil sedikit tertawa karena membayangkan wajah dinda ketika dinda menolak untuk mendapatkan bukti.


arka pun keluar dari gedung pesta , setelah menyalami dan menyapa para pembisnis lainnya, dia harus menjadi sangat kuat untuk membuat perusahaan diamond hancur.


"arka,,, ini benar kamu arka kan" tanya clarisa sambil memegang tangan arka


Arka langsung mengibas kan tangannya agar tangan clarisa melepas genggamannya


"saya tau apa yang kamu perbuat pada istri saya sampai dia harus melahirkan sebelum waktunya, saya benar-benar kecewa risa" ucap Arka sambil berjalan ke arah parkiran meninggalkan clarisa yang mematung.


Arka melanjutkan perkerjaan di kantornya, melakukan beberapa pertemuan, semua karyawan sangat senang karena arka kembali, karena selama arka memimpin perusahaan arka selalu mengambil langkah yang tepat untuk memgambil keputusan.


"son ayo kita pulang" arka berjalan ke lift menuju lantai dasar"


waktu sudah menjukan pukul 9 malam arka sampai ke rumah dengan wajah yang sangat lelah, karena hari ini arka banyak menyelesaikan banyak pekerjaannya dan meeting berasama para investor.


Dinda menyambut suaminya di depan pintu masuk, dengan tangan terbuka dan senyum yang sangat manis, arka langsung mencium kening istrinya dan memeluknya.


"kenapa kamu tidak tidur duluan, baby Ar apakah sudah tidur?"


"aku belum makan dan mau makannya sama kamu, baby AR sudah tidur sayang". jawab dinda sambil membantu membukankan jas arka dan membawakan tas nya.


"kamu pasti masak sendiri, aku udah bilang kamu jangan kecapean" ucap arka sambil mengelus lembut rambut dinda.


"aku ga cape sayang, aku mau ngurus kamu dan baby Ar sendiri" ucap dinda sambil mengecup pipi dinda dan berjalan sedikit berlari menaiki anak tangga mendahului arka.

__ADS_1


Arka tersenyum sambil mengelus pipinya , arka teringat kembali ucapan beny, arka bersumpah dalam hati nya kalau dia tidak akan pernah membiarkan beny menyentuhnya sedikit pun. arka berjalan menyusul dinda yang sudah sampai kamar terlebih dahulu.


__ADS_2