True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
61. S2. DILEMA


__ADS_3

Vania menatap jalanan dari jendela mobil devan, vania memikirkan permintaan devan, entah devan memiliki dendam apa pada keluarganya vania tidak mengetahui, vania mendengar rencana devan yang akan menggagalkan tender kakanya, tapi vania tidak ambil pusing , karena dalam berbisnis memang selalu ada persaingan, dan biarkan lah devan dan ardian bersaing.


tetapi permintaan untuk meninggalkan orang tuanya jika mau menikah dengan devan , itulah yang saat ini vania pikirkan, vania berjanji akan meluluhkan hati devan dan akhirnya devan mau menerima orang tuanya.


"sudah sampai"Suara devan memecahkan lamunan vania.


"baiklah terimakasih, dan ingat jangan pernah selingkuh, atau kamu akan berakhir di meja operasi" vania mengancam dengan mata tajamnya menatap devan , lalu mencium singkat bibir devan.


devan hanya bisa tersenyum melihat gadis kecilnya, tubuhnya kecil tetapi karakter vania yang galak, membuat nya sangat lucu. devan menurunkan kaca jendelanya lalu melambaikan tangannya ke vania dan melanjutkan perjalanan untuk menuju perusahaan.


***


Di apartemen ardian dan luna baru terbangun dari pergulatannya semalam.


"mas bangun, hari ini ada meeting" luna mengelus lembut pipi ardian.


"hemmm, 5 menit lagi"


luna bangun mengikat rambutnya ke atas bersiap untuk berjalan ke kamar mandi, ketika akan beranjak dari tempat tidur, ardian menarik tangan luna, hingga membuat luna terjatuh tepat di atas tubuh ardian.


"kemaren sore aku mendapatkan kabar, prisa melakukan percobaan bunuh diri dan sekarang dia sedang di rawat"ardian menatap wajah luna yang ada di atas tubuhnya.


"kalau mas mau batalin pernikahan kita aku engga apa-apa ko mas" mata luna sudah berkaca-kaca


ardian menarik dagu luna lalu mencium bibir luna singkat tapi dalam"Aku akan tetap menikahi kamu, tapi aku hanya meminta kamu percaya padaku , bahwa aku sudah mencintai kamu, dan jangan pernah berfikir aku akan meninggalkan kamu"


luna mengangguk lalu menangis , ardian mengusap punggung luna, lalu ardian menggendong ala bridal style membawa luna ke kamar mandi, dan mereka pun mandi bersama.

__ADS_1


setelah selesai luna dan ardian kini sudah berpakaian rapih, untuk hadir dalam sebuah meeting besar, mengambil tender proyek terbesar. di pertemuan para pengusaha ardian bertemu dengan devan, lalu bersalaman meski dengan hawa yang dingin karena devan merupakan pesaing terberat ardian.


"senang bertemu dengan anda pa devan"ardian mengulurkan tangannya.


"terimakasih pa ardian" ucap devan membalas uluran tangan ardian.


Ardian tidak tahu saja bahwa devan adalah kekasih adiknya, bahkan hampir saja merenggut kesucian vania.


akhirnya persentase dari setiap perusahaan pun di tampilkan. perusahaan devan berhasil memenangkan tendernya, tetapi perusahaan ardian pun mendapatkan tender hanya nilai proyeknya lebih kecil dari pada devan.


para CEO memberikan selamat pada devan. devan hanya tersenyum dingin. ponsel di dalam saku celananya bergetar, devan melihat layarnya dan tertuliskan nama vania, buru-buru devan mengangkatnya.


"dev apakah malam ini kamu sibuk"


"tidak, ada apa?" jawab devan singkat.


"aku mau mengajak mu berkencan"


"aku baru menyelesaikannya, berikan aku no pin apartemen kamu, aku akan menunggu mu di sana"


"hmmm" jawab devan


vania pun memutuskan sambungan teleponnya, devan sudah membuat pilihan tetap bersama vania tanpa mengurangi balas dendam nya sama sekali, justru dengan bisa membuat vania bersama nya, maka dinda dan arka malahan akan merasakan kehilangan satu anaknya, dan bisnisnya akan hancur, itu lah rencana devan. untuk vania devan berjanji tidak akan pernah melepaskannya.


devan memutuskan untuk langsung pulang karena vania menunggu nya, kini devan sudah berada di dalam mobil dengan marvin yang menyetir, devan menyenderkan kepalanya yang lelah di senderan mobilnya, agar nanti pada saat kencan terlihat segar, karena untuk memenangkan proyek ini devan sangatlah bekerja keras hingga tengah malam pun masih bekerja.


tidak terasa 45 menit pun berlalu, kini devan telah sampai di apartemennya, dan betul saja vania telah menunggunya dengan penampilan kasual sangat cantik dan imut, tetapi kenapa bukan gaun, bukannya berkencan itu seperti makan malam. vania menarik tangan devan yang masih diam mematung memperhatikan penampilannya.

__ADS_1


"ayo dev mandilah , aku sudah menyiapkan pakaian untuk mu"


"baiklah" devan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, selang 15 menit devan keluar dengan handuk yang berada di pinggangnya. betapa kagetnya vania melihat devan yang bertelanjang dada. sungguh otot-otot yang ada di perut devan dan lengan nya membuat vania takjub. vania pun menutup wajahnya


"dev kenapa kamu keluar seperti itu, kan ada aku di kamar"teriak vania panik


devan tersenyum jahil lalu berjalan mendekat ke arah vania yang sedang menutup wajahnya, devan menarik pinggang vania, dan reflek tangan vania pun memegang pinggang devan.


dan kini mereka saling bertatapan tanpa jarak.


"bagaimana kalau kita kencan di kamar ini" devan mendekatkan wajahnya lalu mencium bibir vania yang dari tadi sangat menggoda


vania merasakan pasokan oksigen di dadanya akan habis, langsung mendorong devan secara perlahan, dan devan pun melepaskan ciumannya.


"aku ga mau dev, ini pakai pakaian nya, lalu kita berangkat" vania merengek seperti anak kecil.


"baiklah" devan mengambil pakaian yanga ada di tangan vania, lalu memakainya.


Setelah rapih devan menghampiri vania kembali.


"sebenarnya kita akan kemana, dan pakaian apa ini aku tidak biasa memakainya.


"kita akan berkencan ke pasar malam menikmati jajanan di sana, dan biar kan rambutmu seperti ini, agar orang-orang tidak menyangka aku sedang jalan bersama om-om" ujar vania sambil mengusap-usap rambut devan yang basah.


devan mencubit pipi vania gemas" berani ya kamu mengatai saya om" devan menggelitik tubuh vania


dan mereka berdua pun tertawa.

__ADS_1




__ADS_2