
Hari ini adalah hari pernikahan dinda dan Rafa, dinda sengaja di tempatkan di ruangan yang berbeda dengan rafa , agar menjadi kejutan sendiri bagi Rafa, tiba-tiba ada 2 orang berbadan tegap lalu menghampiri dinda yang sedang sendiri.
"nona acara akan di mulai sebaiknya nona ikut dengan kami, karena anda akan di antar oleh mobil khusus.
"baiklah" ucap dinda hanya bisa mengikuti semua rentetan yang sudah di susun rafa
setelah itu dinda masuk kedalam mobil, awalnya dinda tidak merasa curiga, tetapi lambat laun dinda merasa ada yang aneh, karena mobil yang dia tumpangi semakin menjauhkannya dari gedung pernikahannya.
"kalian siapa, dan akan di bawa kemana saya" teriak dinda sambil berusaha untuk membuka pintu mobil.
"sebaiknya anda diam, atau akan saya bius, agar anda terdiam"
dinda tidak mau menurut dan akhirnya dinda pun di bius.
keadaan di gedung sangat ricuh, rafa sangat panik ketika mendengar bahwa dinda menghilang, rafa mengira dinda kabur dari pernikahannya,
"saya pikir kamu sudah mencintai ku, karena kamu telah aku miliki seutuhnya ,tetapi ternyata aku salah" ucap rafa dalam hati , seluruh tubuh rafa sangat lemas, rafa tidak pernah menyangka bahwa dinda akan tega meninggalkannya di hari pernikahannya.
"tuan sepertinya nyonya dinda di culik, dari rekaman CCTV nona dinda dibawa oleh 2 laki-laki yang tidak di kenal" ucap Leo menerangkan.
"pasti arka pelakunya, sialan kamu arka" ucap rafa sambil meninju dinding yang ada di depannya.
Rafa pun buru-buru ketempat parkir di ikuti oleh asistennya. pada saat perjalanan menuju rumah Arka, tiba-tiba ponsel Rafa ada notif pesan masuk dari clarisa.
"kalian harus bersiap untuk mengikhlaskan wanita kalian pergi selamanya" bersamaan dengan dikirim photo dinda yang terdapat luka di sudut bibirnya, dan masih memakai lengkap gaun pengantinnya.
"jadi clarisa pelakunya, leo tolong cari keberadaan dinda sekarang juga, dan kita putar balik untuk menyusun rencana"perintah Rafa pada asistennya.
***
di rumah sakit arka yang mulai merasa lebih baik, kini hanya bisa mengerjakan pekerjaannya bersama sony, di ruang perawatannya. ponsel arka berbunyi lalu arka membuka notif pesan yang dari clarisa, isinya sama persis seperti pesan yang Rafa terima. arka panik lalu menekan tombol hijau bermaksud untuk membujuk teman kecilnya itu.
"clarisa tolong lepaskan dinda"
"hahaha ,, apa kamu menelpon ku hanya untuk memohon melepaskan dinda, kamu membuat mood ku makin buruk saja arka" balas clarisa di balik telepon,
"Risa saya mohon jangan seperti ini, kamu bilang apa yang kamu mau"
__ADS_1
"besok pagi kamu datanglah ke alamat yang saya kirim kan, agar kamu bisa melihat wajah pucat dinda yang sudah tidak bernyawa, hahaha aku ingin kita semua merasakan sakit bersama" ucap clarisa , sambil menutup sambungan teleponnya.
clarisa benar-benar membuat dinda tersiksa, dinda tidak di berikan makan dan minum sama sekali, dan jika dinda melawan maka tidak segan-segan clarisa menamparnya.
"clarisa apa sebenarnya salah saya" ucap dinda dengan nada yang sangat pelan karena lemas tidak ada cairan yang masuk sejak tadi pagi, hingga malam hari.
"aku benci kamu, karena kamu selalu mendapatkan cinta yang kamu mau, padahal kamu sudah menghianati arka dengan bersama beny, tetapi tetap saja arka mencintai kamu"jelas risa pada dinda.
"aku tidak pernah berkhianat kepada arka apalagi memilih beny " tekan dinda
"hahahaha,,, tidak berkhianat , bahkan hari ini kamu akan menikah dengannya, oh iya aku lupa kamu tidak tahu kan, bahwa lelaki yang selama ini di dekat mu adalah beny,
"maksud kamu mas rafa, tidak mungkin, ini tidak mungkin" ucap dinda sambil derai air mata yang tidak terasa mengalir.
"baiklah, aku akan menceritakannya dari awal agar kamu mengerti"
clarisa menceritakan detailnya dari awal, dari dia menjebak dinda di paris, hingga kecelakaan arka yang di rencanakan beny, semua clarisa ceritakan.
tubuh dinda tiba-tiba merasakan lemas, hati dinda terasa hancur, membayangkan bagaimana dia menyerahkan tubuhnya pada Beny yang selama ini dinda anggap adalah Rafa, dinda merasa menjadi wanita sangat murah,
"karena kamu sudah mendengar semuanya sekarang waktunya kamu pergi dari bumi ini selamanya " ucap risa sambil menodong kan pistol tepat di kepala dinda.
dinda hanya bisa menutup matanya pasrah, karena percuma dia hidup, dinda merasa jiji, pada dirinya sendiri.
"clarisa hentikan" teriak Rafa
"clarisa mundur beberapa langkah, agar bisa menyaksikan drama antara Rafa dan dinda.
"dinda kamu tidak apa-apa"
"jangan pernah mendekat mas, kamu adalah orang yang paling jahat yang pernah aku temui, pergi dari sini atau aku akan loncat dari gedung ini.
"din aku bisa jelasin semuanya , aku mohon jangan seperti ini. ucap Rafa sambil maju secara perlahan
"engga mas, ga perlu kamu jelasin lagi" ucap dinda
suara tembakan pun terdengar, Rafa berlari menghalau peluru yang clarisa tujukan pada dinda.
__ADS_1
Brugh, Rafa jatuh tepat di depan dinda, dengan luka tembakan tepat di dadanya. arka datang dengan membawa polis, para pengawal clarisa melawan, clarisa panik lalu melarikan diri.
dengan langkah bergetar, dinda menghampiri Rafa.
"mas kamu harus kuat, arka tolong mas rafa" dinda memegang dada rafa agar tidak mengeluarkan banyak darah.
Arka yang mendengar suara dinda buru-buru mendekat.
"din tenang ya, aku sudah menelpon ambulance untuk datang ke sini, Rafa bertahanlah" Arka belum mengetahui cerita sebenarnya.
dengan menahan rasa sakit Rafa berbicara pada dinda" Din saya mohon maaf kan saya, saya benar-benar menyayangi kamu, apapun alasan saya memang tidak benar merebut kamu dari Arka, tapi saya tidak bisa melupakan kamu, saya rela merubah wajah dan identitas saya, karena saya tahu kamu pasti sangat membenci beny, tolong din maafkan aku, dan berhenti lah menangis "ucap rafa dengan terbata-bata.
Arka yang mendengar penjelasan dari mulut rafa , tiba-tiba terasa lemas, jadi selama ini Arka telah menyerah kan dinda pada beny, dia telah kalah melawan beny dari awal. bahkan dinda akan menikah dengannya. sungguh rasanya arka ingin marah tetapi arka tahan, karena melihat dinda sangat terluka.
"maaf mas aku engga bisa maafin kamu, kamu harus bertahan jika ingin aku memaafkan" ucap dinda dengan derai air mata, sungguh dinda merasa bingung, rasanya ingin sekali menampar wajah Rafa, tapi laki-laki ini telah menyelamatkan nyawanya 2 kali.
Rafa tersenyum, lalu menggenggam tangan dinda, melihat wajah dinda yang sangat mengkhawatirkannya membuat rafa bahagia, darah yang terus mengalir membuat rafa secara perlahan kehilangan kesadarannya.
"mas... sadar mas, mas bangun, aku tidak akan pernah memaafkan kamu jika kamu mati" teriak dinda sambil mengguncangkan tubuh Rafa yang mulai dingin.
"din tenanglah" ucap Arka sambil memegang
dua pundak dinda dari belakang.
karena dari kemarin dinda tidak makan dan minum, dinda pun mulai terasa lemas, lalu pingsan.
leo asisten pribadi Rafa berlari mendekat dengan 2 petugas kesehatan. Rafa pun di masukan kedalam ambulance. sedangkan dinda yang pingsan di bawa oleh Arka kedalam mobilnya.
visual para pemerannya hari ini ya kaka-kaka
__ADS_1