
Arka yang meninggal kan dinda sendirian di kamar kini sedang bersama clarisa di dalam sebuah apartemen.
"Aku sudah mencari kamu kemana-mana tapi sulit sekali untuk menemukan kamu risa"
"Kamu bohong arka,, kalau benar kamu mencari pasti kamu bisa menemukanku, aku sangat merindukan mu" clarisa pun memeluk arka dengan sangat erat dan merasakan dada bidang arka dan wangi yang membuat sangat nyaman.
Arka pun membalas pelukan clarisa, mereka berpelukan cukup lama dan clarisa pun sudah berhenti menangis, clarisa melepaskan pelukannya dan memandang wajah arka dan berniat mencium bibir arka, hampir saja arka akan membalas mendekatkan wajahnya tapi tiba-tiba terbayang wajah dinda yang sudah menjadi istrinya, dan entah perasaan apa tetapi hati arka seperti merasakan sangat sakit. buru-buru arka menjauh dan berdiri.
"Maaf clarisa saya harus pulang "
"tunggu arka ,, apakah kamu sudah jatuh cinta pada gadis itu?
baru saja arka akan melangkah kan kakinya tiba-tiba terhenti karena mendengar clarisa berbicara
"Saya belum bisa memastikan tapi status saya saat ini sudah menikah jadi untuk melakukan hal itu saya tidak bisa"
"Tapi aku sangat mencintai mu arka"
"Beri saya waktu risa,,, karena saat ini saya tidak bisa menentukan kepada siapa saya harus memilih" arka pun langsung keluar dari pintu apartemen dan menuju tempat parkir.
"Son ayo kita kembali ke hotel"
"Baik tuan" sony pun melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang
arka hanya bisa membuang pandanganya keluar jendela, kehadiran clarisa hanya membuat nya pusing, karena setelah bertemu, arka tidak merasakan getaran sedikit pun. tidak seperti dulu bayangan clarisa baik dan lembut membuat arka berfikir bahwa hanya clarisa lah satu-satu nya wanita tulus yg akan menjaga dan mencintainya tanpa melihat harta yang dia miliki. tapi semua itu hilang ketika dia bertemu dengan dinda, wanita sederhana apa adanya belum perhatiannya. arka pun tersadar dari lamunannya dan reflek meninju tangannya pada senderan kursi. sony pun yang melihat tingkah bosnya hanya bisa tersenyum, karena sony yakin bos nya sudah jatuh cinta terhadap nyonya dinda.
sampai lah arka di hotel tempat dia melangsung kan pernikahan. arka menuju kamarnya dan mendapati dinda sudah tertidur sangat damai, dipandang lah wajah dinda , entah kenapa rasanya arka ingin sekali mengusap pipinya dinda, akhirnya arka pun mendekatkan tubuhnya dan duduk, sambil mengusap pipi dinda dengan sangat lembut, dinda yang merasakan geli,, dinda kini merubah posisi tidurnya, sehingga yang tadinya selimut menutupi seluruh tubuh nya kini sedikit menurun dan terlihat lah dengan sangat jelas tubuh sexy dinda oleh arka, melihat itu buru-buru arka menutup kembali tubuh dinda dengan selimut.
"kenapa dia memakai baju seperti ini sih.. apa dia sengaja mau menggoda ku ? " gerutu arka sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan badannya
__ADS_1
Dibawah shower yang menyala arka berfikir keras, ternyata betapa besarnya rasa arka ingin memiliki dinda, betapa takutnya arka jika harus kehilangan dinda, tetapi arka pun tidak tega meninggalkan clarisa yang sudah sangat mengharapkannya, Arka pun belum yakin dengan perasaan dinda, arka terlalu gengsi untuk mengakui nya terlebih dahulu, setelah arka selesai membersihkan semuanya arka pun merasakan badannya sangat lelah sekali hari ini, arka pun langsung tidur di samping dinda , dan langsung menarik tubuh dinda untuk tidur bersamanya, dinda yang merasakan nyamannya tubuh arka dengan wanginya yang ciri khas langsung menenggelamkan wajahnya kedalam dada arka dan membalas pelukan arka,
arka tersenyum dan memperhatikan wajah dinda, " apakah dia habis menangis", arka pun mencium bibir dinda singkat"saya janji akan menyelesaikan permasalahan ini dengan cepat"
akhirnya dinda dan arka tidur dengan nyaman dan lelap karena aktivitas hari ini benar- benar melelahkan.
***
keesokan paginya dinda terbangun , dinda merasa ada yang berat di atas perutnya, ketika membuka mata dinda sangat terkejut , melihat arka tidur di sampingnya,
"aaaahhhhhhhh " teriak dinda sambil menarik selimutnya untuk menutupi tubuhnya karena saat ini dia benar-benar sangat seksi.
arka yang mendengar teriakan dinda langsung terbangun"kamu tuh apa-apaan sih pagi gini tiba-tiba teriak aja"
"ka arka ngapain sih,,, kenapa tidur di samping dinda"
"ini kan kamar saya,, ya saya tidur di sini lah, lagian kamu kenapa paksi baju kaya gitu sih? sengaja ya mau menggodaku"
"Engga ko ,, dinda pikir kaka engga akan balik lagi dan kebetulan cuman ada baju ini saja di dalam lemari" ingat hal semalam dinda merasakan sakit hati kembali,,, dinda bertanya dalam hatinya apakah suaminya ini telah menghabiskan malam bersama, tanpa di sadari air mata dinda menetes.
Arka melihat hal itu langsung mendekat dan mengusap air mata dinda,
"Hei kenapa kamu menangis"
Dinda yang mendapatkan perlakuan itu malah membuat air matanya tidak bisa berhenti, dengan segukan akhirnya dinda memaksakan dirinya untuk berbicara, dan menggenggam tangan arka yang sedang mengusap pipinya.
"Ka tolong jangan bersikap seperti ini, dinda sadar ko posisi dinda dimana, dinda ga apa-apa kalau kk mau mence-"
Belum selesai dinda berbicara arka langsung menarik kepala dinda dan menciumnya, dinda pun memejamkan matanya menikmati ciuman yang arka berikan dia ikhlas karena memang hanya arka yang ada didalam hatinya, dinda berfikir mungkin ini adalah hari terakhir dinda untuk bisa bersama arka.
__ADS_1
"tetaplah bersamaku,, dan buatlah saya jatuh cinta" ucap arka sambil mencium kening dinda.
dinda yang mendengarkan ucapan itu merasa kaget, karena takut apa yang didengarnya adalah kesalahan" apakah benar ini yang kaka mau, kaka engga akan membuang dinda"
peletak,, tiba-tiba jari arka menyentil jidat dinda
"Saya tidak pernah membuang sesuatu yang sudah menjadi milik saya, jadi berhentilah bermimpi untuk terlepas dari saya" ucap arka sambil mencium bibir dinda kembali, karna bibir itu lah yang kini menjadi candu arka saat ini, mendengar hal itu kesedihan dinda hilang begitu saja, dan sekarang dinda membalas ciuman arka, ketika arka sudah ingin melakukan lebih dari hal itu,, tiba-tiba pintu hotel bel nya berbunyi, arka pun menghentikan kegiatan menciumi tubuh dinda. dan berjalan menuju pintu hotel
"Untung saja ada orang yang datang,, aku belum siap jika untuk hal itu" ucap dinda sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, karena kejadian tadi membuat dinda hanya memakai dalaman saja, sedangkan baju nya sudah arka lempar sembarang entah kemana.
"Ternyata kamu son, mengganggu saja"
"Maaf tua saya mengantarkan pakaian kerja anda dan nyonya"
"Terimakasih son"
arka pun mengambil paper bag lalu kembali berjalan menuju dinda, arka tersenyum melihat tingkah dinda, arka tidak menyangka bahwa dia akan jatuh cinta pada gadis polos seperti dinda. arka mengusap kepala dinda, dan dinda pun membuka sedikit selimutnya.
"Ka bolehkah kita melakukannya nanti, aku belum siap"
"Mandilah,,, saya ada pertemuan hari ini, dan kamu pun akan mulai bekerja di kantor cabang saya" ucap arka sambil mengacak rambut dinda dan menyimpan paper bag di atas nakas.
"Ka baju dinda mana"
"Berjalanlah langsung ke kamar mandi , aku sudah melihat semua nya ko ngapain malu" arka duduk di sofa kecil yang tidak jauh dari kasur dan memainkan handphonenya.
dinda pun turun dengan malu-malu lalu berlari kecil ke kamar mandi. Arka yang melihat dinda tertawa terbahak-bahak.
"Dasar mas mas mesum" teriak dinda dari kamar mandi
__ADS_1
Arka yang mendengar hal itu bukannya marah malah membalas ucapan dinda
"Tapi suka kan" teriak arka