True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)

True Love (CEO Dingin Jatuh Cinta)
67. S2. BERPISAH


__ADS_3

Di pagi hari entah kenapa luna merasa mual dan pusing, luna berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan semua sarapan yang tadi dia makan, tiba-tiba luna teringat bahwa 2 bulan ini dia tidak datang bulan, luna pun berinisiatif untuk ke apotik dan membeli sebuah testpak.


sepulang dari apotik luna melakukan tes kehamilan di kamar mandi, dan betul saja hasil nya garis 2, tadi malam luna memutuskan akan pergi dari kehidupan ardian, luna memegang perutnya dan mengusap perutnya.


"maafkan bunda sayang, kita akan berpisah dengan ayah, bunda janji akan merawat kamu" luna menangis buru-buru pergi tanpa membereskan alat tes kehamilannya.


ardian merasa khawatir karena sudah 5 kali panggilan tapi belum juga di angkat oleh luna, ardian sadar dalam beberapa hari ini dia sibuk menemani prisa berobat, sehingga lupa memberikan perhatian kepada calon istrinya, ardian pun berangkat ke rumah luna untuk meminta maaf.


sesampainya di panti, ardian menemui ibu panti, ibu panti mengetuk kamar luna tetapi tidak ada jawaban, akhirnya di bukalah kamar luna tetapi tidak ada orang satu pun, lalu bu panti berjalan ke kamar mandi lalu menemukan alat tes kehamilan yang hasilnya positif, lalu menemukan pesan singkat yang isinya berpamitan, ibu panti buru-buru menghampiri ardian yang tampak gelisah sedang duduk di sofa.


"pak ardian seperti nya luna memutuskan untuk pergi, tetapi luna sekarang sedang hamil, ini tes kehamilannya hasilnya positif" ujar ibu panti

__ADS_1


ardian merasa sangat kaget, selama ini ardian memang selalu berhubungan dengan luna dan ada satu malam ardian lupa menggunakan pelindung, ardian mengambil alat tes kehamilan dan ardian sangat yakin bahwa anak yang di kandung luna adalah anaknya ardian pun membuang nafas secara kasar, dia harus bisa menemukan keberadaan luna.


"baik terimakasih bu, saya pasti mencari luna dan menemukannya" ucap ardian lalu buru-buru menuju parkiran dan menaiki mobil berharap luna belum terlalu jauh.


sambil melirik ke kiri dan ke kanan ardian menyetir, ardian memukul setirnya karena merasa kesal kepada dirinya sendiri.


"luna kenapa kamu harus pergi seperti ini, bukan kamu pernah berjanji akan bertahan"


"ardian maaf kan aku, tapi aku tau kamu pasti tidak benar-benar mencintaiku, aku tidak mau kamu mengorbankan kebahagian mu" ucap luna dalam hati dan tak terasa air mata pun turun membasahi pipi luna, karena luna benar-benar tulus mencintai ardian, tidak tahu saja bahwa ardian juga sangat mencintai luna. tapi karena termakan omongan prisa jadinya luna meragu dengan cinta yang di miliki ardian untuknya. apalagi ardian juga sudah 3 hari ini merawat prisa, itu artinya memang ardian masih memiliki perasaan. luna tidak berfikir bahwa ardian akan mencarinya malahan luna berfikir bahwa mungkin kini ardian akan menikah dengan prisa.


ardian kembali ke apartemennya , ardian menugaskan dion untuk menggerakkan anak buahnya mencari luna, ardian tidak mau pernikahannya yang tinggal 3 hari lagi akan batal. terlebih lagi luna kini sedang mengandung anaknya, ardian berani membayar berapapun asalkan luna di temukan.

__ADS_1


tanpa menunggu waktu lama semua anak buah pun di kerahkan, dari bandara , stasiun, sama terminal menjadi pantauan anak buahnya, anak buahnya kini telah di sebar di setiap kota.


ardian membuka ponselnya , ardian benar-benar kaget melihat sosial media yang memperlihatkan adegan prisa menampar luna, jadi ini yang membuat luna pergi dari nya. ardian mengeratkan pegangan di ponselnya.


"prisa jadi ini semua ulah kamu" ardian menggebrak meja lalu beranjak pergi dari sofa untuk menemui prisa.




visual Ardian dan Luna

__ADS_1


__ADS_2