
Samar samar awan hitam mulai hilang, sinar matahari menembus ventilasi dan masuk ke dalam ruangan apartemen.
Jam 07:15, Vano bangun dari tidurnya lalu keluar, matanya mencari sok sok gadis itu. Dia menatap lama gadis itu sedang tertidur pulas di atas sofa tanpa di sadari bibirnya menyunggikan senyum. Gadis itu terlihat cantik dan polos jika sedang tidur.
'Maaf sudah membuat mu takut' desisnya dalam hati lalu mengecup kening Siska tanpa rencana. Keinginan untuk melakukannya tiba tiba saja muncul 'akhh Vano!'
Semakin lama menatap gadis itu semakin timbul rasa ingin melakukan kecupan terhadapnya sekali lagi. Menyadari hal itu, dia sedikit menjauh dari tubuh Siska dan berdiri. Lalu meraih ponselnya
"Iya tuan?"
"Cancel semua jadwal pertemuan hari ini. Masukkan semua jadwal itu besok"
"Baik tuan, tapi kenapa tiba tiba tuan. Apa terjadi sesuatu tuan?"
"Lakukan saja apa yang ku perintahkan"
"Baik tuan, saya akan membuat jadwal baru besok"
"Tolong hubungi pemilik butik yang paling terbaik segera. Saya akan mengantar gadis itu segera ke sana"
"Pagi ini tuan? Baiklah" sambungan telepon putus membiarkan David tengah di sibuk kan untuk menghubungi berbagai butik yang mempunyai desain terbaik di keseluruhan daerah Jakarta.
"Emmm ada apa berisik pagi pagi? Ganggu tidur orang aja" Vano menoleh ke bawah mendapati Siska yang tengah menguap.
"Udah bangun? Yok siap siap, aku akan mengantarmu ke butik"
"Ngapain?"
"Kamu lupa, kita akan pergi ke acara jadi ulang tahun pernikahan mommy sama dady" Siska mengangguk lalu berdiri untuk siap siap
✨✨✨
BUTIK
Siska duduk di bangku rias membiarkan rambut serta wajah nya di ambil alih untuk di rias oleh mbak mbak yang bekerja di dalam butik. Sentuhan dan polesan make up serta liptint membuat wajahnya terlihat lebih cantik.
"Wah mbak cantik banget, kepengen jadi diri mbak hihihi" puji salah satu make over kepada Siska. Siska jelas salting dan hanya membalas nya dengan senyum.
"Nah mbak, udah siap. Kita ke ruang ganti ya sekarang" Siska mengangguk saja dengan arahan dari mbak make over.
"Nah ini baju nya mbak, mbak keliatan cocok banget dengan long dress seperti ini"
Siska melihat per detail long dress berwarna biru kilap yang di desain dengan tema bak princes disney dengan beberapa sentuhan permata di setiap sisi lengannya.
"Apa ini gaun yang ku pake? Apa ga ada baju lain selain long dress ini?" Siska menolak untuk memakai gaun itu, pikir nya itu terlihat berlebihan. Yahh bukan gimana gimana sih, dia ga terbiasa dengan long dress lebih nyaman dengan dress di atas lutut.
"Maaf mbak, tapi kami harus memberikan yang terbaik buat mbak. Kami harus mematuhi permintaan dari tuan Devano"
"Vano? Laki laki itu?" Entah mengapa sikap Vano berubah dan sejak kapan laki laki itu mengatur ngatur dirinya hingga baju yang dia kenakan sekarang, Siska mendengus kesal.
"Baiklah, saya akan memakainya"
Hampir satu jam menunggu, akhirnya Siska keluar dari ruang make over dan ruang ganti. Mata Vano tak berkedip melihat Siska dengan penampilan yang anggun, jelas jauh berbeda pas awal pertemuan mereka (*bawaan Siska tetap cantik, hanya saja karena faktor kemabukan membuat Vano benci melihatnya pas awal pertemuan).
"Udah siap?"
"Emm" Siska mengangguk lalu berbisik "mengapa harus mengatur mbak make over yang di sini untuk memilih baju yang seperti ini buat ku? Kalau bukan karna acara dady sama mommy, ogahan aku pakai long dress ini. Huh!"
"Kamu cantik sayang"
"Sayang sayang, yang mau jadi sayang mu siapa hah?!"
"Kamu"
__ADS_1
"Ihh ogah gue" Vano terkekeh gemas melihat Siska yang selalu jengkel dengannya "kapan berangkatnya?"
"Ayo kita berangkat sekarang" keduanya pergi bersama sama dari dalam butik
✨✨✨
Mobil yang di kendarai keduanya melaju di atas jalan raya, keduanya sama sama diam dan hanya keheningan yang ada. Sesekali Vano melirik Siska yang tengah di sibuk kan dengan ponselnya. Entah karna dia menyukai gadis itu sekarang atau hanya mengagumi kecantikan nya sekarang? entalah. Bukannya terlalu kecepatan kalau memang iya, bisa bisanya Vano yang di kenal dingin hati mudah jatuh hati begitu saja. Meski terhadap gadis mana pun tak terkecuali Siska.
Vano meraih ponselnya lagi, pada deringan pertama David terhubung kan.
"Iya tuan, saya sedang di kantor sekarang. Apa ada yang bisa ku lakukan?"
"Kirim kan beberapa pengawal untuk berjaga di sekitar lokasi hotel D, jangan sampai kami ke susahan untuk masuk"
"Baik pak, akan segera di laksanakan"
Lama menyetir akhirnya mereka sampai di depan hotel dimana acara di adakan. Deretan mobil mewah tertata rapi di halaman hotel, undangan yang hadir tak main main. Semuanya adalah undangan kalangan atas, teman teman mommy yang sama sama menyandang status sebagai istri dari pengusaha kaya, dan dari kolega kolega bisnis dady.
"Ayo kita masuk" Siska mengangguk merasa dirinya seperti undangan, bagaimana tidak undangan lebih duluan datang dari pada dirinya. Padahal itu adalah acara mommy dan dady nya.
"Hei"
"Kenapa?"
"Di dalam banyak orang, di luar pun banyak awak media. Apa asumsi media nanti kalau melihat kita seperti ini?"
"Maksudmu apa?"
"Come on sayang, rangkul tangan ku. Kita adalah sepasang kekasih bahkan lebih dari itu. Apa kamu mau di per olok olok media dan menjadikan perusahaan kelarga kita DUCKWILL HD GRUP dan ANGKARA GRUP berada di pencarian teratas?"
Siska menggeleng, apa yang di bilang Vano memang ada benarnya. Tanpa aba aba dari Vano lagi, dia meraih tangan itu lalu merangkulnya.
Benar saja, keduanya langsung di sambut pertanyaan oleh banyak wartawan dan juru kameramen di sertai flash kamera yang tengah mengambil beberapa gambar potret mereka.
"Pak, mohon di jawab pak"
"Apa ANGKARA GRUP akan segera menjadi bagian dari DUCKWILL HD GRUP?"
"......"
"....."
"Bla bla bla"
Vano dan Siska terus berjalan di tengah tengah kerumunan awak media yang telah bersiap siap dari tadi untuk mendapatkan informasi dari pertunangan itu.
Awak media tak patah arang, mereka terus saja mendesak untuk mendapat kan apa yang mereka inginkan. Bodyguard yang di tugaskan di situ kewalahan untuk menahannya.
"Pak, pak Devano mohon tanggapan nya pak!!"
"Ibu Siska... Bagaimana rencana pernikahan nya Bu? Kapan akan di laksanakan? bla bla bla..."
Akan tetapi keduanya tidak satu pun yang menjawab dan terus saja masuk.
✨✨✨
"Apa kamu sudah menduga ini terjadi? Hmm?"
"Emm" Vano berjalan dengan santai menunjukkan gaya sikap kepribadian direktur yang dimilikinya.
Pelayan acara menyambut hormat dengan sikap badan setengah membukuk "Mari tuan, nona. Tuan sama nyonya besar sudah menunggu kalian di dalam" tutur salah satu pelayan.
Tanpa rangkulan yang tidak terlepas, perhatian undangan terpusat pada mereka berdua. Pasangan kedua ini benar benar menjadi bahan perbincangan hangat oleh setiap tamu. Tak jarang orang memuji keserasian mereka.
__ADS_1
"Oh mom, dad, congrats buat ulang tahun pernikahan yang ke-42"
"Makasih dear" mommy memeluk hangat tubuh Siska disertai acara drama cipika cipiki.
"Mom, dad, selamat..."
"Iya nak Vano makasih. Makasih juga udah hadir memenuhi permintaan mommy"
"Lho mama sama papa mu ga hadir?" Siska melirik kesana kemari mencari sok sok orangtua Vano.
"Maaf mom, dad. Mama sama papa tidak bisa hadir. Mereka sedang dalam perjalanan ke luar negeri. Ada beberapa urusan pekerjaan"
"No problem, mommy sama dady sudah tau lebih awal"
Keduanya memilih untuk duduk di kursi yang paling depan, walau mommy sempat menawarkan untuk duduk di tengah tengah meja yang di kelilingi banyak undangan. Tapi dengan halus Vano menolak "makasih mom, tapi kami akan duduk di sana saja" menoleh Siska.
Gadis itu tertegun dan mantap menggeleng kepala saja. Akhirnya mommy mengalah saja, dia membiarkan keduanya duduk di bangku depan.
Sembari menikmati hidangan mewah yang sudah di siapkan, sesekali mata Vano menatap Siska yang sibuk tersenyum ke setiap tamu yang memang dari tadi memuji kecantikannya.
Vano mendekat "kamu memang cantik malam ini Siska" kembali ke tempatnya yang semula.
Siska mendesis 'cihh! Sejak kapan laki-laki gila ini menyebut nama ku' feeling nya tidak enak.
"Jaga sikap mu, tamu lain sedang mempusatkan perhatian mereka kepada kita"
Vano menatap Siska untuk ke sekian kalinya lagi "Kamu seharusnya tidak terlalu berlebihan membalas pujian mereka semua dengan senyuman"
"Ini hidup ku. Jangan kamu yang ngatur"
Vano terkekeh saja melihatnya lalu mengambil tissue dan mengelap bibir gadis itu.
Tangan Siska sigap menolak tangan itu dan menahannya "kamu mau ngapain?"
"Bibir mu penuh liptint sayang di karenakan minuman itu"
Memegang bibirnya, benar saja. Sepertinya minuman jus yang di minum Siska membuat liptint nya sedikit terusap dan bekasnya menempel di bagian bawah bibirnya gara gara menyeruputnya.
'ahkk kenapa bisa jadi begini sih?' batinnya
"Tidak usah. Biar aku saja, jangan sok sok akrab di hadapan semua tamu huh" lalu berusaha menghapus bekas liptint itu.
"Apa kamu memang sebegitu besarnya rasa tidak suka mu dengan ku?"
Tangan Siska berhenti sejenak dari kesibukan untuk mengelap bibirnya "aneh kamu, entah kenapa sikap mu tiba tiba jadi kayak gini? Tidak jelasss" matanya menatap Vano dengan tatapan menyidik sekaligus tetap mengontrolnya menjaga keanggunan nya di hadapan tamu.
"Sudah sudah, kamu susah di ajak jadi teman ngobrol"
Mulut monyong Siska mendokong lima cm membuat bentuk wajahnya terlihat mengkerut lucu tapi cantik.
Batinnya over thingking terus tentang perubahan laki laki itu kepadanya akhir akhir ini.
'apa sebenarnya tujuannya? Dia pasti sedang berencana mengelabui ku dengan cara pura pura baiknya agar aku cepat jatuh ke dalam tangannya. Dan membiarkan aku memohon berlutut kepadanya jika dia meninggal kan aku nantinya. Huh! Kau pikir aku ga tau? Sampai kapan pun itu tidak akan terjadi. Aku tidak akan... Aku tidak akan jatuh hati dengan mu. Laki laki licik!'
Di depan panggung mewah yang di dekor dengan lapisan karpet merah. MC dari acara tersebut, menuturkan acara satu per satu. Sesi dari ucapan selamat, dan terakhirnya pemotongan kue raksasa yang di sediakan. Ulang tahun pernikahan berasa perayaan hari lahir hehehe
Satu per satu acara di tuturkan, dan terus menerus, hingga acara pun selesai. Undangan bertepuk tangan dengan rianya.
Mommy segera mengambil alih acara dan melangkah ke atas menaiki anak tangga hingga berdiri tepat di sebelah MC acara, di ikuti oleh dady.
"Para tamu terhormat ku, saya begitu menghargai telah datang ke acara ini. Suatu kehormatan bagi kami keluarga DUCKWILL HD GRUP" menghela napas "dan saya sebagai nyonya dari keluarga DUCKWILL HD GRUP memutuskan bahwa laki laki di sana dengan anak perempuan saya adalah sepasang tunangan bla bla bla...." (*Ny. Jenita memberi pidato singkat hehehe padahal tujuannya ingin segera memanggil Siska dan Vano ke atas panggung untuk mengungumkan tanggal pernikahan yang tepat di depan semua orang undangan yang hadir).
Bersambung...
__ADS_1