Tunanganku Seorang Direktur

Tunanganku Seorang Direktur
Part 4 : Haruskah aku mencari gadis itu?


__ADS_3

David berlari-lari kecil di lobi apartemen menghampiri Vano atasannya itu. Keringat dingin mulai bercucuran dimana-mana, sepertinya dia telat untuk hari ini. Biasanya dia akan sampai pada waktu yang tepat, bahkan dia akan menunggu Vano di dalam apartemen tapi sekarang malah sebaliknya


"Pa..pagi tuan, maaf membuatmu menunggu"


"Sudah-sudah. Saya mengerti, lain kali harap kedatangannya lebih cepat"


"Baik tuan"


"Apa saja jadwal hari ini?"


"Pagi ini, tuan akan memimpin meeting dengan karyawan kantor. Selanjutnya akan ada jadwal makan siang dengan duta klien dari perusahaan MEGALOUIS KD dari Amsterdam, selanjutnya bla...bla.. bla..." sambil menyetir mobil dengan extra hati-hati, jadwal di ucapkan satu per satu oleh David. Vano mengangguk mengerti dan bersiap untuk jadwalnya yang begitu padat untuk hari ini.


✨✨✨


"Hallo dear, how are you?"


"Yeah dad, Siska baik hehehe" Siska sambil terkekeh untuk membalas ucapan Dadynya dari telfon


"Bagaimana dear, tinggal dengan Vano?"


"Dad! Aku sungguh tidak suka Dady sebut-sebut nama itu"


"Why? Kalian masih belum rujuk? Kalian masih belum baikan?"


"Dad, harus berapa kali Siska bilang... Siska sungguh tidak mau dengan Vano"


"Kalian udah bertunangan..... jadi..."


Siska tidak peduli lagi, mendengar nama Vano yang di sebut-sebut Dadynya sudah membuatnya muak, dia menutup panggilan dari Dadynya. Moodnya berubah seketika "kenapa harus orang itu? Huh!"


Jam 19:00, di waktu ini Siska akan keluar mencari kebebasannya yaitu pergi ke kelab. Dia mengganti pakaiannya dengan memakai gaun sepaha miliknya, bukan Siska namanya kalo tidak memakai barang branded kemana-mana bahkan ke kelab sekalipun.


Dia lupa, bahwa dia tidak tinggal lagi di rumahnya. Mobil yang biasa dia setir tidak ada "akkhh bisakah tidak selalu membuatku susah?" Ucapnya kesal.


Kemudian dia mendapati ponselnya dan memesan taxi online. Dengan cepat dia segera keluar dari apartemen dengan menggunakan lift dan menunggu di lobi apartemen tersebut.


"Maaf, atas nama nona Siska?"


"Iyah-iyah pak. Antarkan saya ke kelab X sekarang"


"Baik nona" ucap supir taxi online sambil disibukkan dengan mencari GPS sebagai penuntun jalan.


✨✨✨

__ADS_1


Di dalam rumah besar milik keluarga Duckwill, kedua orangtua masing-masing pasangan itu bercengkerama ria membahas bagaimana masa depan anak-anak mereka.


Entah apa saja rencana yang akan mereka lakukan untuk anak-anak mereka agar keduanya rujuk. Di lain sisi, perjodohan ini juga di lakukan karena untuk perusahaan.


Jika putra dari ANGKARA GRUP menikahi putri dari DUCKWILL HD GRUP maka kekuatan kedua perusahaan akan semakin berpengaruh besar dan menjadi perusahaan yang paling elit yang di kenal sepanjang masa. Oleh sebab itu, masa waktu pernikahan harus dipercepat.


Di waktu yang sama dan di tempat yang berbeda, Vano menerawangkan kedua matanya di setiap sudut apartemennya itu setelah seharian bekerja di perusahaan.


Tetapi dia tidak mendapatkan seseorang di dalamnya "dimana gadis itu?"


Vano berusaha untuk mencari tanda-tanda kehidupan, satu ruang pun tidak menunjukkan bahwa seseorang ada di sana.


Dia sebenarnya baik-baik saja ketika tau bahwa gadis itu sedang tidak ada dalam apartemennya sekarang dan berharap gadis itu enyah dari kehidupannya. Ihh jahat bukan?


Tapi bagaimana pun juga, gadis itu sekarang adalah tunangannya.


"Iya iya pak? Ada apa?" Ucap David dari handphone


"Tolong carikan gadis gila itu! Dia ada dimana jam-jam segini masih belum balik"


"Baik tuan, saya akan sebisa mungkin mendapatkan informasi keberadaan nyonya"


"Jangan panggil dia nyonya, dia masih bukan istriku. berani-beraninya kamu!"


Tak lama kemudian, notifikasi WeChat tampil di atas layar ponsel milik Vano.


💌 David


Nona Siska sekarang ada di kelab X. Saya akan segera kesana untuk menjemputnya tuan.


"Apa?!!" Vano meninggikan suaranya mengetahui gadis itu ada di kelab "gadis macam apa dia?! Gadis bodoh"


💌 Vano


Tidak usah di jemput, biarkan saja dia


💌David


Kasihan nona Siska tuan. Baiklah jika seperti begitu.


Jarum jam sudah menunjukkan angka 22:58, Siska masih belum pulang. Vano benar-benar terganggu dengan hal itu, bisa-bisa dia akan kena marah dari ayahnya ketika mengetahui dia membiarkan Siska berkeliaran di luar apalagi mendatangi kelab.


Pikirannya kacau harus memilih apakah dia membiarkan saja gadis itu, atau menyusulnya di kelab? Akhh tidak, sama saja halnya dia adalah orang bodoh jika akan benar-benar menjemput gadis itu.

__ADS_1


Vano kini harus kembali lagi melangkahkan kedua kakinya keluar apartemen. Dengan terpaksa dia harus menjemput Siska ke kelab, tangannya menekan tombol lift untuk membawanya ke lantai bawah dan langsung menuju ke lobi apartemen tersebut.


Selang waktu selanjutnya dia mendapati pesan WeChat dari David yang membuat langkah kaki Vano terhenti untuk sesaat di lobi.


💌David


Maaf sebelumnya tuan memberi tahu kabar yang tidak baik malam-malam begini. Tapi database perusahaan sekarang telah di retas oleh seseorang, saya akan berada di kantor sekarang.


Vano tak berkutik setelah membaca isi pesan dari David, tanpa pikir panjang dia langsung masuk ke dalam mobilnya. Secepat mungkin dia melajukan mobilnya di atas jalan raya, database perusahaan sekarang adalah prioritasnya.


"Hallo tuan?" Pada deringan pertama, David menjawab telfon dari Vano


"Sejauh mana peretasan database perusahaan sekarang?"


"Masih tidak sepenuhnya diretas tuan. Tapi akan kami upayakan untuk melindungi database yang terpenting. Peretasan hanya pada database...."


"Saya akan percaya sepenuhnya denganmu. Saya akan segera kesana" potong Vano cepat, setidaknya masih ada peluang baginya untuk mengembalikan database perusahaan seperti pada awalnya.


✨✨✨


Siska masih asyik untuk mencari sensasi di dalam kelab. Entah berapa botol minuman yang sudah dimasukkannya kedalam mulutnya. Baginya kelab adalah surga untuk bersenang-senang.


Meskipun kerap kali di larang oleh Dady dan mommy nya untuk tidak mendatangi kelab lagi. Tanpa sepengetahuan Dady dan mommy nya dia mendatangi kelab lagi malam ini, dia sekarang lebih leluasa akan mendatangi kelab karena dia tinggal di apartemen Vano bukan di rumah utama keluarganya.


Toh, Vano tidak akan peduli juga dengan aktivitasnya selagi itu di luar apartemen.


"Ahh dunia benar-benar memanjakanku" desisnya dalam hati, sedangkan satu tangannya lagi sibuk mencari gelas di atas meja dia duduk.


"Hai girl, duduk sendirian. Butuh teman untuk minum?" Seorang laki-laki yang entah siapa dan munculnya dari mana mendekati Siska. Siska melongok ke atas, kepalanya mulai kacau karena di bawah pengaruh alkohol, dia akan benar-benar mabuk sekarang.


"Hmmm who are you?"


"Boleh aku temani?"


Urghhh Siska menggeliat ketika merasakan dirinya dipegang oleh laki-laki itu.


"Hei kau! Jangan berani menyentuhku"


"Calm down gadis, aku tidak akan mengapa-ngapakan kamu"


"Don't touch me!!!" Teriak Siska, entah karna dia masih sadarkan diri atau masih di bawah pengaruh alkohol, entalah.


"Relax sayang hehehe"

__ADS_1


sambil terkekeh, laki-laki itu semakin mengeratkan pegangannya di tubuh Siska. Hingga tubuh Siska terjatuh di dalam dengkapannya. Seketika Siska tak sadarkan diri yang membuat laki-laki tersebut dengan mudahnya membopong tubuh Siska di kedua lengannya tanpa penolakan darinya.


__ADS_2