
Keduanya sama sama turun dari mobil. Siska melihat sekeliling 'dia membawaku ke sini?' masih mematung di tempatnya.
"Ayo masuk"
"Apaan ini semua?"
"Kenapa?"
"Kenapa jalan masuk rertoran seperti sengaja di dekor??" Siska menggeleng aneh melihat hal yang tak biasa di restoran pada umumnya.
"Cepat kita masuk dulu, aku udah sangat lapar" Vano menarik lembut pergelangan tangan milik Siska sambil mengelus perutnya. Entah itu karena dia memang benar lapar? Entah ga tau juga.
Sepanjang langkah untuk masuk ke dalam, Siska terus di buat terkagum oleh dalam restoran. Vano sungguh mempersiapkan segalanya untuk nya 'ahh sweet banget sihh' Siska mulai terpancing meleleh dengan perlakuan Vano terhadapnya.
Vano menuntun pelan pelan tubuh Siska untuk duduk di depan meja makan. Makanan yang di hidangkan cukup luar biasa, begitu mahal, hanya orang yang seperti mereka lah yang bisa memakan makanan itu. Semuanya masakan yang di masak oleh chef terhandal yang di bayar mahal oleh Vano.
"Apa kamu menyiapkan nya?"
"Emm" Vano semakin berharap bahwa Siska menyukai segala usahanya untuk malam ini.
"apa kamu menyukainya?"
"Yah, so perfect ... Aku menyukainya, sangat menyukainya" ujar Siska dengan mata yang masih melirik kemana mana.
Vano membetulkan posisi duduknya, bergeser merapatkan kursi yang di duduki oleh Siska. Menatapnya lama, niat untuk menyambar dan mencium kening gadis itu begitu muncul tiba tiba saja. Hendak untuk melakukannya, Siska cepat menepis.
"Ehh aku laper bangettt! Ayo buruan makan ..." Siska mengalihkan suasana dengan rengekan pura pura lapar 'dia ngapain lagi sih, pliss dehh ... dia jangan terus menerus kek gini. Gue di bikin baper tau!' desis kikuk Siska dalam hati.
Vano mengerjapkan mata dia membuat malu dirinya sendiri karena ulahnya. Astagaa Vano!! hehehe.
"Tau ..." Siska menoleh ke arah Vano sambil di sibuk kan mengunyah makanannya.
"Hmmm?"
Vano membalas menatap Siska, sedangkan Siska menaik kan alis satunya "apaan?"
"Ini kencan kedua kita"
Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ... Siska keselek dengan makanannya. Dengan cepat Vano mengambilkan air untuknya "kamu ga apa apa?"
__ADS_1
"Ga apa apa gimana?! Aku keselek tau" cihh! Siska memonyongkan mulut mendongkong kesal, yah walaupun bukan kesal sih. Kata kata Vano barusan ngaruh banget!
"Maaf"
"Hah? Ngapain minta maaf"
"Karna kejadian tadi"
"Lupain lah" Vano mengangguk sekalian geleng geleng. Dia lebih memilih diam setelah itu, mengamati gadis itu makan. Siska malah di buat tak nyaman dengan hal itu 'dia kenapa sih? Natap natap aku kek gitu huff'
"Hei, kenapa bengong. Ga makan?"
Vano menggeleng kepala mulai memuluskan rencananya yang telah di rancang oleh David dengannya sebelumnya.
"Truss ngapain kita di sini kalo hanya aku yang makan? Lebih baik pilih tempat kencan yang lain!" Siska mendengus kesal lagi melepaskan pegangan jari jarinya dari sendok dan garpunya meletakkannya di atas meja "kencan macam apa ini?!" Sama sekali tidak sadar dengan kata kata yang ia ucapkan. Vano menunduk sesaat dan kembali menoleh ke arah Siska dengan senyuman.
"Apaan senyum senyum?"
"Berarti kita benar benar berkencan dong hehehe" Vano terkekeh gemas. Seketika Siska sadar dengan maksud senyum Vano yang dari tadi 'aww bodoh! Astagaa Siska ngapain pake sebut sebut kata kencan segala?'
"Kau belum korek telinga sama sekali ya? Yakali kata 'kencan' ku sebutkan" huhhh!
"Awww!" Siska melepaskan jari jari Vano yang menghimpit hidungnya itu "lepaskan ga? Sakit tau" Siska mulai menampak kan mode manjanya di hadapan Vano yang dulunya ogahan begituan.
Sedangkan Vano puas dengan tingkahnya sendiri, sepertinya langkah untuk dekat dengan gadis itu semakin mudah. Lagian masih ada banyak peluang untuk nya kedepannya. 'sabar!! Pelan pelan saja mengambil hatinya. Semangatt!!' (*Vano menyemangati dirinya sendiri).
"Aaakkk" Vano membuka mulut tiba tiba, Siska menatap Vano bingung "aaakk ... Suapin sayang, aku mau makan" rengek Vano seperti anak kecil.
"Makan aja kalo makan, ga usah manja minta di suapin"
"Aaaakkk" Vano terus membuka mulutnya yang membuat Siska ingin menggertaknya tapi malah ga bisa bisa (*kenapa bisa begitu? Apa sebenarnya Siska mau nyuapin Vano kan? Wkwkwk author juga bingung).
"Apaan sih Lo! Ga malu ada orang hah?"
"Sayang ... Tempat ini telah ku sewa selama kita masih ada di sini. Lagian hanya jarang orang yang mampu membayar tagihan restoran ini" ucap Vano dengan kelakar sombong. Memang ada benarnya, hanya orang orang dari keluarga yang elitis yang bisa masuk dan makan dalam restoran itu. Harus mempunyai cuan banyak dan merogoh kocek besar sekali makan.
"Aaakk cepat suapin ..." Rengek Vano terus membuka mulutnya lagi dan lagi di hadapan Siska. Sikap dinginnya sungguh tidak ada lagi dalam dirinya sekarang.
"Atau enggak ..." Siska menoleh ke arah Vano yang semakin mendekat kan wajahnya ke arahnya "atau aku, aku akan mencium mu hmmm?"
__ADS_1
Siska menelan selavinya dalam dalam. Rencana Vano benar fix matang kali ini, tanpa pemaksaan apa apa lagi.
SUFF! sendok yang di pegang oleh tangan gadis itu mendarat di mulutnya dengan cepat. Vano mengunyah makanannya itu dengan memasang senyum smirknya tapi penuh arti "makasih sayang"
"Panggil Siska aja, aku bukan sayang mu" cara Siska merespon setiap kata katanya membuat kelakar tawa Vano menjadi jadi, sungguh ... Gadis itu telah merubahnya. Cinta benar benar bisa merubah perangainya.
✨✨✨
Di tempat yang berbeda, lain dengan Rafael yang masih duduk di kursi direkturnya. Dirinya begitu Vakum. Terus mengetok ngetok meja dengan kesepuluh jarinya. Di sisi lain, perasaan emosi yang membabi buta dalam dirinya karena di sebabkan oleh perusahaan ANGKARA GRUP masih ada. Tapi di sisi lainnya juga, pikirannya teralihkan dengan Siska. 'apa yang sedang dia lakukan?' semuanya bercampur aduk menjadi satu. Akhhh!
Jam menunjukkan angka 20:00. Jam delapan. Tunggu! Jam delapan? Sepertinya gadis itu akan ke kelab. "Apa dia ada di sana?" Dengan cepat Rafael beringsut dari tempat duduknya lalu keluar.
"Tuan? Mau kemana? Saya akan mengantarkan anda" asisten Zuy menghampiri nya.
"Aku akan menyetir sendiri, lanjutkan tugas mu!"
"Baik tuan, tapi saya akan mengantar tuan sampai ke bawah"
"Apa kamu tidak dengar!!! Saya akan pergi sendiri" hardik Rafael sungguh mengerikan.
"Maaf tuan jika saya telah lancang" lalu asisten Zuy pergi meninggalkan ruangan tersebut.
✨✨✨
Bersambung ....
Hii readers semuaaaa❤️❤️
maaf yaaa, author baru bisa update lagi. maaf udah membuat kalian menunggu. Karna ada beberapa alasan author jadi telat buat update 😭😭😭😭
Mohon dukungannya semua readers ...
author sangat senang apabila sering memberi dukungan melalui kolom komentar~
author sangat berterima kasih!!!!
please vote, like, serta komennya. author akan tunggu!!!!
.
__ADS_1
.