Tunanganku Seorang Direktur

Tunanganku Seorang Direktur
Part 62 : Nostalgia kembali


__ADS_3

Tidak ada konflik tidak ada pertengkaran serta salah paham lagi. Akhh dunia benar benar iseng untuk membuat insan penghuni bumi kecau setelah itu baik baik lagi.


Mr. Devano Putra Angkara direktur utama ANGKARA GROUP kembali duduk di bangku kebesarannya. Sambil memutar mutarkan dirinya di atas kursi itu. Menghadap kaca jendela perusahaannya tersebut. Hingga view pemandangan kota Jakarta bisa terlihat jelas dari atas kursi kebesarannya itu.


Tok tok tok


Suara pintu yang diketok pun terdengar, yang membuat pandangan Vano beralih.


"Iya masuk" ucapnya datar.


Ternyata asistennya datang, ya siapa lagi kalo bukan David.


"Maaf tuan mengganggu"


"Tidak apa-apa, bacakan jadwal setelah siang ini" titah Vano kepada David. Perangai dinginnya di saat kerja memang belum berubah yaa hihihi


"Jadwal untuk siang ini tuan, Emm itu ..."


"Itu apanya?"


"Maaf tuan"


"Apa? Kenapa?"


"Jadwal di sini, siang ini tuan diharuskan bernostalgia dengan nona Siska Amelia Duckwill. Putri semata wayang Mr. Herlino Duckwill"


Mendengar hal itu, Vano seakan di buat terkekeh. Tertawa kecil. "Siapa yang menyusun schedule ini untuk ku?"


"Kalo aku, kamu ga mau?" Tiba tiba suara yang jelas itu adalah milik Siska memasuki ruangan direktur utama ANGKARA GROUP itu.


"Apa kamu tidak mau? Hmm?" Ucap Siska lagi sembari duduk di sofa ruang tersebut.


Melihat siapa yang datang, David segera undur diri dan keluar. Tidak mau menjadi penghambat kemesraan orang-orang yang sedang masa-masanya menjalin asmara.


(Aaaaaa David benar benar pengertian. Author jadi sukaaaaaa hiks.)


Kup! Pintu tertutup. David pun sudah berlalu dari ruang tersebut. Tinggal Vano dan Siska lah yang berada di situ.


"Udah lama di sini sayang? Kenapa ga ngabarin duluan sih kalo kamu akan datang ke sini?" Ucap Vano sembari duduk di sofa di mana Siska duduk.


"Suprise--" sambil tertawa kecil "apa aku ga boleh datang ke sini se suka hatiku. Apa aku harus mengabarimu dulu gitu?"


"Enggak, aku senang kamu datang kok sayang"


"Jadi, apa mau bernostalgia dengan ku siang ini?"


Tidak ada satu kata yang keluar dari mulut Vano selain menghampiri wajah milik Siska hingga begitu dekat.

__ADS_1


"Bernostalgia sampai kapan pun aku mau sayang, asalkan dengan mu" ucap Vano mesra, lalu menarik dagu milik Siska hingga wajah keduanya benar benar dekat. Vano mulai mengecup bibir milik gadis itu, membelainya dengan mesra. Tidak ada penolakan yang Siska tunjukkan, ia juga menikmati ciuman yang diberikan oleh Vano kepadanya.


Hingga keduanya sempat tak sadar, dimana mereka berada sekarang. Keduanya sungguh terbawa sensasi, ciuman itu semakin intens dan dalam. Namun penuh dengan cinta di dalamnya.


Keduanya pun di rasuk oleh gairah yang tinggi. Tangan Vano pun mulai aktif bergerilya kemana mana di bagian tubuh Siska. Ciuman yang tadinya hot di bibir Siska kini Vano beralih mencium lengkuk leher milik gadis itu, hingga suskes membuat Siska merinding. Sentuhan itu tak mampu ia bendung sendiri meski mulutnya ia coba bungkam serapat mungkin.


Suara suara desa*an Siska pun mulai terdengar oleh Vano, yang membuat Vano semakin gemas ingin segera melakukannya. Belum lagi apa-apa, Siska sudah seperti itu.


"Aaaah Van_no" lirih Siska. Vano tak menghiraukannya, malah tangannya semakin aktif membuka satu persatu kancing baju blues milik Siska. Sesekali menciumi lekuknya "sayang___" "ahh cukup, hentikan aku_aku ahh Vano!!"


Suara tinggi Siska membuat Vano menaiki kepalanya dari tengkukkan leher Siska "kenapa sayang?"


"Ingat kita ada dimana. Ini adalah kantor perusahaan, lagian kita masih belum menikah, entar ga halal"


Akh sial!! Pekik Vano dalam hati.


Ada benarnya yang di ucapkan oleh Siska. Tapi hitung-hitung apa yang barusan mereka lakukan tadi mampu memancing hasrat gairahnya. Terpaksa Vano mengurungkan niatnya itu, walau sekarang dirinya sangat tersiksa. "Arkhhh!!!!"


Siska tertawa kecil lalu membenarkan duduknya, karena ulah Vano tubuh nya terlentang di atas sofa tersebut. Sambil memperbaiki kancing bajunya yang udah sebagian Vano lepaskan.


"Yang sabar ya sayang"


"Sabar gimana, aku sudah duluan tersiksa" Vano mendengus kesal.


"Maafkan aku, aku tidak bisa menuruti kemauanmu sayang. Kita kan masih belum nikah, belum muhrim, ga halal lagi buat lakuin itu" sedikit jujur, malu memang iya sih. Siska agak malu ketika ia menyebutkan kata-kata yang bersangkutan tentang hal itu.


"Kalo begitu, ayo kita menikah" ucap Vano tanpa main-main. Sudah jelas ia tidak sabaran lagi. "aku sungguh mencintaimu sayang, aku ga mau dan ga rela lagi jika harus kehilanganmu"


"Tapi..."


"Besok lusa kita sudah harus menikah!"


"Huahh???" Bagai di suntik jarum, Siska terkejut mendengar pernikahan dadakan itu.


"Tapi sayang, apa itu tidak terlalu mendadak? Apa tidak boleh satu atau dua minggu lagi? Biar kita banyak persiapan gitu. Fitting baju pengantin aja pun belum kelar apalagi jika segera menikah besok lusa"


"Harus besok lusa. Fitting baju pengantin ayok sekarang kita lakukan"


"Apa orangtua kita sudah dengar?"


"Akh itu hal yang mudah, mereka kan sudah menanti hal ini dengan antusias sejak lama. Jadi ngapain kita tunda-tunda lagi pernikahannya"


Tidak ada lagi kata kata yang pantas untuk Siska agar menyela ucapan Vano yang begitu mendadak itu. Bagiamana iya? Mereka akan menikah besok lusa? Apakah cukup dua hari saja persiapan buat mereka menikah.


***


"Ayah, ibu mom dan dad kami sudah memutuskan kalo kami akan segera menikah"

__ADS_1


Mendengar kabar gembira tersebut membuat keempat orangtua tersebut senang bukan main. Akhirnya, penantian yang mereka nanti-nantikan pun sudah di depan mata.


Yaa, siapa lagi kalo bukan orangtuanya Devano dan Siska. Benar kata Vano, orangtua mereka sudah begitu antusias tentang pernikahan mereka ini.


"Jadi bagiamana yah, ibu dan mertua yang baik mom dan dady?" Semuanya pun tertawa tak karuan ketika melihat dan mendengar Vano yang memanggil kedua orangtua Siska dengan sebutan 'Mertua'


"Apa salah yang ku katakan. Sayang?" Kini arah mata Vano tertuju pada Siska. Siska jelas salting saat itu juga, nampak pipinya sudah merah merona.


"Apa sih akh, ada-ada aja"


Hahahaha kini suara tawa semuanya kembali pecah mendengar jawaban Siska yang agak malu malu. Malu malu tapi mauuuuuuu!!


"Hari pernikahannya kapan Van?" Kini ayah Vano Mr. Johannes melimpai.


"Vano dan Siska berencana menikah besok lusa yah"


"Apa? Besok lusa?!" Kaget jelas iya la yaaa. Mr. Johannes serta ketiga orangtua mereka yang lainnya ga akan kepikir kalo hari pernikahan atas dasar permintaan putra putri mereka sangat cepat.


"Boleh kan yah, ibu, mom dan dad?"


"Bukannya ga boleh Vano. Tapi apa itu tidak mendadak sekali?"


"Enggak yah, kita berdua sudah memutuskan kalo hari pernikahan besok lusa" Vano meyakinkan ayahnya "iyahkan sayang?" Kini pertanyaannya ia lemparkan kepada Siska. Siska hanya memberi anggukan saja.


"Semua persiapan pernikahan, kalian sudah menyiapkannya sampai di mana memang?" Kini giliran mommy bertanya.


Vano pun akhirnya bingung sendiri, menggaruk kepalanya yang gatal. "Setelah ini rencananya akan fitting baju pengantin mom, kan kemarin kemarin udah sempat tertunda"


"Itu kan. Buru buru mau nikah besok lusa. Fitting baju pengantin aja masih enggak"


Bukannya ga suka kalo waktu pernikahan terlalu mendadak. Bahkan keempat orangtua tersebut pun senang, jika hari ini hari pernikahan pun bisa jadi. Maka alangkah senang dan bahagianya mereka. Akhirnya cita cita mereka mempersatukan perusahaan mereka adalah bahagia tersendiri bagi mereka. Terlepas dari itu semua, menikahkan kedua anak mereka juga bukan atas dasar kepentingan perusahaan. Itu bagian yang terpentingnya. Kebahagiaan anak-anak adalah yang utama. Begitulah pemikiran orangtua tersebut.


***


Vano sedikit kecewa ketika hari pernikahannya dengan Siska di undur dua hari lagi sebelum hari H nya. Jadi total empat hari lagi mereka baru bisa menikah. Hufff!! Agak kesal dikit.


Lalu bagaimana dengan Siska? Yaa meski ga seperti Vano sih, Siska lebih memilih hari yang ditentukan oleh orangtua mereka.


'Ga perlu terburu-buru, ujung ujungnya aku yang akan ___' akhh sudahlah, siu siu!!


Siska membuang jauh-jauh pikiran aneh-anehnya. Ya ampun Siska!!!!


Oke, satu persatu persiapan pernikahan Mr. Vano dan Nona Siska pun mulai di siapkan. Mulai dari fitting baju pengantin, tempat acara pernikahan di adakan hingga WO yang akan bekerja, MUA yang akan menghias pengantin. Serta undangan yang akan di undang di pernikahan mereka. Kan seperti yang udah di tahu, kedua keluarga calon pengantin kita adalah dari kalangan orang-orang terpandang, pasti tamu-tamunya juga bukan orang yang main-main. Bahkan sampai ada undangan dari luar negeri pula.


Dan soal dimana acara pernikahan dilangsungkan sudah di tentukan. Atas kesepakatan bersama, Angkara Djaram Hotel adalah tempatnya. Hotel di bawah naungan kepemilikan keluarga ANGKARA GROUP sendiri. Hotel yang dijuluki hotel sejuta umat oleh masyarakat Indonesia bahkan masyarakat luar negeri pun yang sudah pernah bermalam di hotel tersebut. Huaaaa segitukah mewahnya hotel itu?


✨✨✨

__ADS_1


U**pdate lagi yaaaa**


__ADS_2