Tunanganku Seorang Direktur

Tunanganku Seorang Direktur
Part 31 : Stamina Tubuh Ku Kembali lagi Karena Mu


__ADS_3

Vano tidak Patang arang karena Siska selalu menepis pundaknya dari sandaran kepalanya. Dia akan menghimpit tubuh gadis itu hingga tidak bisa bergerak dan bergeser lagi, dia tidak berencana untuk mendengar gadis itu menolaknya.


"Apa apaan sih?! Geser sana, aku hampir jatuh ke lantai"


Vano membuat tawa ala sutra, tawa lembut melihat gadis itu jengkel dengannya lagi. Bisa di bilang begitu, wajah Siska saat itu di buatnya monyong lima cm ke dalam. Hehehe Siska, sabar yooo!


Vano menahan pundak Siska dan menyandarkan kepalanya di sana "aku lelah sayang, tolong mengerti!! jika aku sakit nanti gimana?" Menciptakan puppy eyes nya yang mampu membuat Siska diam saja dan tidak bergeser lagi.


'ihw, orang ini makin lama makin aneh' desis Siska dalam hati setelah sesaat menoleh wajah laki laki itu yang tengah merem.


"peluk sayang ..."


Mata Siska membulat sempurna mendengarnya 'apa? Dia minta di peluk' seketika dia menggerakkan tubuhnya ke depan hingga membuat kepala Vano jatuh.


"Kenapa dengan mu? Apa kau enggak sakit hah? Makin lama, makin aneh aja ucapan mu"


Mengusap kepalanya yang sedikit sakit akibat gerakan spontan Siska. Vano mendesah "emang apa yang ku bilang? Hah? Ada yang salah?"


"Peluk sayang ..." Siska mengulang ucapan Vano "begitu"


Dengan kilat cepat, Vano menarik tubuh kecil Siska hingga sampai di pangkuan kakinya "tanpa kau minta aku akan melakukannya" terkekeh.


"Kau sudah gila? Aku bukan memintanya dari mu, aku hanya mengulang kata kata mu barusan!" mencoba melepaskan tangan Vano yang memeluk erat dan menahan pinggang nya.


"Tidak apa apa, aku juga mau posisi seperti ini. Aku nyaman"


"Lepaskan tanganmu!"


"Berpelukan begini, mungkin saja Stamina tubuh ku akan cepat kembali"


"Alasan saja, lepaskan tanganmu tidak?"


Vano malah semakin mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di atas dada Siska lalu menoleh menatapnya dengan senyum smirk nya lagi "atau ..." Siska menoleh ke arahnya

__ADS_1


"Cium, aku mau mencium mu" menatap bibir yang dimiliki Siska "so **** girl"


"Gila! Bagaimana kamu bisa memintanya" berdiri dan menjauh dari Vano yang terus menggodanya.


"Sungguh. Aku menginginkannya" merengek seperti anak kecil. Vano mencoba menarik lengan Siska.


"Enggak, aku enggak mau! Aku tidak menyukaimu!!" Menolak tangan Vano "apa kau lupa dengan kontrak perjanjian nya? Hah?!"


Vano menggeleng pura pura tidak tau maksud Siska "ahhh kontrak perjanjian yang mana?"


"Kau hanya pura pura lupa. Dasar manusia mesum ckckck" menepis kuat tangan Vano yang mencoba menahannya lalu berangsur pergi cepat. Vano hanya terkekeh gemas melihat tingkah Siska yang main pergi gitu aja.


"Surat kontrak perjanjiannya tidak berlaku lagi!!" Teriaknya ke arah Siska dan tetap masih duduk santai di atas sofa.


"Masih berlaku!"


Arghhhkkk ... Vano mengepalkan ngepal kan telapak tangannya, fix dia merasa fit langsung hehehe "hei! Coba lihat, Stamina tubuh ku kembali lagi setelah memeluk mu"


"Bodohhhh!!!!"


✨✨✨


"Tuan, hari ini akan ada pertemuan dengan calon bakal kolega perusahaan yang telah kita terima investasi uang penanaman modal nya di proyeksi kerja sama yang di batalkan oleh perusahaan RK Grup"


Vano memutar kan tubuhnya di atas kursi direktur nya "baiklah, tentukan tempat pertemuannya" terus menyilangkan kakinya membuat wibawa nya sebagai seorang direktur tercipta dengan aura yang mengesankan.


"Baik tuan" David tengah di sibuk kan oleh tablet Android yang ada di tangannya dan melayangkan lihai tangannya di atas nya. "Kafe Y tuan, itu tempat yang cocok.


Sekalian saja untuk menyeruput kopi bersama (*makasud David di sini, sebagai sesama kolega bisnis yang bentar lagi bekerja sama. Alangkah baiknya membangun hubungan yang baik sebelumnya)"


Vano mengiyakan dengan angguk kan kepala, sepertinya tempat yang di rekomendasi kan oleh David kepadanya tidak cukup buruk untuk mengadakan pertemuan dengan calon kolega kerja sama bisnis barunya "Emm baiklahh. Siapkan mobilnya, saya akan segera turun bentar lagi"


"Baik tuan, permisi"

__ADS_1


Vano mengambil jas nya yang telah di hanged nya di tempat gantungan jas nya dalam ruangan itu lalu memakainya. Sambil merapikan dan memasang kan kancing kancing lengan jas nya.


Sekilas matanya melihat ponselnya dan tersenyum tak karuan. Lokscrinn ponselnya tergambar wajah Siska di dalamnya, entah dimana dia mengambil foto gadis itu "aku tidak tau mengapa wajah mu selalu menyiksa ku jika tidak melihat mu" lirihnya. Lalu membuka saku jas nya dan meletak kan nya di sana. Lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


✨✨✨


Di rumah luas yang di miliki oleh seorang Rafael, di pagi hari seperti ini hanya akan terdapat beberapa pengawal serta pelayanan di rumah itu saja.


Sedangkan Rafael masih tengah asyik tidur di atas tempat tidurnya dengan dada nya yang telanjang. Dina masih berada di situ juga, tepat di sampingnya. Gadis itu juga seperti nya masih telanjang sama seperti dirinya.


Dina lebih dulu terjaga awal darinya, dia sedikit merasa kesakitan di bagian tubuhnya. Akibat sentuhan dan perlakuan Vano kepadanya yang begitu brutal semalam.


Hati hati, dia bangun melepaskan pelukan pria itu dari pinggang nya dan menepi di bagian bibir tempat tidur.


Dia menbiarkan dirinya telanjang untuk sesaat. Memungut satu persatu baju bajunya di bawah lantai, cepat cepat ia memasang kan CD nya kemudian di susul oleh bra nya. Dia berniat agar tidak mendapati pria itu terbangun ketika dia masih ada di dalam kamar itu.


Urghhh ...'!!! Lengukan Rafael membuat Dina menoleh ke belakang, menyadari itu hanya semua lengukan dia kembali melanjutkan untuk memakai bajunya lalu segera keluar dari kamar itu setelah merapikan rambutnya.


"Mau kemana kau?! Hmmm?" Jantung Dina berdegup kencang seketika 'dia sudah bangun? aku akan mati kali ini' hati hati dia kembali menoleh ke belakang. Ternyata Rafael belum benar benar terjaga dan bangun, dia cuma mengingau saja.


Dengan kaki yang mengendap endap, Dina meninggalkan kamar itu menyisakan Rafael di dalamnya. Mencapai daun pintu, dengan pelan dia menutup rapat rapat pintu itu. Bersandar di depannya, pelan pelan ia kembali bersimpuh lagi di bawah pintu itu. Air mata mulai menerawang dan mengalir dari kedua bola mataku lalu menitik ... Hikss, Dina terisak lagi oleh tangisnya.


'bodoh!!! Kau begitu bodoh Dina! Kamu membiarkan pria bej*t itu meniduri mu untuk kesekian kalinya lagi' Dina menangis tanpa suara, atau pun kata yang keluar dari mulutnya. Di dalam hati, dia terus mendesis mengutuki nasibnya yang seperti ini.


✨✨✨


Bersambung ...


dear readers, mohon maaf karena author telat lagi untuk meng update eps terbaru novelnya karena beberapa kendala😭😭


Mohon vote, like, serta komen dari readers. author sangat mengharapkan dukungan dari readers semua☺️


salam hangat🤝

__ADS_1


Mei Er~


.


__ADS_2